
Fauziah dan Danil sangat nyenyak tidurnya. selain lelah seharian di perjalanan tadi. Fauziah juga nyaman tidur dipeluk suaminya dengan posesif.
Juga sebelum tidur, danil memijiti kaki dan tubuh fauziah. hingga menambah nyenyaknya tidur mereka.
"Bang. sudah subuh. bangun yuk!". ajak fauziah pada suaminya yang masih memeluk erat wanita hamil tujuh bulan itu.
kakinya melingkar di paha istrinya, dan tangannya melingkar di perut buncit istrinya yang bertemu dengan perutnya.
"Hhmm.. sudah pukul berapa sayang?!". tanya danil.
"Belum lihat bang. lampunya remang-remang!". ucap fauziah.
"Lihat jam yang di dekat lemari, jarumnya kelihatan walau lampu mati!". jawab danil semakin merapat kan wajahnya kedada istrinya yang miring menghadapnya.
Fauziah mlihat kearah dinding di kaki tempat tidur.
"Empat lewat bang. tapi sudah azan subuh!". ucap Fauziah.
"Oh.. itu azan pertama. dari mesjid raya setengah jam menjelang azan subuh berkumandang, akan ada azan pertama. tanda waktu subuh sebentar lagi". Jelas Danil.
"ooo...". jawab fauziah. "Tapi aku mau bangun bang, mau ke kamar mandi". ucap fauziah.
"Ok. abang temani!". jawab danil melepaskan dekapannya.
"Biar sendiri saja bang. mau setor!". ucap fauziah.
"O.. hati-hati!. kalau ada perlu panggil abang!". ucap danil menjarakkan tubuhnya.
Danil menghidupkan lampu meja di samping tempat tidurnya. agar istrinya tidak gelap saat berjalan ke lamar mandi, yang ada di dalam kamarnya.
Selesai sholat subuh. pukul enam kurang danil mengajak istrinya untuk jalan pagi ke taman jam gadang. dan istrinya minum susu hamil terlebih dahulu.
"Sarapan dulu Niel!". ucap ibunya saat menyiapkan sarapan dan kopi untuk ayah danil.
"Kita cari sarapan di sana saja nanti bu". jawab danil.
"Iya. nanti jangan telat sarapannya. kelaparan anakmu nanti!". ucap ibu.
"Baik bu. nanti sampai disana cari makan dulu!. Kami jalan yah, bu. assalamualaikum". ucap Danil.
Lalu danil dan fauziah berjalan keluar rumah. Rumah mereka walau tidak di jalan utama, tapi dekat dengan lokasi jam gadang.
__ADS_1
Hanya membutuhkan waktu lima belas menit jalan kaki. Danil sebenarnya mau memakai mobil. tapi fauziah ingin jalan kaki untuk jalan pagi. karena hanya dekat.
Apalagi sepanjang jalan menuju jam gadang sangat asyik untuk jalan santai. Minggu pagi banyak warga yang maraton pagi, baik di jam gadang ataupun di lapangan wirabraja. Juga ada di jalan utama yang ada di depan lapangan.
tidak sampai lima belas menit berjalan kaki, danil dan fauziah sampai di taman jam gadang.
Ramai grup senam warga yang sedang senam pagi. Danil hanya berjalan keliling taman. membimbing istrinya yang hamil besar.
Melihat istrinya lelah. danil mengajak istrinya duduk di kursi taman. sambil memberikan air hangat yang danil bawa dari rumah.
"Kita sarapan dulu yuk!". ajak danil.
"Baik bang. aku mau bubur putih dan ketupat!". ucap Fauziah.
"Ayo! kita sarapan di los lambuang". ucap danil.
Danil yang lahir dan besar di kota bukittinggi tentu tahu setiap sudut kota kelahirannya. dia sangat hafal seluk beluk kota, tempat bermain dari kecil dengan teman sekolah dulu.
Danil hanya kuliah di jakarta, karena itu ayahnya menerima kerjasama dengan temannya untuk mendirikan perusahaan. agar saat danil lulus kuliah langsung memimpinya.
Selesai sarapan dan berkeliling sebentar, danil pulang mengajak istrinya mengunakan bendi. sejenis alat transportasi mengunakan kuda.
Tidak sampai lima menit naik bendi mereka sampai di rumah orang tua danil. mereka sampai di rumah pukul sembilan kurang.
Beberapa kerabat juga sudah ada yang datang. mereka sibuk di dapur dan juga memindahkan sofa yang ada di ruang tengah ke ruang samping.
Karena akan di gelar permadani untuk acara makan bersama keluarga besar dan kerabat, dan juga mengundang tetangga sekitar dan juga relasi atau rekan bisnis.
Pukul sepuluh, danil dan fauziah sudah selesai mandi dan tukar baju. Danil dan fauziah memakai baju senada. fauziah mengunakan gamis berkombinasi batik sama motifnya dengan kemeja danil.
Danil ikut bantu- bantu mengelar tikar. sementara Fauziah menuju ruang makan yang terlihat ramai keluarga besar sedang berkumpul.
"Fauziah. di sini duduknya!". pangil seorang ibu saat fauziah memasuki ruangan makan.
"Iya bu!". ucap fauziah mendekati ibu-ibu yang duduk lesehan di tikar.
Semua sedang mengobrol santai sambil mengeluarkan masakan yang mereka bawa. untuk hidangan nanti siang. fauziah ikut duduk melihat saja.
Tidak berapa lama datanglah rombongan keluarga besar danil. ada kakek, nenek, om tante sepupu dan kerabat lainnya.
Semua langsung sibuk dengan bawaan untuk hidangan. Juga mengelar seprah makan dan langsung menyusunnya di ruang tengah yang sudah di gelar permadani. Fauziah hanya duduk. karena tidak boleh ikut sibuk membantu oleh tetua.
__ADS_1
Seolah sudah tahu tugas mereka masing-masing, tanpa di komandoi hidangan selesai terhidang.
Dan..
"Ayo, makan!!". ajak ibu dan nenek Danil.
Semua langsung memanggil para tetua, baik laki-laki maupun perempuan. duduk menghadap hidangan yang sudah terhidang.
Ridho dan fauziah pun tidak ketinggalan duduk menghadapi hidangan. menikmati makan bersama menjelang siang. Karena sudah lewat pukul sebelas.
Mereka makan sambil berbincang santai.
"Padahal baru awal minggu kemaren kita berencana untuk acara tujuh bulan Fauziah akhir bulan ini. eh mereka datang lebih awal!". ucap nenek sambil makan.
"Iya. kami di telfon danil beberapa hari yang lalu,kalau dia ingin liburan beberapa hari kesini. makanya aku langsung bilang ke ibu!" ucap ibu danil pada nenek danil.
"Terimakasih nek, ibu. maaf membuat semua sibuk!". ucap fauziah.
"Tidak sibuk kok. memang sudah di rencanakan. hanya waktunya saja maju lebih awal!". jawab nenek.
"Kumpul keluarga kali ini sangat berkesan. Danil membawa istri dan calon penerus Zulkarnaen". ucap kakek danil.
"Terimakasih nek, adang dan etek semua". ucap danil.
Selesai makan, beberapa etek dan adang kembali membersihkan seprah makan. mengeluarkan piring kotor. dan menganti hidangan yang kosong dengan yang baru.
Karena siap zohor tetangga dan teman undangan ibu dan ayah akan datang.
Semua yang datang mengucapkan selamat kepada Fauziah. selain ucapan selamat, tidak lupa mereka yang datang menyalami dengan amplop.
"Bang, kenapa amplopnya langsung di kasih saat salaman?". tanya fauziah pada suaminya saat danil mendekatinya memberi minum.
Fauziah di suruh duduk lesehan di ruang tengah dekat seprah makan. sesekali menyapa dan menyuruh yang hadir untuk menambah lauk atau hidangan lain.
Awalnya fauzuah kaget, kenapa tidak memakai kotak seperti pesta. malah mertuanya memberi sebuah tas sandang, ternyata ini gunanya tas yang di berikan mertuanya.
"Memang begitu sayang, semua saudara, kerabat dan yang datang akan langsung mengucapkan selamat dan menyalami pakai amplop!". jelas Danil.
Fauziah mengangguk paham..
.
__ADS_1
.