
Sang kakek membawa cucunya untuk tidur di kamar sang kakek.
Sementara sang nenek dan menantu sibuk menyiapkan makan malam untuk mereka, yang sudah telat jauh.
"Ibu memanggil ayah dulu. kamu panggil danil. kita makan malam bersama!". ucap ibu mertua.
"Baik bu!". ucap Fauziah.
Mereka makan malam bersama. Selesai makan ayah dan danil berbincang diruang kerja danil yangnada di rumah ini.
"Besok ayah mau kehotel k. ayah asa rapat tahunan bersama direksi hotel!". ucap ayah memulai pembicaraan.
"Memabgnya berapa persen saham kita di sana yah?!". tanya danil.
Dia pernah dengar dari om tarmizi di hotel K saham ayahnya ada, tapi dia tidak tahu berapa banyaknya.
"Saat ini saham kita empat puluh lima persen. pak sultan dua puluh lima persen. dan ada dua orang lain masing-masing lima belas persen.
Beberapa minggu yang lalu ayah dihubungi tim pemegang saham. ada pemegang saham akan menjual sahamnya. karena butuh uang
Kalau tidak ada yang mengambil, rencana ayah akan tambah saham kita yang di hotel K.
tapi belum tahu berapa yang akan mereka jual!". ucap ayah.
Danil mengangguk paham. Dia juga pernah bekerja sama dengan pak sultan, dan ada beberaa kali bertemu.
Juga
Pak sultan itu mertuanya marni.
"Kamu ada kan bertemu dengan pak sultan?!". tanya ayah.
"Ada yah. beberapa kali!". ucap danil.
"Kamu kalau bisa besok ikut hadir, karena ayah ingin kamu mewakili ayah rapat, jika jadwal ayah kebetulan sama.
Sekarang ayah juga sibuk di riau. pekan baru dan dan kota yang ada sekitarnya. karena banyak proyek yang memakai perusahaan kontraktor ayah.
Yang di sumbar dan bukittinggi, adikmu juga sudah mulai ikut mengelola perusahaan.
Tidak hanya menangani proyek. dia juga ikut mengambar bangunan yang diduskusikan klien!". jelas ayah.
"Akan aku usahakan yah!. aku masih tahap belajar.
Terlalu banyak bidang usaha ayah. Hingga aku sering lupa kemana dan aoa yang akan dibicarakan!". keluh danil.
__ADS_1
"Kamu harus mulai menanganinya. ayah juga dulu dibantu oleh om kamu tarmizi. hingga ayah sering bolak balik padang jakarta.
Sekarang kamu cukup mengelola dari sini, hanya pindah kota tlyang bisa di tempuh dengan mobil!". ujar ayah danil menyemagati danil.
"Kenapa ayah bisa membuka usaha di ibukota ini. secara ayah kan kontraktor lokal.
Dan aku hanya tahunya usaha om tarmizi yang banyak di jakarta ini!". tanya danil.
Karena dari danil smp dan sma di bukittinggi, ayahnya memang sering kejakarta. katanya mengerjakan proyek bersama om tarmizi, adik ayah danil.
Dan Danil juga tahunya beberaa hotel, perusahaan kontraktor, rumah sakit hingga mall dan apartemen usaha keluarga besar. karena mamakai nama sang kakek.
Ternyata semenjak danil di limpahkan tugas untuk memimpin perusahaan ekspor impor yang biasa di kelola omnya.
Banyak kejutan, banyak usaha ayahnya yang akan ikut dia awasi dan memimpinnya, walau beberapa dari usaha itu sudah ditangani oleh orang kepercayaan ayah dan om tarmizi.
Danil cukup memeriksa laporan dan datang sekali seminggu dan saat rapat bulanan.
"Awalnya hanya ikut menerima kontrak dan tender besar, membantu om kamu. akhirnya ayah sering dapat kontrak di jakarta ini. hingga banyak pembangunan gedung dan perusahaan menggunakan jasa ayah.
Hingga ayah juga ikut membangun usaha lain. awalnya hanya ingin menanam saham kecil- kecilan.
Tapi saat tender ayah selesai membangun gedung, ayah juga berminat dengan usaha yang ayah bangun gedungnya!". ucap ayah danil.
"Usaha apa yang pertama kali ayah bangun.
Makanya saat ada lahan yang kebetulan akan dijual, ayah suruh langsung om tarmizi mengambil untuk dibangun rumah sakit. dan om tarmizi setuju dengan niat ayah untuk membangun rumah sakit itu!". jelas ayah danil.
Danil mengangguk paham.
"Dan hotel yang dipimpin pak Sultan itu adalah tempat ayah menanam saham pertama. awalnya hanya lima belas persen. dan sekarang sudah empat puluh lima persen.
Rencana besok ayah akan menambah membeli saham hotel itu karena ada yang mau jual!". jelas ayah.
"Ayah kenapa tidak langsung memimpin hotel itu?. kan saham ayah yang terbanyak?". tanya Danil.
"Dari awal memang pak sultan bekerja di hotel itu, hingga hotel itu hampir bangkrut karena pemimpin yang lama korupsi.
Maka pemilik hotel menjual beberapa sahamnya agar hotel tetap jalan. Ayah yang waktu itu ikut rapat pemegang saham, mendapat kepercayaan menambah membelinya.
Karena ayah baru selesai tender besar, ayah beli saham itu. sebenarnya yang di jual empat puluh persen, dan atah ingin ambil semua. tapi pak sultan yang kebetulan juga punya saham, juga ingin membeli sepuluh persen lagi.
Walau saham kita terbanyak, ayah ingin yang mengelola orang yang pernah turun langsung untuk memimpinnya. Dan pak sultanlah yang terpilih!". jelas ayah danil.
.
__ADS_1
"Pah, kok sekarang papa sering melamun sih!. jangan terlalu terpuruk karena gagal untuk menyelesaikan satu kasus!". ucap mama marni pada suaminya pak pendra.
Pak pendra yang merasa gagal membela kliennya di persidangan beberapa bulan yang lalu. menjadi malas untuk bekerja.
Hingga kantor pengacaranya hanya karyawannya saja yang menjaga. Atas inisiatif sang asisten pak pendra.
Mereka bertahan karena masih ada klien yang memakai jasa mereka. hingga mereka masih bertahan. Tapi pimpinan mereka tidak pernah datang semenjak gagal beberapa bulan yang lalu.
"Ayah sedang ingin menyendiri dulu mah, biar nama baik ayah tidak jelek untuk sementara waktu!". ucapnya bermalasan.
Kerjanya hanya berdiam diri dan tuduran saja sepanjang hari.
"papa harus bangkit. masuh banyak hal yang harus papa kerjakan.
Mama dengar, kantor papa saat ini banyak menyelesaikankasus kecil. dan sering menang.
Harusnya papa sebagai pimpinan harus bangga sekarang. tanpa pimpinan kantor papa tetap jalan!". ucap mama marni menyemangati.
Hhff
Terdengar pak pendra menarik nafasnya.
"Ada kekecewaan lain yang ayah rasakan mah!". ucap pak pendra.
"Apalagi pah!. semua sudah pada jalannya!". ucap istrinya.
"Waktu itu. seandainya papa tahu si Danil itu anak seorang yang punya usaha dimana-mana dan sekarang jadi pimpinan dan ceo di beberapa jenis usaha dan perusahaan.
Tentu ayah tidak akan menolaknya untuk jadi menantu kita. biarlah cucu kuta tidak punya marga keluarga. tapi punya nana keluarga yang berpengaruh!". sesal pak pendra.
"Pah. akupun sebenarnya menyesal sudah menghina si Danil. yang ternyata jeluarga pak pendra tidak ada apanya.
Tapi kita bisa apa pah!. marni saja sudah sangat bahagia dengan suami dan anak kembarnya!". jawab mama marni lemes.
"Waktu papa tahu marni yang waktu itu kegugran, papa sudah berencana. agar marni minta cerai dari ridho. dan minta balikanoada danil.
Karena ayah tahu danil pasti menerima marni lagi. karena masih mencintai marni.
Dengan nama besar danil tentu akan berpangaruh baik buat nama ayah. sebagai pengacara tentu ayah nasuk daftar tertinggi.
eh marni malah hamil lagi. hingga rencana ayah gagal!". keluh pak pendra.
.
.
__ADS_1
.