Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 38


__ADS_3

"Kalian menginaplah sesekali disini. ibu kangen ditemani makan dan mengobrol". ucap bu nora saat ridho dan marni pamit pulang.


Mereka pulang keapartemen setelah selesai sholat magrib dan amakan malam bersama. karena ridho sampai dirumah mertuanya menjelang magrib


"Insya allah kami akan menginap saat tidak sibuk. saat ini aku sedang sibuk sampat akhir bulan.


awal bulan kami usahakan untuk menginap mah". jawab Ridho sopan.


Marni melihat suaminya yang gagah dan ganteng maksimal, berbicara sopan pada orang tuanya.


orang yang mendengar saat Ridho betbicara, tentu tidak akan ada yang tahu kalau dia penyuka pedang. Dia sangat jantan dan berwibawa.


Entah apa yang menyebabkan suaminya itu menyimpang. hingga menyukai...


Tapi... Marni akan malu mengingat saat dia menerima nafkah batin dari suami gagahnya. tidak ada terlihat kalau suaminya itu menyimpang.


Makanya marni tidak bisa menolak suaminya mendatanginya untuk beribadah.


Apalagi saat makan malam bersama orang tuanya barusan.


Ridho sangat perhatian dan membantu marni mengambilkan lauk yang marni inginkan. Sangat manis perlakuannya.


Sampai marni bingung. apakah ini suaminya?. selama dua tahun lebih menikah. tidak sekalipun Ridho menyendokan nasi untuk marni.


"Kamu mau tambah nasinya marni?!". tanya ridho saat nasi di piring marni hampir habis.


"Tidsk bang aku sudah kenyang". jawab marni.


selama ini hanya sarapan pagi sering mereka lakukan. Itupun hanya banyak diam. ridho hanya bicara,


"Aku telat pulang nanti.


"Aku keluar kota


"Belanja sudah di transfer


Tidak pernah bertanya, apa, kenapa, dan mengapa pada marni. Bahkan bertanya mengenai kesehatan marni saja tidak pernah.


Mereka hanya bertemu dan komonikasi hanya pagi saja. itupun jika menginap atau mandi di apartemen. Mereka memang sekamar jika ridho tidur di apartemen.


Ridho memang sering pulang menjelang subuh. untuk tidur sebentar, mandi dan sarapan.


"Marni. aku mau mampir kesuper market. belanja kebutuhan kamu.


Kamu harus minum susu hamil dan makan makanan bergizi untuk kesehatan kamu dan bayi kita". ucap Ridho.

__ADS_1


Dhuar..


Marni terkejut saat ridho mengatakan bayi kita.


'Apa dia mengakui anak ini!?'. pikir marni.


marni hanya terdiam melihat Ridho membelokan mobilnya ke salah satu super market mewah dan ternama di kota besar ini. menuju tempat parkir.


"Aku minta sama kamu. mulai sekarang kamu berhenti bekerja ya. kamu dirumah saja, menjaga kehamilan kamu agar anak kita sehat".


Dhuar...


Dua kali Ridho mengatakan anak kita.


"Aku tidak ingin kesehatan kamu dan bayi ini terganggu. akibat kamu stress bekerja dan kelelahan". ucap ridho mengelus perut marni yang sedikit bengkak. Hamil dua bulan lebih. saat sudah parkir.


Marni tergagap dan binggung. melihat ridho yang..


entahlah... berubah menjadi perhatian pada marni.


"Kamu maukan resign dari pekerjaan kamu. aku yakin, selama ini uang bulanan kamu lebih dari cukup. dan mulai sekarang aku akan beri lebih.


Karena kebutuhan kamu banyak untuk membeli susu, vitamin dan untuk periksa kandungan". ucap ridho lagi.


"Ayo. kita belanja kebutuhan kamu!". ucapnya membuka sabuk pengaman.


Ridho keluar dari mobil dan berputar kedepan mobil untuk membuka pintu jok mobil marni duduk.


"Ayo!". ucapnya membantu marni untuk keluar dari mobil.


Marni hanya mengikuti suaminya untyk keluar dari mobil.


Ridho merapikan rambut istrinya itu. dan mengusap pelan kepala istrinya sambil tersenyum.


'meleleh aku bang!'. bathin marni.


"Ayo. kita beli keperluan ibu hamil!". ucapnya merangkul bahu marni untuk berjalan.


Marni bahagia sekaligus cemas. ini pertama kalinya suaminya mengajak jalan, dan di rangkul mesra.


Dan cemas kalau suaminya mengetahui kalau dia pernah di perkosa.


Bingung...


Marni hanya bisa berdo'a, semoga memang yang dia kandung adalah anak suaminya. akan mengikuti usul papanya, akan melakukan tes nanti setelah lahir.

__ADS_1


Marni melihat kalau suaminya sangat senang mengetahui dia hamil. seperti sekarang ini, mengajak marni untuk membeli susu untuk ibu hamil.


Bahkan saat memasuki swalayan, dia langsung menuju rak tempat memajang susu untuk ibu hamil.


"Yang ini sepertinya bagus, merek ini juga. dan yan ini... . oh ya kamu kemaren-kemaren minum yang merek apa?!". tanya ridho pada istrinya.


Marni bingung. dengan kehamilan yang sudah dua bulan lebih ini, marni tidak pernah minum susu hamil. bagaimana menjawabnya?!.


"Hmmm.. yang ini!". tunjuk marni setelah melihat beberapa merek susu.


Marni menunjuk acak saja, memilih gambar yang nenurutnya bagus dan ada hadiah mug nya.


"Ooo. ini merek terkenal itu ya. yang iklannya sering di putar di televisi!". ucap Ridho mengambil banyak kaleng dan kotak susu merek yang ditunjuk marni tadi, lalu meletakannya di troli.


"Eh bang... kebanyakan!!". ucap marni kaget.


Bagaimana tidak. mungkin lebih dari lima kaleng susu dan sepuluh kotak susu ibu hamil yang mereknya sama.


"Tidak banyak kok. Lihat, minum susunya dua kali sehari. dan mungkin satu kotak ini untuk satu minggu. dan satu kaleng ini untuk sepuluh hari.


Hitung saja. mungkin sebelum melahirkan juga sudah habis. dan masih membeli lagi". jawabnya enteng.


"Tapi kan mubazir, bagaima kalau hampir kadaluarsa. rugikan?!". elak marni mengembalikan beberapa kaleng dan kardus susu.


"Tidak. lihat dulu tanggalnya. pilih yang masih lama!". ucapnya memeriksa tanggal dan kembali meletakan ke troli.


"Terserah deh. kalau aku tidak sanggup menghabiskan, abang yang bantu habiskan!". ucap marni kesal.


"Mm.. tidak. kan bayinya ada dalam perut kamu. dan kamu yang harus menghabiskannya. aku tidak mau anakku kurang vitamin dan itu tidak ada bantahan!". jawabnya telak.


Membuat marni bungkam. membiarkan saja apa yang suaminya mau.


"Besok aku akan menemani kamu periksa. berikan alamat dokter tempat kamu periksa. agar sekretarisku mendaftarkan untuk kamu periksa besok". ucapnya.


"Dokter Mutiara di klinik aisiyah jalan raflesia!". ucap marni.


"Ok..".


lalu Ridho mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang.


"Dave, buat jadwal ke dokter mutiara di klinik aisiyah besok pukul lima. Aku mau periksa kehamilan istriku". ucap ridho.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2