
Danil dan fauziah berjalan turun menuju mall.
"Kamu ada yang akan di beli tidak?!". tanya Danil saat melewati toko buku. Masih merangkul istrinya.
"Hm.. tidak bang. kita langsung pulang saja. capek". jawab Fauziah. membalas memeluk pinggang danil.
"Baik, abang telfon pak budi". ucap Danil.
Danil menelfon pak budi, dan minta di jemput di lobi mall.
Tidak sampai lima belas menit, pak budi sudah sampai.
"Bang, yang tadi siapa". tanya Fauziah pada danil saatdi perjalanan pulang.
"Hm.. mantan. kami sudah pisah dua tahun yang lalu. karena orang tuanya tidak mau bermenantukan abang. dia juga sudah menikah". ucap Danil.
"Oo. tapi aku melihat dan dengar dari ucapannya tadi, dia masih mengharapkan abang". ucap fauziah.
"Tapi abang tidak. abang sudah punya kamu dan calon anak kita. masa depan abang. dia hanya masa lalu abang". ucap danil merangkul dan mencium kening istrinya.
"Hmm.. ". balas Fauziah.
.
.
Marni Pov
'Bang niel?!'.
Aku melihat bang Danil berjalan di loby mall ****. Aku sedang menunggu temanku berdiri di lobby utama mall.
Dia turun dengan seorang wanita cantik. Memakai baju gamis biru lembut, dan berkerudung. Sangat cantik wanita itu.
Ada mario di jok depan samping supir. tapi kenapa dia tidak turun?. biasa kemana bang Niel pergi pasti mario ada.
__ADS_1
Tapi ini bang Niel turun bersama seorang wanita berhijab. mesra lagi.
Apa bang Niel sudah punya pacar baru?.
Aku penasaran, dan aku mengikuti mereka. kukirim pesan pada temanku, kalau aku sudah masuk mall. nanti akan bertemu di tempat tujuan kami. jika aku sudah tahu tujuan mereka.
Mereka terlihat sangat mesra. Apa wanita itu tidak risih bergandengan dengan laki-laki yang bukan muhrimnya. padahal dia memakai hijab.
Bahkan bang Niel juga tidak sungkan untuk merangkul wanita itu. dan sesekali mencium kepala wanita itu, yang tertutup jilbab.
Waktu pacaran dengan ku saja tidak pernah bang Niel semesra ini, untuk bergandengan tangan saja tidak pernah.
Dia hanya mau mesra saat di atas mobil atau sedang menonton di bioskop. Saat liburan pun, walau sekamar hanya saat menonton film saja dia mau merangkul dan menciumku.
Dan waktu liburan terakhir ke puncak waktu itu kami hampir kebablasan. Hampir melakukan hubungan suami istri, yang belum boleh kami lakukan sebelum halal.
Entahlah, waktu itu setan telah merasuki kami hingga kami sudah telanjang berguling-guling diatas kasur.
Kami yang sudah sepakat untuk menikah. teryata orang tuaku tidak merestui. padahal selama aku dekat dengan bang Niel tidak pernah ada larangan atau sikap orang tuaku yang mengarah tidak setuju. bahkan mereka seperti menerima saja.
Apa bang Niel pacaran secara bebas sekarang?. karena terakhir aku dekat dengan bang Niel hampir melampaui batas. padahal wanita itu sangat tertutup pakaiannya.
Tapi tidak ada kecanggungan sedikitpun dari mereka bermesraan di tempat umum yang kulihat. Membuatku berfikiran negatif dengan mereka.
Apa mereka memang sudah sebebas itu untuk pacaran. Di tempat umum saja begitu mesra, apalagi di rumah, aparteman atau kamar. Pasti mereka ...
Ah pikiran negatifku terhadap mereka semakin nenjadi. aku tahu gaya pacaran anak sekarang, bebas dan melampaui batas(. apalagi bang Niel yang sudah dewasa, pasti sudah tidak bisa menahannya untuk tidak melakukan hal yang dewasa.
Mereka menaiki eskalator lantai demi lantai. Kemana mereka? kalau mereka pergi ke apartemen diatas mall ini tentu mereka menaiki lift.
Jika mereka mau berbelanja. kok hanya berkeliling tanpa singah atau melihat-lihat di toko yang mereka lalui.
Mereka terus menaiki eskalator sampai ke rooftop.
Ternyata mereka memang menuju restoran yang berada di rooftop mall ini.
__ADS_1
Dan mereka ternyata sudah reservasi tempat, terlihat mereka diarahkan oleh pelayan restoran.
Aku juga mau makan malam di restoran ini dengan temanku. ternyata aku dapat duduk arah kedinding, dekat tangga. Karena tidak reservasi terlebih dahulu.
Saat azan magrib mereka pergi sholat ke musholla bawah. mereka melewati meja tempat ku duduk dengan seorang temanku.
Cih.. untuk apa rajin sholat, jika pacaran saja sudah melewati batas, sudah seperti suami istri saja. pikirku.
"Kok kamu melihat mereka begitu sinis?!" tanya temanku saat mereka sudah turun tangga.
"Ada ya, pakaian tertutup. tapi gaya pacaran seperti tidak tahu tempat. mesra-mesraan di tempat umum.
Ditempat umum saja seperti itu, apalagi kalau dikamar. pasti sudah lebih dari itu. Dasar wanita munafik". ucapku kesal.
"Hei.. jangan berfikiran negatif dulu. mana tahu mereka sudah menikah. Atau masih penganten baru. tentulah mesra. dunia terasa milik berdua!". ucap temanku.
"Ah tidak mungkin". ucapku.
Aku tidak percaya kalau bang Niel belum menikah. tidak mungkin dalam waktu dua tahu dia bisa mendapatkan istri.
Bisa saja wanita itu hanya untuk pelampiasan bang Niel saja. Aku yakin, pasti bang Niel sering gonta- ganti pacar atau melakukan hubungan suami istri. Sebab patah hati karena aku tinggal nikah.
Tapi....
Saat mereka selesai makan dengan begitu mesra. Aku sangat terkejut waktu dia mengatakan kalau wanita itu adalah istrinya, bahkan sedang hamil muda.
Aku tidak terima, aku saja yang sudah dua tahun menikah, belum juga hamil.
Apa mereka hamil duluan baru menikah. aku yakin, pasti bang Niel melakukan itu. sangat yakin..
Akan aku cari tahu.
lihat saja. gumamku dalam hati.
Marni pov End
__ADS_1