Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 70


__ADS_3

Marni yang dari malam itu dimarahi ridho. karena suaminya itu merasa malu telah meremehkan danil. karena menawarkan tumpangan kepada danil dan istrinya untuk pulang.


Ridho yang menganggab danil jalan kaki. Ternyata menaiki mobil mewah edisi terbatas. Hingga ridho merasa malu.


Flashback.


"Kenapa tidak kamu bilang dia punya mobil?!". ucap ridho saat marni menaiki mobil.


Marni ditinggal saja oleh ridho saat tahu danil menaiki mobil mewah. Padahal tadi mesra saat di dalam restoran dan dekat danil dan istrinya.


"Mana aku tahu bang!. aku juga tidak pernah bertemu dengannya!". jawab marni kesal.


"Bilang saja mau bikin aku malu!.


Apa kamu masih mau mengharapkan dia kembali padamu.


Kalau kamu mau pergi dengannya!. lahirkan dulu anakku itu!". ucap ridho kesal.


"Kenapa sih bang marah-natah bawa dia. aku sudah tidak ada hubungan lagi dengannya.


kan abang lihat. Dia sudah menikah, akupun juga. istrinya sedang hamil, akupun juga. tidak mungkin aku dan dia akan punya fikiran untuk kembali bersama.


Abang kalau mau marah ya marah saja. mau malu ya tanggung sendiri!". Marnipun kesal menjawab.


Karena suaminya marah tidak tentu arah.


"Kamu itu sangat pandai berkilah. Aku hanya kecewa. kata orang tua kamu dia hanya pegawai rendahan.


Tidak mungkin dalam dua tahun dia bisa beli mobil yang harganya lebih dua puluh milyar.


Apa dia pekerja sejaligus supir perusahaan!". ucap ridho mengomel sendiri.


Marni hanya diam, tidak menanggapi ocehan suaminya.


Hingga sampai di apartemen, ridho meninggalkan marni diparkiran. Ridho langsung saja keluar mobil tanpa menghiraukan istrinya.


Marni hanya geleng-geleng kepala, melihat tingkah suaminya yang kesal tidak jelas.


'Mau dia jalan kaki. mau pakai mobil mewah. aki juga tidak peduli dengan mereka. kok bang ridho yang sewot!'. gumam marni.


Berjalan jearah lift. yang sudah lebih dahulu di masuki suaminya.


Tapi..


Saat pintu lift tertutup, dan marni masih beberapa langkah lagi. Suaminya malah membiarkan pintu lift tertutup. Hingga marni terpaksa menunggu lift sebelah. yang ternyata masih di lantai tertinggi.


Mau pindah ke lift yang berada di loby samping marni capek berjalan kesana. lebih baik menunggu saja, pikirnya.

__ADS_1


Hingga marni sedikit telat sampai di apartemennya.


Tapi suaminya malah marah-marah.


"Lama sekali sih jalannya?. seperti siput!". ucapnya saat marni memasuki apartemen.


"Kan menunggu lif berikutnya bang!". ucap marni.


Dia masuk kedalam kamar, untuk berganti pakaian karena gerah dan capek.


"Kamu itu apa tidak penasaran dengan mantan kamu yang punya mobil mewah sekelas sultan begitu?". tanya ridho saat marni selesai menukar bajunya denga baju yang lebih longar.


"Tidak bang. kan itu hak dia.


Mau punya mobil mewah atau tidak punya mobil juga tidak aku fikirkan.


Aku sudah tidak ingin memikirkan yang lain, selain kehamilanku dan diriku sendiri!". ucap marni memasuki kamar mandi.


Lalu dia sholat Isya yang sudah telat. karena sudah hampir setengah sepuluh malam.


Suaminya malah diam tiduran di atas kasur.


Padahal semenjak dua bulan ini, setelah dia tahu istrinya hamil. dia sering ikut sholat jika istrinya sholat.


"Aku masih penasaran. mobil siapa yang dia bawa. tidak mungkin petinggi perusahaan meminjamkan mobil pada seorang bawahan!". ucap ridho saat marni sedang melipat alat sholatnya.


"Apa jangan-jangan dia itu..".


"Tidak usah di fikirkan bang. selagi tidak menganggu kita biarkan saja". ucap marni.


"Menganggu sih tidak. cuma aku tidak mau kalah dari mantan kamu.


Papa saja yang memimpin usaha hotel besar saudara temannya tidak bisa membeli mobil itu.


Padahal bonus papa setiap akhir tahun bisa membeli satu unit mobil pa****. butuh dua puluh tahun papa bekerja baru bisa membeli mobil itu!". jawab ridho.


Dia membayangkan harga mobil yang di kendarai danil tadi.


"Memang hotel yang di pimpin papa bukan usaha keluarga?!". tanya marni.


Yang baru tahu. padahal keluarga marni tahunya hotel besar kelas internasional itu punya papa mertuanya. pak Sultan.


"Bukan. Hotel itu yang dari cerita teman papa, punya sepupunya. sepupunya itu seorang pengusaha kontraktor.


Di hotel itu dulu papa bekerja sebagai marketing manegernya. Tapi hotel itu bangkrut, karena hutang ke bank, ulah punya istri muda yang suka shoping keluar negri.


Dia mengambil alih hotel tersebut. Dan pengusaha kontraktor itu membayar penuh kepada bank. Dan tetap menjadikan papa pimpinan di hotel itu. Karena anaknya belum bisa memimpin hotel itu.

__ADS_1


Kabarnya anaknya masih dibawah tiga puluh tahun umurnya. dan juga sedang memimpin usaha yang lain!.


Makanya masih papa yang mengelola". jelas Ridho.


Marni hanya mengangguk saja. Paham ternyata bukan keluarga ridho yang punya hotel itu.


Dia memejamkan matanya, yang mulai terasa berat.


"Aku masih penasaran. kenapa mantan kamu bisa memakai mobil seharga dua puluh milyar lebih!". gumam ridho.


Hhfff


"Bisa sajalah bang. kan dia pimpinan perusahaan AZ Putra Utama?!. Apa sih yang tidak bisa di beli. pulau saja pasti bisa dia beli!". balas marni dengan mata masih terpejam.


"Apa!!!!". Ucap Ridho keras.


"Astaghfirullah ...". kaget marni.


"Apa kamu bilang?!. pimpinan perusahaan AZ?!". tanya ridho melotot pada marni.


"Papa yang bilang. saat aku menginap di sana waktu itu!". jawab marni


malas melihat wajah kaget suaminya yang seperti mau menerkamnya.


"Pantas kamu mengemis minta balik padanya!". ucap Ridho.


Dan


Karena ridho yang kesal. maka sejak malam itu Marni jadi pelampiasan nafsu bejad suaminya.


padahal marni sedang hamil.


Flashback off


Marni yang lemas, pagi ini sangat tidak bersemangat bangun. Setiap malam marni di gempur suaminya.


walau libido marni yang sedang hamil sangat tinggi, tapi kalau tiap malam bisa dua atau tiga kali melayani suami, tentu lelah juga.


Ridho yang kadang emosi bahkan sedikit kasar saat melampiaskan nafsunya. hinga tiap pagi perut marni sering kram.


Dan pagi ini, marni merasa.


"Apa?!. dirumah sakit?!". ucap ridho saat marni menelfonnya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2