
Pak pendra yang beberapa bulan yang lalu, mengetahui kalau ternyata Danil yang dia anggab hanya anak seorang pemilik toko bangunan yang miskin.
Ternyata anak seorang pengusaha kaya. walau orang tua danil dari daerah, ternyata perusahaan dan usaha ayah danil dan usaha keluarganya sangat tenama dan terkenal di kota besar ini.
Bahkan pak pendra tahu nama- nama perusahaan, hotel dan seluk beluknya.
Setiap ada huruf Z di setiap logo perusahaan. Pasti selingkaran dengan nama Zulkarnaen.
Bahkan nama belakan danil memakai nama Zulkarnaen. pasti sangat tahu kalau danil keluarga besar di zulkarnaen grup.
Pak pendra yang waktu itu sangat sombong saat danil dekat dengan marni, di katakan kalau danil ingin menumpang nama dan hidupnya di keluarganya.
Sungguh miris. Aku sangat buta mengenai danil waktu itu, tidak mencari tahu latar belakang dia.
padahal marni lebih lima atau enam tahun dekat dengan dia.
"Ternyata istri pak Afda sangat baik. Dan anaknya sangat ganteng. mirip pak Afda!". ucap seseorang.
Seseorang yang berada di depan meja pak pendra. dia sedang menunggu kliennya.
'Apa istri si danil sudah melahirkan?'. gumam pak pendra.
Dia mendengar ucapan dari ketiga wanita yang tidak dia kenal.
Pak pendra menajamkan pedengarannya untuk tahu kabar tentang danil.
Setidaknya, ada sedikit info yang bisa dia dapatkan. Karena.
Masih tersirat rasa penasarannya pada sosok danil.
'Aku yakin. si danil masih ada menyimpan hati pada marni. Tidak salah juga kalau marni balik padanya.
Bukan aku tidak mensyukuri ridho sebagai menantuku. tapi aku hanya merasa marni kurang dekat dengan Ridho.
Tidak salah juga aku berharap mereka balikan'. gumamku.
"Kapan kamu bertemu bayi pak Afda?!". tanya yang salah satu dari mereka.
"Tadi siang, saat istrinya pak Afda berkunjung ke kantor.
Huh. keren sekali pak afda. dia tidak risih mengendong putranya mengunakan gendongan bayi.
__ADS_1
Dan merangkul istrinya saat berjalan.
Mesra sekali mereka!". ucap wanita itu.
Pak pendra sangat iri mendengar. dia makin kepikiran dengan Marni. Selama ini Marni tidak pernah di bimbing mesra oleh menantunya ridho.
Dia bisa manyimpulkan begitu karena setiap mereka bertemu, ridho dan marni selalu berjalan berjarak.
Jangankan diluar sana mereka bersama, saat bertemu orang tua saja anak menantunya tidak terlihat mesra sedikitpun.
"Tahu tidak. Pak afda adalah tipe suami dan ayah yang sayang keluarganya.
Buktinya. dia membawa istri dan anaknya kekantor!.
Bahkan saat hamil kemaren, istrinya sering datang. dan jalan pagi sambil jajan di kantin". tambahnya.
Kenyataan yang tidak di ketahui banyak karyawan kantor. kalau sebenar danil dan keluarga kecilnya tinggal di kantor.
Fauziah memang sering sekedar jalan dan belanja cemilan di kantin kantor.
"Benar. aku pernah beberapa kali bertemu istri pak afda di loby, juga di kantin.
Istrinya cantik dan ramah. dua selalu senyum, walaupun kita belum menyapanya!". ucap yang lain.
Hingga klien pak pendra datang. dan pak pendra tidak lagi fokus mendengar obrolan dari meja samping.
Dia berbicara serius dengan kliennya.
tapi otak pendra sudah ada niat, untuk mencari lebih banyak info tentang danil.
Dia masih mengharapkan danil menjadi bagian keluarganya. tidak mau dengan marni. dengan anak saudara atau adik marni yang masih smapun juga tidak apa. Harap pak pendra.
.
Hampir dua bulan sudah usia bayi danil dan fauziah.Baby dylan sangat pesat perkembangannya.
Dia sangat buas dan kuat minum asi, hingga Faziah harus makan lebih banyak.
"Sayang!. sudah tidur baby dylan nya?!". tanya danil
Saat istrinya memasang kancing bajunya untuk menutup dadanya. Dan baby dylan yang tertidur masih sedang berada di pangkuan istrinya.
__ADS_1
"Sudah bang. baru selesai minum asi!". jawab fauziah.
"Abang pindahkan ke box nya ya!". ucap Danil.
"Boleh bang!". jawab fauziah.
Lalu danil memindahkan putranya kedalam box. lalu menciumnya.
Danil memang sering membantu istrinya saat terbangun tengah malam.
Sepeeti saat ini. Baby dylan yang terbangun pukul dua malam. Dan danil yang menganti popok putranya.
Lalu meletakan kepanguan istrinya.
Setelah baby dylan minum asi, danilbkembali meletakan putranya ke box bayi yang berada di samping tempat tidurnya.
"Ayo istirahat!". ucap danil memeluk istrinya untuk kembali tidur.
Tapi tangan danil malah nakal.
"Sayang. umur baby dylan sudah hampir dua bulan kan?. berarti abang boleh dong berbuka puasa.
Kangen sayang!". ucap ipul menyelusupkan tangan nakalnya ke balik baju tidur istrinya.
"Hhmm. boleh bang.
Tapi pelan ya!. aku takut. lebih takut dari yang pertama kali dulu.
Karena sekarang di jahit saat melahirkan baby dylan!". ucap fauziah.
"Abang pelan-pelan kok!". ucap danil.
Dan.
Untuk pertama kalinya mereka melakukan olahraga ranjang setelah baby dylan lahir.
Benar ucapan danil. Dia melakukan dengan pelan. walaupun pelan, tapi sunguh tidak dapat di ungkapkan rasanya.
.
🙏
__ADS_1
baru up ya temans... ottor sedang kehabisan ide untuk cerita ini. 🙏😊
"