Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 53


__ADS_3

"Hallo marni. maaf, abang belum jemput kamu. karena abang masih di luar kota! dua hari kagi baru balik". ucap Ridho saat menelfon istrinya pagi itu.


Kemaren saat waktunya marni harusnya di jemput oleh ridho jerumah orang tuanya.


Ternyata ridho sedang bersama roby teman g..nya. selama dua malam Marni menginap di rumah orang tuanya, ridho juga menginap di dengan roby. bahkan ke luar kota.


Ridho tidak jadi memanfaatkan seorang model pendatang baru. karena mereka ingin sekalian liburan ke villa.


Bukan hanya main pedang- pedangan. Tapi seperti ucapan ridho waktu itu. mau roby mencoba berhubungan badan dengan wanita.


Mereka pergi keluar kota untuk beberapa hari. ridho minta di carikan dua abg kepada salah satu mucikari. mereka pesan yang masih orisinil alias perawan. ridho yakin, dikota ini masih banyak perempuan yang masih orisinil. Masalah uang tidak masalah.


"Pak. perempuan pesanan bapak akan kami antar ke villa bapak siang ini. karena mereka masih di sekolah". ucap seorang mucikari.


"Apa ibu yakin dia masih gadis?!". tanya ridho. Kami punya jaminan. bapak bayar setengah dulu. jika tidak perawan tidam usah di tambah!". jawab sang mucikari.


Bagaimana tidak mau di bayar setengah dulu. separo harga saja untuk satu gadis sepuluh juta. dan dua gadis dua puluh juta.


Biasa para mucikari hanya menjual wanita panggilan hanya tiga ratus ribu untuk orang biasa. dan dibawah satu juta untuk pelangan berkantong tebal.


"Baik. Akan aku transfer saat mereka datang. usahakan mereka datang tidak memakai pakaian sekolah!". ucap Ridho.


"Baik!". ucap Ridho.


Ridho dan roby sudah sampai dari malam kemaren. mereka berangkat dari kota sore sepulang ridho bekerja. Dan mereka menikmati dulu berdua sebelum bermain dengan wanita.


Saat ini pun ridho dan roby sedang menikmati ranjang panas mereka di pagi menjelang siang.


"Sebaiknya kita istirahat dulu beberapa jam. agar fit memerawani wanita!". ucap ridho telentang dengan tubuh polosnya.


"Apa aku akan bisa melakukannya dengan wanita?!". ucap roby yang juga polos.


"Harus. kamu harus bisa melakukannya. kalau tidak bisa bagaimana nanti untuk punya anak?!". ucap ridho mengelus perut roby.


"Kamu harus bersemangat. perawan yang akan kamu taklukan. sudah jarang wanita di kota yang masih perawan. makanya aku ajak kamu ke kota kecil ini.


karena akan menjadi pengalaman pertama untuk kamu. jadi pergunakan pedangmu dengan sempurna dan jangan bikin malu!". ucap ridho memainkan pedang roby.

__ADS_1


"Pedangmu cukup kokoh untuk memerawani wanita. jangan takut!". ucap ridho lagi menyemangati.


"Entahlah. aku belum pernah mengunakan pedangku. bahkan pada abang. pedangku hanya baru masuk mul..t abang". ucap roby.


Roby pria kekar yang sangat macho dan jantan. tapi saat besama ridho dia akan manja dan lembut.


Ridho menemukan roby untuk partner g..nya saat melihat roby yang selalu memandang manja padanya.


Waktu itu umur roby baru dua puluh tahun, dan ridho dua puluh tujuh tahun. selama lima tahun mereka jadi partner ranjang, hingga dua tahun yang lalu ridho di jodohkan orang tuanya.


Walaupun sudah menikah, mereka masih terus menjalin hubungan diam-diam dari keluarganya. Walaupun istrinya marni mengetahui penyakit menyimpangnya.


Dan dia membuat kesepakatan dengan marni. sebenarnya bukan kesepakatan, tapi sebuah ancaman yang membuat marni tidak bisa melawan ucapan suaminya.


"Ayok mandi, biar segar!". ucap ridho.


"ayo". jawab roby.


Mereka mandi bersama. saling menyabuni dan gosok. selesai mandi mereka makan siang di villa tersebut.


Saat mereka santai menonton televisi, bel villa mereka berbunyi.


"Santai saja dulu. kamu perhatikan saja aku. dan buat dirimu rileks". ucap ridho.


Sambil meremas pedang roby. karena roby bersandar pada ridho manja. lalu berdiri menuju pintu.


Ternyata ada telah seorang mucikari wanita, yang berdandan cetar. dan dua orang wanita yang masih muda, sepertinya sengaja didandani dan berpakaian terbuka. terlihat dari risihnya cara mereka memegang rok yang ketat, dan dada terbuka.


"Silahkan masuk, kita mengobrol di dalam saja". tawar Ridho.


"Tidak usah bos. juga mau mengantar pesanan!".tunjuknya ke mobil yang menunggu di halaman villa.


"Oh ok!. transfernya sudah dikirim setengah. Besok pagi kami tambah!". ucap ridho.


"Terimakasih bos. sudah saya lihat". ucap mucikari. "Dua hari lagi aku jemput mereka!". tambahnya.


"Baik. nanti di beri kabar. kalau kami mau nambah hari". jawab ridho.

__ADS_1


"Baik bos. mereka sudah di minta izin ke sekokah mereka!. kabari saja jika bos butuh yang baru untuk tambahan!. saya permisi". ucapnya.


"Baik!". jawab ridho.


Ridho mengajak kedua abg yang katanya masih sekolah. Mengajak keruang tengah di ruang televisi.


"Ayo!". ajak ridho.


ipul duduk di sofa dekat roby. dan


kedua abg itu duduk di sofa singel yang berada di seberang sofa panjang roby dan ridko duduk.


"Perkenalkan tentang kalian!". ucap ridho.


"Kenalkan namaku Ira, usiaku tujuh belas tahun. masih kelas dua sma!". ucap abg yang pertama.


"Aku lusi, berumur dua puluh tahun. sedang kuliah!". ucap abg yang kedua.


"Ok. kalian tahu kan, kami memesan yang masih perawan. dan kami percaya itu.


Kalian boleh memilih dengan siapa kalian untuk pertama kali melakukannya. karena kami memesan kalian untuk dua hari, tentu kalian mengerti, cara kerja kalian selama dua hari ini!". ucap Ridho.


Mereka mengangguk, tanda mengerti.


"Silahkan!". ucap ridho.


"Aku mau sama mas itu!". ucap lusi pada roby.


"bagaimana Roby?!. kamu setuju?!". tanya ridho pada roby.


Roby menganggukan kepalanya sambil memandang ridho.


Ridho tersenyum, entah apa yang dia dapati.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2