
Setelah pesta adik perempuanya, Danil dan Fauziah kembalig kejakarta. Karena sudah lebih seminggu mereka berada di kampung halamannya.
Sore itu mereka sampai di jakarta karena besoknya Danil akan kembali bekerja. Selama dia libur, Mariolah yang menangani semua pekerjaan Danil.
"Niel. Siang nanti kita rapat di rumah sakit". Ucap Mario pada Danil.
Saat ini mereka sedang berada di perusahaan AZ.
Danil duduk di kursi kebesarannya dan Mario duduk di depan meja kerja Danil.
Dia datang untuk memberikan jadwal Danil hari ini.
"Baik. ingatkan saja nanti. Setelah makan siang". Jawab Danil.
"Makan siang dirumah atau...".
"Di kantor. Nanti fauziah kesini membawa makan siang". Jawab Danil.
"Baik. aku balik keruanganku dulu. Ini berkas yang perlu di tanda tangan.
Periksa dulu. Ada beberapa berkas yang perlu kamu pahami dan kamu setujui". ujar mario berdiri.
"Baik". Jawab Danil.
"Oh ya, kamu bilang tadi kamu bertemu dia dibukittinggi kemaren. Apa dia mengikuti kamu kesana?". Tanya Mario.
Dia kembali duduk di depan meja kerja Danil. Ingin mendengar semua yang Danil ucapkan.
Danil memang menceritakan pagi tadi saat dimobil pada Mario, kalau dia bertemu marni saat di kampung halamannya.
"Kebetulan bertemu saja. ternyata dia dan suaminya sedang liburan di bukittinggi. Dan lewat depan rumah saat macet para tamu yang datang ke pesta.
Ya aku ajak saja mampir sekalian. Walau awalnya mereka menolak. Aku bilang kalau aku kenalan dan teman mereka yang ingin mengajak mampir.
Barulah mereka mau". Jelas Danil.
"Oo. Apa suaminya tidak marah lagi saat bertemu kamu?".tanya mario.
"Tidak. Aku dan fauziah menjamu mereka dengan baik. Bahkan kami berbicara seperti teman.
__ADS_1
Tidak membahas yang lalu. Dan juga tidak mengungkit apa-apa". Jawab Danil.
"Bahkan Fauziah mengajak marni dan anak-anak untuk berbicara sambil makan.
Aku hanya tidak ingin ada permusuhan". Tambah Danil.
"Semoga kalian tidak ada masalah lagi. tetap menjaga keluarga dan pertemanan dengan sesama keluarga masing-masing.
Dengan begitu, pak pendra tidak lagi menyakut pautkan nama kamu lagi dengan anaknya". Ujar Mario.
"Iya. aku hanya tidak ingin lagi terjadi kesalah pahaman antara kami. Karena kami sudah mempunyai keluarga sendiri yang menjadi prioritas utama.
Mungkin dengan bersikap baik ini tidak akan ada kesalah fahaman. Atau rasa curiga lagi.
Aku hanya kasihan dengan marni. Bukan apa-apa, akibat keegoisan orang tuanya, dia menanggung semuanya.
Ulah ucapan papanya, suaminya jadi curiga padaku. Padahal tidak ada hubungannya denganku.
Dari pernikahan paksa. pernah diperkosa, dan terakhir dia pergi dari rumah suaminya Yang kata suaminya selama dua tahun.
Itu semua karena ulah papanya yang egois" ucap Danil.
Apa kamu selalu mencari tahu tentang marni selama ini?!" tanya mario menatap Danil.
"Jangan asal kamu. Selama ini aku tidak pernah memikirkan marni, apalagi mencari tahu.
Kamu ingat tidak, waktu kita di rumah sakit. Bertemu suaminya marni.
Dia mengatakan kalau marni pergi dari rumah orang tuanya, sudah dua tahun. Dan dia curiga aku yang menyembunyikan marni.
Dan waktu di kampungku kemaren dia menceritakan lagi. Kalau ternyata marni pergi dari rumah ke pekan baru. Dan tidak ada hubungannya denganku.
Juga dia minta maaf, karena sudah jauh mencurigaiku. dan masalah ini berawal dari ucapan- ucapan papa mertuanya.
Membuat dia marah dan mendiamkan marni. Hingga marni pergi.
Begitulah ceritanya. Ridho sudah mengerti, Dia hanya salah paham padaku. Itu saja". Jelas Danil.
Mario mengangguk paham. Dengan penjelasan Danil.
__ADS_1
"Aku hanya mengingatkan. Walau sudah baikan. Kamu jangan terlalu dekat.
Jaga keluarga kamu. Bagaimanapun mantan sering hadi penganggudalam rumah tangga". pesan Mario.
"Iya. Aku paham.
mudah-mudahan aku tidak ada hubungan dan masalah lagi kedepanya". ujar Danil.
Setelah mereja berbicara. Merekapun sibuk dengan semua pekerjaan hari ini. Apalagi Danil, banyak berkas yang hanya dia yang bisa memutuskan dan tanda tangani.
Sementara itu, Marni yang sudah berada di kota ini. jadi sering mengunjungi papanya yang masih dirawat.
Semenjak marni datang ke kota ini beberapa hari yang lalu, kesehatan papanya sudah mulai berangsur pulih.
Selain sering datangnya marni dan Ridho membezuk. Menambah kebahagiaan dan Membuat pak pendra lekas pulih. bersemangat untuk sembuh.
Ditambah melihat putrinya yang sudah dua tahun tidak bertemu.
"Papa minta maaf pada kalian. Mungkin karena ego papa, papa jadi sering sakit dan gejala jantung.
Melihat kalian bahagia begini. Papa sangat senang. dengan seringnya kalian datang juga do'a kalian. Papa sudah boleh pulang.
Dan sore ini papa dibolehkan pulang oleh dokter". Ucap pak pendra.
"Iya. Semoga papa tidak lagi memikirkan yang bukan-bukan lagi. Jagalah kesehatan papa.
Kalau bisa istirahat dulu untuk bekerja. Papa cukup mengawasi kantor saja.
Biar pengawai yang lain mengambil pekerjaan dan beri kesempatan untuk pengacara muda yang akan menangani pekerjaan". Ujar Marni.
"Iya. Papa akan menikmati hari tua saja dengan mama kamu. Dan akan bermain dengan cucu-cucu papa saja.
Kalian sering-seringlah berkunjung kerumah. Agar kami tidak kesepian". Jawab pak pendra.
"Inshaa allah pa. Yang penting papa dan mama jaga kesehatan. Agar bisa bermain dengan semua cucu papa". Jawab Marni.
.
.
__ADS_1
.