
"Sayang.. sudah selesai belum?!". tanya danil saat istrinya lama dikamar mandi saat mereka sampai di rumah mereka yang ada di gedung kantor.
"Abang masuk saja. tidak dikunci kok". jawab Fauziah.
Danil masuk kekamar mandi yang berada dikamar mereka.
"Kok mandi sayang, sudah malam. tidak baik untuk ibu hamil. nanti masuk angin". ucap danil membatu istrinya menasang bathrobe.
"Tidak mandi ko bang, cuma lap tubuh saja dengan handuk basah. gerah". jawab Fauziah.
Mereka sampai di rumah sudah hampir setengah sepuluh. dan mereka tadi sudah sholat isya terlebih dalulu saat baru sampai.
Setelah sholat Fauziah kamar mandi, ternyata melap tubuhnya yang gerah dengan handuk yang di bilas air hangat.
"Ayo abang bantu mengambil pakaiannya".ucap danil mendudukan istrinya di kursi depan meja rias.
Lalu dia mengambil baju tidur terusan panjang untuk istrinya.
"Dalaman mana bang?!". tanya Fauziah.
"Tidak usah pakai. biar lega". jawab danil.
"Uh abang, bilang saja mau...". jawab fauziah tetap memakai baju tidur yang diambil suaminya.
Malam itu mereka tidur dengan nyenyak. karena sudah kenyang dan juga capek, tadi sore berjalan lama.
.
"Niel... lihat ini!". ucap mario memberikan ponselnya pada Danil.
Hhfff
Danil menarik nafasnya.
Terlihat disana foto danil dan marni semalam. Saat mereka berbicara di parkiran.
Wajah danil memang tidak jelas kelihatan. karena danil memakai jaket bertopi. juga pengambilan fotonya dari samping, dan danil sedang melihat kebawah. hanya wajah marni terlihat jelas. Duduk di samping.
Hanya tulisannya sangat tidak enak untuk dibaca.
*Danil, sang mantan yang diam- diam menemui mantan pacar yang sudah menikah, dan sang mantan juga sedang hamil*.
Sungguh, Danil ingin memaki orang yang membuat berita. Untung yang menulis berita itu tidak membuat namanya.
"Siapa yang membuat berita sampah begini Yo. kalau sampai menyangkut nama perusahaan bisa kacau nanti". ucap Danil.
"Tenang Niel. Belum semua yang kenal dengan kamu itu mereka tahu kalau kamu pimpinan perusahaan ini.
Apalagi keluarga Marni. kan mereka tahunya pegawai biasa". hibur Mario.
"Ini menulis namaku Yo?!".
"Jangan terpengaruh Niel. diperusahaan kan kamu di panggil Afda Zulkarnain. Aman lah".hibur mario.
Ya. danil memang di perusahaan di panggil oleh teman dan bawahan bapak Afda. Nama Daniel itu hanya panggilan teman sekolah danil. Juga beberapa keluarga dan kerabat. Tapi keluarga inti banyak memangil Aniel.
"kamu tolong selidiki akun itu. Apa dia yang merencanakan ini semua". geram Danil.
"Aku akan menghubungi marni. akan aku selesaikan hari ini". ucap mario.
"Biar aku yang menghubunginya. aku ingin tahu apa maksudnya ini". ucap danil geram.
"Baik. apa aku panggil dia". tambah mario.
__ADS_1
"Kita tunggu sampai sore ini. apa dia akan berbuat lebih, baru Aku telfon dia. aku malas untuk bertemu.
Mungkin saja dengan mengajak bertemu itu akan membuat dia merasa diinginkan. dan mungkin dia akan menjebak lagi. jawab Danil.
"Baik".
Mario izin keluar ruangan danil. dan menuju keruangannya untuk melanjutkan pekerjaan. tapi dia tidak diam. dia akan menyelidiki semua.
Dia menyuruh seseorang untuk mendekati marni. apa marni yang menyuruh seseorang untuk memoto dan menyebarkan di medsos.
Dan ingin dapat jawaban sore ini. Sekarang masih kurang pukul sembilan pagi.
Danil tidak begitu memikirkan postingan tadi. dia lebih fokus dengan pekerjaannya. Karena saat ini akhir bulan. dan awal bulan akan banyak pekerjaan yang akan di kerja kan.
Hari ini tidak ada jadwal rapat dan pertemuan. Danil hanya fokus memeriksa dokumen hari ini.
Pertemuan hanya akan diadakan esok hari. itupun hanya sore hari.
Ponsel Danil dari tadi silih berganti berbunyi. Mungkin banyak yang dibahas di pesan grup. pikir danil. danil tidak menanggapinya.
Sampai istirahat siang Danil tidak membuka pesan di hpnya. Dia hanya fokus dengan pekerjaannya.
Saat istirahat siang danil pulang untuk sholat dan makan. Hanya beberapa langkah pulang kerumah.
Danil di sambut fauziah dengan segelas air putih hangat.
Sebelum makan siang danil dan fauziah sholat zuhur terlebih dahulu. Selesai sholat mereka berbincang sebentar di ruang tengah.
"Bang. Sudah lihat hp belum??". tanya fauziah pada suaminya.
"Tentang apa?!". tanya Danil. tidak tahu masalah apa.
"Foto abang". jawab fauziah.
Tapi kalau sudah menganggu beritanya abang tidak akan tinggal diam". jawab danil merangkul istrinya. mengecup kening sambil mengelus perut buncit istrinya.
"Apa tidak akan berpengaruh dengan perusahaan. kan abang yang ada falam foto".
"Tidak usah cemas. abang sudah menyiapkan sesuatu jika mereka buat masalah.
Abang mau cari siapa yang memposting. kan akunnya fake. Apa disuruh marni atau bukan.
Abang menunggu tanggapan Marni dulu. Kan akunnya yang di tag. Akun abang kan tidak ada, tidak ada yang tahu maksudnya". ucap Danil.
"Memang Abang punya akun medsos?!". tanya fauziah.
"Ada. Dulu waktu kuliah abang punya akun medsos. marni juga tahu itu.
Tapi saat abang sudah tidak ada hubungan dengan marni. akunnya abang kosongkan. abang hapus semua pengikut dan yang diikuti.
Akunnya juga ganti nama. tentu semua pengikut abang sudah tidak tahu. dan kehilangan". jawab Danil santai.
"Tentu banyak foto kenangan sama mantan!!". ucap fauziah cemberut.
"Banyak. makanya abang hapus semua. dan akunnya kosong. tanpa postingan, tanpa pengikut dan tanpa diikuti". jawab Danil
"Hhmmm... Terus kalau beritanya melebar bagaimana?!".
"Ya tunggu tangapan marni dulu. kalau memang dia yang menyuruh orang mempostong. abang akan bertindak!". jawab danil.
"Bagaimana kalau akun fake itu punya marni?!". ucap fauziah.
"Abang akan bikin perhitungan". ucap Danil.
__ADS_1
"Hhmm.. tapi abang harus hati-hati. mungkin dia masih punya maksud lain pada abang". ucap fauziah.
"Tentu. ini pasti akan selesai. jamu jangan terpengaruh". ucap danil.
Mereka makan siang dengan nikmat. karena berbincang setelah sholat, juga melakukan olah raga siang sejenak. dan mandi siang. hingga makan siang sangat nikmat untuk menganti tenaga yang terkuras sejenak tadi.
Fauziah sudah menyiapkan makan siang untuk mereka berdua. Dan makan dengan lahap, dengan Danil menyuapi istrinya.
.
"Niel....!!". Pangil mario masuk ruangan Danil.
Danil yang sedang fokus memeriksa berkas dikejutkan dengan kedatangan Mario yang tiba-tiba.
"Mario.. bikin kaget saja kamu!. ada apa??". Tanya Danil.
Mario hanya memberikan ponselnya. menampilkan foto yang pagi tadi Danil lihat.
Banyak tangapan negatif menjelekan danil. bahkan cap pebinir di sematkan padanya.
'Mantan yang gagal move on'
'Pebinor l.... Mr.D'
'Kacau mah. mantan hamil masih di ajak ketemuan'
'Dasar laki-laki. pebinor!!!'
Banyak lagi tulisan menghujat danil. membuat danil geram.
Lalu dia mengambil ponselnya, di atas meja kerjanya untuk menelfon Marni.
Terdapat banyak panggilan tak terjawab. Chat grup alumni kuliahpun sudah lebih seribu.
Tapi dia mengabaikan panggilan tak terjawab dan chat. dia fokus mencari kontak marni. kontak yang dia blokir dua tahun yang lalu. saat danil memutuskan marni.
Tapi danil tidak menemukannya.
Lama danil menscroll, tidak juga ditemukan.
"Niel. hpmu sudah kamu ganti kan?!. mana ada kontak marni!". ucap mario. seolah tahu Danil mencari kontak marni.
Danil hanya mengangguk.
"Lalu. bagaimana aku menghubunginya?!". ucap danil galau.
Hhffff.
"Lihat di grup alumni kuliah kamu. kamu kan satu jurusan dan satu angkatan dengan dia.
Jangan lupa buka blokir kontaknya. Agar bisa kamu telfon. dan...."
"Iya... brisik!!. tidak tahu orang sedang pusing. ngoceh terus". ucap Danil kesal. karena dia lupa sudah ganti hp.
"Ya ya... aku diam". jawab mario mengalah.
"hah..... gila".
Ucap mario saat membuka pesan chat grup.
.
.
__ADS_1
.