Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 13


__ADS_3

Sesampai di rumah Danil dan fauziah melaksanakan sholat isya terlebih dahulu.


Baru membersihkan tubuh mereka, Fauziah mandi air hangat sebentar saja. tidak boleh oleh danil karena istrinya itu hamil. Waktupun sudah lewat jam sembilan.


Selesai fauziah mandi, gantian Danil yang mandi.


"Kamu tidur dulu ya. abang ada kerjaan sedikit". ucap Danil mengiring istrinya menuju ranjang untuk duluan tidur.


"Aku ikut abang. mau menemani abang bekerja. sambil mengetik tugasku". jawab Fauziah.


"Boleh, kalau kamu belum mengantuk". ucap Danil.


"Ayo". lanjutnya, sambil membimbing istrinya menuju ruang Kerjanya yang berada di lantai bawah.


Danil membawa tas laptop istrinya. yang dia ambil di atas meja yang berada di kamar besar mereka.


Rumah Danil sekarang tidak lagi rumah yang dia tempati dua tahun yang lalu. Rumah ini adalah rumah baru yang diberikan om tarmizi, hadiah pernikahan mereka.


Perusahaan yang di pimpin Om danil mendapat tender proyek baru membuat perumahan mewah. yang berada di tengah kota. Dan om tarmizi bekerjasama dengan ayah danil mengerjakan proyek besar itu.


Hingga Danil pun mendapatkan sebuah rumah dikawasan elit, ada pengusaha juga beberapa artis yang tinggal disana.


Pejabat negara saja mungkin tidak akan mampu membeli rumah dikawasan ini. Jikapun mampu, pasti pejabat itu berlatar belakang pengusaha dan punya usaha tambahan.


Bahkan tetangga sebelah rumah danil seorang youtuber yang ke kayaannya berlimpah. Juga yang di ujung jalan paling depan adalah anak seorang pengusaha televisi swasta.


Danil membimbing istrinya menuruni tangga. menuju ruang kerja danil yang berada di dekat ruang tamu.


"Buk Ratih, bikinin Susu untuk Zizi ya, untukku kopi pahit. sekalian cemilah dan buah buat zizi. Diantar keruang kerja ya buk". ucap danil pada artnya.


Danil memanggil istrinya Zizi.


"Baik nak danil". jawab artnya.


Danil mempekerjakan sepasang suami istri sebagai art. Buk Ratih dan pak ahmad. mereka tidak mempunyai anak, walau sudah menikah hampir tiga puluh tiga tahun.


umur pak ahmad sudah lima sembilan tahun, dan buk ratih sudah limapuluh dua tahun. Mereka dulu bekerja di rumah om tarmizi. omnya danil.


"Kamu duduk disini saja mengerjakan tugasmu". ucap Danil.


Meletakkan laptop istrinya di meja kerjanya yang besar. Lalu menarik sebuah kursi yang hampir sama besarnya dengan kursi kerjanya. Dan duduk berdampingan.


Danil dan fauziah sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Danil sibuk menyelesaikan memeriksa beberaoa berkas, sementara Fauziah sibuk mengetik tugas kuliahnya.


Fauziah saat ini sedang ujian. karena dia kelas online maka tugas ujiannya dikirim setiap hari kepada dosennya.


Danil mengerjakan pekerjaannya tidak sampai satu jam, sementara fauziah masih ada sedikit lagi yangbakan di ketiknya.

__ADS_1


"Masih banyak sayang". tanya danil mendekatkan kursinya.


"Sedikit lagi bang". jawab fauziah.


"Hmm.. boleh abang bantu mengetiknya?!".


"Tidak usah bang. paling satu halaman lagi. nanggung". jawab fauziah.


"Baiklah". ucap danil.


Dia merapikan berkas yang baru siap di kerjakannya. dan memasukan kedalam tas kerjanya, agar besok tinggal bawa.


Setelah selesai istrinya mengerjakan tugas, mereka bersiap-siap untuk kembali kekamar.


Saat keluar ruangan kerja danil pintunya langsung otomatis terkunci. karena semua ruangan dirumah ini memakai kunci sidik jari. ruangan kerja dan kamar hanya menakai sidik jari danil dan istrinya.


Sedangkan untuk rumah juga pakai sidik jari Buk Ratih dan suaminya. Rumah modern nan canggih.


Pagar rumahpun tidak bisa dimasuki sembarang orang. Selain perumahan yang dijaga keamanan ketat. juga di lapisi alat canggih.


Tidak sembarang orang atau tamu bisa memasuki komplek. Hanya yang punya akses saja bisa masuk perumahan elit ini.


"Kamu pasti capek, tadi sore lama berjalan. Abang pijit sebentar". ucap danil mengajak istrinya selonjiran di atas kasur.


Fauziah ikut saja, karena memang agak capek kakinya. Danil memijit kaki dan betis istrinya.


Tidak berapa lama Danil memijit kaki istrinya, fauziah tertidur.


Danil tersenyum, melihat istrinya yang tertidur nyaman. Dia menyelimuti istrinya.


Danil mematikan lampu utama dengan remot yang berada di atas nakas, dan menganti dengan lampu tidur. Kemudian ikut tidur disamping istrinya, sambil memeluknya.


"Selamat tidur istriku". ucapnya mencium kening istrinya lama.


Danil ingat, Waktu menikah beberapa bulan yang lalu, istrinya begitu menjaga jarak.


Istrinya itu sebenarnya belum mau menikah. Selain ingin kuliah, dia baru saja lulus pesantren setingkat sma. umurnya masih sembilan belas tahun.


Dan Danil yang sudah sedikit bisa melupakan mantan pacarnya, mau menikahi fauziah.


Bukan untuk balas dendam. tapi ingin melanjutkan hidup kedepan. tanpa bayang-bayang masa lalu.


Apalagi umur yang hampir kepala tiga, hampir duapuluh delapan tahun. tidak mungkin untuk berlarut-larut dalam kesedihan.


Danil tidak menyangka, kalau dalam waktu secepat ini dia bisa melupakan marni, yang dia rasa adalah jodoh nya, karena sudah bersama hampir tujuh tahun.


Flashback

__ADS_1


"Aku mau menikah dengan abang. tapi tolong izinkan aku untuk kuliah. karena aku ingin menjadi guru". Ucap Fauziah waktu itu.


Waktu itu mario mengatakan kalau Danil mau menikahi Fauziah. saat mereka pulang dari membeli buku untuk perpustakaan taman pendidikan Al qur'an milik ayah fauziah.


Mereka berbicara di dekat mobil saat Danil dan mario akan pulang.


"Aku akan izinkan kamu kuliah. tapi harus dekat perusahaanku, universitas Ahlusunnah, agar aku bisa mengawasi kamu". tawar Danil.


"Kenapa aku harus diawasi. aku ingin kuliah di negri. aku sedang menunggu hasil tes ptn". ucapnya.


"Tidak kuliah atau kuliah dekat perusahaanku". tegas Danil.


"Hfff... belum menikah kamu sudah egois". ucap fauziah kesal.


"Pilihan ada ditanganmu. Aku pergi dulu, pertimbangkan saja. Assalamualaikum". ucap Danil memasuki mobil yang sudah ada mario di depan kemudi.


Fauziah memandang kesal.


"Kenapa fauziah jelihatan jessl. Apa yang kamu diskusikan?!.mau seperti dinovel-novel itu. menerima pernikahan untuk menyenangkan hati orang tua.


Dan kalian merencanakan nikah kontrak??!". ucap mario mengemudikan mobik keluar halaman sekolah tpq yayasan milik orang tua Fauziah.


Tuk...


"Aduh...".


Danil memukul bahu mario yang sedang mengemudi.


"Dia menerima pernikahan. tapi dia ingin kuliah, karena ingin menjadi guru. Aku menawarkan untuk kuliah di universitas swasta dekat kantor.


Dia ingin di negri. ya jadi aku bilang saja, kuliah di tempat pilihanku atau tidak kuliah sama sekali". jelas danil.


"Mulai bucin. katanya masih belum move on". ledek Mario.


"Bukan bucin. cuma ingin lebih dekat saja. kamu kan lihat, dia seperti sulit untuk dekat padaku.


Apa jadinya nanti kalau kami menikah. Dia sibuk, aku sibuk kapan dekat dan saling kenalnya". jelas Danil lagi.


"Hhmm .. aku paham. aku mendukungmu. semoga. kalian bisa saling melengkapi". jawab Mario.


Sepulang dari membeli keperluan


.


.


.

__ADS_1


Like & coment ya 🙏


Terimakasih sudah mampir buat Sobat reader ottor 🥰😘


__ADS_2