Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 33


__ADS_3

"Marni tidak hamil anak ridho..."


Bu nora ingin bicara. tapi pak pendra meletakan jari dibibirnya agar bu nora diam.


"Tadi si Danil memperdengarkan rekaman suara Marni menangis mengadu pada danil.


Kalau dia hamil karena....


Diperkosa". ucap pak pendra pelan.


Bu Nora kaget. nampak dari raut wajahnya. Mata yang melotot, mulut terngangga.


Tapi dia tidak bisa berucap. karena pak pendra masih menyuruhnya diam.


"Makanya aku ingin bertanya langsung pada Marni di rumah. Aku tidak ingin pak Sultan dan Ridho marah. hingga keluarga kita hancur dan juga karirku yang ku bangun selama ini hancur tanpa sisa". ucap pak pendra masih berbicara pelan nelihat kearah istrinya. Setelah diam beberapa saat.


"Makanya... kamu usahakan marni datang tanpa di dampingi ridho.


Cari alasan agar mereka tidak curiga atau bertanya kenapa marni di suruh pulang sendiri". tambah pak pendra.


Mereka saling pandang dalam diam.


"kabarkan marni segera". ucap pak pendra pada istrinya.


Lalu pak pendra menghidupkan mobilnya lagi. untuk melanjutkan perjalanan.


Bu nora masih terdiam mencerna ucapan suaminya. dan memikirkan cara untuk nenyuruh marni mampir.


"Bilang saja kalau mama sedang ingin di temani makan siang di rumah. karena papa sedang dikantor". ucap pak pendra pada istrinya yang masih terlihat binggung.


Lalu buk Nora menelfon.


"Waalaikum salam..."


"..."


"Kamu sudah pulang?!


"Ooo


"Bisa tidak sebelum kamu pulang ke aparteman mampir kerumah. temani mama makan siang.


"Papa akan kekantor..


"Iya..


"Mama tunggu


"...


Pak pendra melajukan mobilnya supaya cepat sampai di rumah.


Seperti sudah tahu kalau marni akan datang. pak pendra tidak bertanya pada istrinya. dan istrinya juga tidak berbicara.


Sekitar setengah jam mereka sampai di rumah.


"Ma. kalau Adit datang suruh keruangan papa ya!". ucap pak pendra pada istrinya.


"Papa tidak jadi kekantor?!". tanya Bu nora.

__ADS_1


"Tidak. papa mau bertemu Adit. ada yang ingin kami bicarakan". jawab pak pendra memasuki ruang kerjanya.


"Boleh mama bertanya tentang marni?!. yang....".


"Nanti. kita bicara dengan marni. kalau marni datang panggil papa!". ucapnya tanpa memberhentikan langkahnya memasuki ruangan kerjanya.


Bu nora yang pusing menuju sofa dan mendudukan bokongnya kasar kesofa empuk yang berada di ruangan tamu.


Hfff....


"Bik... bik ida!!". panggilnya.


"Iya buk. ada yang bisa bibi bantu?!". ucap bibi yang dipangil. seorang wanita yang berumur sekitaran empat puluh tahun.


"Bibi masak makanan kesukaan marni ya bik. mungkin sebentar lagi marni datang berkunjung". ucap inu nora.


"Baik buk". jawab bik Ida. pembatu rumah pak pendra yang biasa membantu memasak.


Bi Nora memijit keningnya yang pusing, memikirkan ucapan suaminya tadi. tentang kehamilan marni.


Padahal dia ingin bertanya lebih. tapi suaminya tidak membolehkan berbicara tadi. harus menunggu Marni anaknya. padahal dia sangat ingin bertanya sekarang.


Tidak berapa lama datang seorang. Adit, seorang karyawan kepercayaan suaminya. Dengan kata lain asisten pribadi suaminya. yang kata suaminya tadi akan datang.


"Assalamualaikum bu. apa pak pendranya ada dirumah?!". tanyanya, saat memasuki ruangan tamu.


"Silahkan masuk ke ruang kerja bapak saja Adit. bapak ada di dalam". jawab bu nora.


"Baik bu. terimakasih". ucap adit karyawan pak pendra menuju ruang kerja bosnya itu.


Bu nora masih duduk di ruang tamunya. dia menunggu kedatangan marni. yang kata marni akan datang menjelang makan siang.


Sebenarnya dia ingin tiduran, karena kepalanya pusing. tapi dia tidak sabar menunggu kedatangan marni.


"Assalamualaikum pak..". ucap adit saat memasaki ruang kerja bosnya. yang terbuka sedikit pintunya.


"Waalaikum salam Dit. masuk!. tutup pintunya sekalian!". jawab pak pendra berdiri dari kursi kerjanya. dan duduk di sofa besar di deoan meja kerjanya.


"Baik pak!". jawab adit menutup pintu dan menuju sofa yang berada di tengah ruangan kerja pak pendra yang sudah diduduki pak pendra.


"Aku ingin kamu menyelidiki di Danil. danil punya rekaman suara marni yang ..... ...". pak pendra menceritakan yang dia dengar tadi dari ponsel Danil.


"Apa saya bisa percaya saja dengan rekaman itu dit?!. Atau danil hanya mengancamku agar nencabut tuntutanku padanya, yang sudah menganggu rumah tangga marni". cerita pak pendra pada asisten pribadinya itu.


"Kamu tahu adit?!. sekarang marni sedang hamil. keluarga pak sultan sangat senang akan mendapat cucu sebagai penerus perusahaan dan penerus marganya.


Mereka sangat berharap cucu yang didalam kandungan marni laki-laki.


Sekarang kehamilan marni baru tiga bulan. dan sangat diagung- agungkan sebagai penerus gemilang dan marga Aa.


Pusing aku dit. jika yang diberitahu danil akan mempengaruhi keutuhan rumah tangga marni dan keluargaku". ucap pak pendra.


"Sebaikya bapak tanya sama marni dulu. apa rekaman itu benar atau tidak.


Baru kita bisa menindak lanjuti langkah selanjutnya.


Kita tidak boleh salah langkah. kalau kita lanjut mempidanakan danil, danil bisa saja mengirim rekaman itu pada keluarga pak sultan.


Jika rekaman itu tidak benar tentu akan berakibat buruk buat marni dan rumah tangganya". usul sang asisten.

__ADS_1


"Itu yang aku fikirkan dit. aku tidak ingin gegabah.


Aku minta kamu menyelidiki si Danil itu. Dimana dia bekerja dan tinggal.


kalau bisa kamu buat dia bungkam. dan beri efek jera agar tidak menganggu Marni lagi". ucap pak pendra.


"Baik pak. akan saya kerahkan anak buah kita untuk menemukan Danil.


Siapa nama kengkapnya pak?!". tanya Adit.


"Danil putra utama. Itu dulu aku dengar saat wisuda empat atau lima tahun yang lalu.


Marni juga pernah menulis nama itu di buku saat mereka masih bersama". jelas pak pendra.


"Baik pak. Apa bapak tahu dia bekerja dimana sekarang. atau tempat tinggalnya. aku butuh info untuk mengarahkan anak buah saya untuk menemui danil ". ucap Adit.


"Hmm.. aku kurang tahu dit. Waktu masih dekat dengan marni dia pernah bekerja di perusahaan ekspor impor disini. tapi tidak tahu nama perusahaannya". jawab pak sultan jujur.


"Mungkin ada petunjuk lain pak. tentang keluarga misalnya. pasti dia bekerja tidak jauh dari bisnis keluarga. jika keluarganya punya". ucal Adit memberi saran.


"Yang aku tahu dari cerita marni dulu, keluarganya punya toko bangunan di salah satu kota di sumbar sana. Dan dia lulusan ekonomi akutansi, sama dengan Marni.


Apa mungkin dia bekerja di sumbar sana?!. tapi kok ada foto marni dan dia malam-malam di parkiran?!.


Apa dia sengaja menemui marni lagi?!. ingin minta kembali pada marni". ucap pak pendra penuh pertanyaan.


"Hmm. tidak ada petunjuk ya pak". ucap Adit.


Mereka sama-sama terdiam.


"Oh ya. apa selama mereka putus pernah tidak mereka bertemu?!". tanya adit.


"Kurang tahu Dit. Semenjak marni menikah dua tahun yang lalu. aku tidak pernah tahu apa mereka pernah bertemu atau tidak.


Sebab marni langsung tinggal dengan suaminya di apartemen pusat kota. Dan marnipun datang kesini menemui mamanya saat aku tidak dirumah.


Jadi kurang tahu juga". jawab pak pendra.


"Oo begitu. Sebaiknya bapak tanya marni dulu. cari tahu yang sebenarnya. baru kita bisa bertindak.


Apa karena vidio yang marni ucapkan semalam yang membuat Danil menelfon bapak". ucap Adit.


"Iya. Marni bilang kalau danil mengajaknya balikan. Semalam aku dan mertuanya membuat berita kalau memang mereka bertemu. Dan akan konfrensi pers paginya.


pagi tadi kami membuat laporan kekepolisian dengan tuntutan perbuatan tidak menyenangkan pada danil.


Dan melakukan konfrensi pers jam sembilan lewat. Ternyata dia menonton konfrensi pers itu, dan menelfonku. Seperti yang aku katakan tadi". jelas pak pendra.


"Hff... aku terkejut mendengar. rekaman itu benar atau tidak. maka aku langsung menstop dulu tadi.


ingin bertanya langsung pada marni". jawab pak pendra lagi.


"Sebaiknya begitu".


"Marni sekarang sedang menuju kemari. akan aku tanya pada marni. kalau danil hanya mengertak saja".


"Aku menunggu kabar dari bapak setelah berbicara dengan marni. apa yang akan kita lakukan setelah dapat cerita dari marni.


Kalau begitu aku kekantor dulu pak. aku tunggu kabar selanjutnya". ucap adit.

__ADS_1


"Ya silahkan Dit. nanti aku kabarkan padamu". jawab pak pendra.


.


__ADS_2