
Marni pov
Aku hanya mengikuti keinginan suami saja. Aku senang suaminya sudah mulai memperhatikan ku seperti saat ini.
Apa karena aku hamil?. terserahlah. yang penting dengan hamilku ini bisa merubah suamiku, kalau bisa meninggalkan penyakit menyimpangnya.
"Mau beli cemilan?. biasa bumil selalu ingin nyemil!". ucap ridho mendorong troli kearah makanan ringan.
Aku merasa tersanjung dan di perhatikan lebih oleh suamiku bagaimana tidak.
Suamiku bang Ridho mendorong troli dari belakang, dan aku berada di depannya. diantara troli dan dirinya. hingga saat memilih makanan aku seperti di peluk bang ridho dari belakang.
"Ambil saja apa yang ingin kamu mau!". ucapnya sambil mencium pucuk kepalaku.
deg... deg....
Aku yang hanya sedada bang ridho. hingga kepalaku pas di dagu bang ridho.
Tinggi bang Ridho sama dengan bang Danil, hanya bang ridho agak berisi tubuhnya hingga terlihat kekar. sementara Danil agak kurus, hingga terlihat tinggi menjulang.
Kalau segi umur, aku dan bang danil berumur dua puluh sembilan tahun. sedangkan bang Ridho berumur tiga puluh lima tahun.
Mungkin karena sudah lewat umurnya tiga puluh tahun. makanya orang tuanya menjodohkan kami, untuk menikah denganku dua tahun yang lalu.
Sampai diapartemen bang ridho membawa semua belanjaan tadi. Dan dia meletakannya di rak dapur.
"Marni, kamu maukan berhenti bekerja?!". tanya bang ridho lagi saat kami menyusun belanjaan ke rak, dan ke kulkas.
Tadi saat dia minta aku resign aku belum menjawab.
"Hmm.. kalau aku bosan dirumah bagaimana?!". tanyaku minta solusi.
"Kamu bisa main kerumah mama. Aku tidak mau kamu diganggu lagi oleh mantanmu.
Mungkin bukan hanya danil mantanmu yangbajan menganggu kamu. mungkin juga ada mantan- mantan yang lain ingin menganggu kamu.
Atau teman yang tidak suka sama kamu, aku suami kamu. atau keluarga kita.
Bisa jadi mereka bisa menjatuhkan kita semua. jadi mulai sekarang kamu harus hati- hati berada di luar sana. banyak yang ingin mencemarkan nama kita dan keluarga kita". jelas bang ridho masih terus menyusun belanjaan.
Aku mulai berfikir, bisa jadi para pria yang memperkosaku waktu itu mengenali aku.
Memang mereka semua sepertinya mabuk. tapi tidak bisa dipungkiri mereka ingat wajahku, karena aku digilir lebih lima jam. pasti mereka ingat wajahku. walau sekilas.
__ADS_1
"Baik bang. tapi aku lebih senang di rumah saja. Asal abang selalu menemaniku di rumah!". ucapku. untuk membatasinya main pedang- pedangan.
Sebaiknya aku mengikuti usulan bang ridho. demi keamananku dan nama baik keluarga juga.
Yang utama tentang perkosaan itu, jangan sampai ......
Marni pov end
.
"Danil.. jangan lupa pukul tiga kita pertemuan dengan perusahaan Gemilang". ingat Mario saat akan keluar dari ruangan Danil.
"Ok. kabarkan saja kalau sudah mau berangkat. biar fauziah siap- siap nanti setelah makan siang". jawab Danil.
"Iya. tapi kamu jangan mandi tengah hari pula nanti dengan istrimu. kasihan dia.
Terlalu sering mandi tengah hari akan membuat istrimu tambah glowing. Akibat sering di sabuni kulitnya". ucap mario.
"Suka-suka akulah. mau mandi kapanpun aku dan istriku. kamu kalau mau juga kamu dan istrimu mandi tengah hari, ya ajak tinggal di kantor juga!". jawab danil santai.
"Dasar bos mesum". ucap Mario kesal.
"Haha... ha....". tawa danil melihat mario kesal.
"Jangan sampai ketinggalan berkasnya ali. kita harus selesaikan hari ini, karena lusa aku harus berangkat.
tidak mungkin mengadakan oertemuan ulaga lagi". ucap pak sultan kepada asistennya.
"Baik pak!". hawab ali sang asisten.
Pukul setengah tiga danil dan fauziah sudah berada di mobil yang di kendarai supir kantor. juga ada mario.
Mereka menuju tempat pertemuan dengan perusahaan gemilang. Dan meteka sampai kurang lima menit pukul tiga.
"Maaf pak sultan, kami telat datang". ucap mario berbasa basi.
"Tidak kok nak. Kami pun baru sampai. lagian belum pukul tiga". jawab pak sultan.
"Oh ya. ini pimpinan baru dari perusahaan AZ Putra Utama?!. Nak Afda kalau tidak salah namanya. silahkan duduk". ucap pak sultan melihat Danil berdiri dekat mario.
Danil dan fauziah duduk di seberang meja pak sultan, dan mario di samping pak sultan.
"Iya pak. Karyawan dikantor biasa memangil pak Afda atau pak Af Zulkarnain". jawab mario.
__ADS_1
"Salam kenal pak. Tapi keluargaku memangil Niel!". jawab Danil mengulurkan tangannya.
"Oh. salam kenal kembali nak Afda". sambut pak sultan.
"Dan ini?! Apa sektetarisnya?!". tunjuk pak sultan menunjuk Fauziah, sambil melihat perut fauziah yang hamil.
"Oh ini istri saya pak. namanya fauziah. Saya nembawa istri saya kesini, karena siap ashar akan cek kehamilan ke dokter ". jawab danil merangkul bahu istrinya untuk mengenalkan istrinya pada pak sultan.
"Salam kenal pak". ucap fauziah menangkupkan tangannya di dada.
"Oh maaf. bapak kira sekretarisnya. sudah menikah ternyata nak Afda. dan sedang hamil pula istrinya. selamat ya.". jawab pak sultan.
"Iya pak. Alhamdulillah!". ucap Danil.
"Sekarang menantu bapak juga sedang hamil, baru dua bulan.
Anak bapak mungkin seumuran dengan kamu!. berapa umur kamu nak?!". tanya pak sultan.
"Dua puluh sembilan pak". jawab Danil.
"Ooo bapak kira seumuran dengan anak bapak. hehe.. anak bapak berumur tiga puluh lima". jawab pak sultan.
"Seumuran dengan ku itu pak. aku sudah tiga puluh lima lebih!". jawab mario.
Mereka berbincang santai sambil membahas kerja sama yang akan mereka laksanakan.
"Terimakasih nak Afda dan nak mario. semoga kerja sama kita berjalan lancar.
Ini kerja sama kedua kami dengan perusahaan AZ Putra Utama. sebelumnya dipimpin oleh pak Tarmizi Zulkarnain!" jelas pak sultan.
"Terimakasih pak. telah mempercayakan semua ke perusahaan kami". jawab danil.
Dan mereka pun selesai rapat untuk bekerja sama.
Danil dan Fauziah diantar supir ke klinik untuk periksa. Karena jadwal periksa Fauziah selepas ashar, maka Danil dan Fauziah sholat ashar di mesjid yang ada di klinik saja.
Setelah mengantar danil dan fauziah ke klinik, supir kantor dan mario kembali kekantor untuk menyimoan berkas kerha sama tadi.
Danil dan Fauziah nanti akan pulang di jemput setelah selesai periksa. Akan dikabarkan nanti..
.
.
__ADS_1
.