
Lima belas menit sebelumnya.
"Bang!". panggil fauziah.
"Ada apa sayang?!". tanya danil melihat kearah istrinya sambil menyuap makanan kemulut istrinya.
Fauziah menunjuk pintu masuk dengan matanya. Danil melihat sekilas setelah selesai menyuapi istrinya.
"Hm...". jawab danil.
Dia kembali fokus pada piring makanan yang ada di depannya. dan menyuap kemulut nya sendiri.
"Apa tidak penasaran?!". tanya fauziah. setelah menghabiskan makanan di dalam mulutnya.
"Buat apa?. lagian dia sudah akur dengan suaminya. berarti tidak akan mencari dan menemui kita lagi". ucap danil santai.
Fauziah mengangguk paham.
Mereka melanjutkan makanan mereka yang tinggal sedikit lagi.
Bukan niat mengintip. tapi posisi ridho dan marni terlihat langsung dari tempat duduk danil dan fauziah. hanya berjarak empat meja.
Danil pun tidak membuang pandang atau melihat kearah mereka. Cuma...
Tawa danil tertahan, saat tanpa sengaja ridho memperhatikan lama interaksi danil dan fauziah. Yang sesekali menyuapi istrinya yang duduk berdampingan.
Buru-buru Ridho pindah kesamping istrinya, dimana tadi mereka duduk berseberangan dan hanya saling diam saat baru duduk sampai makanan datang.
Tiba-tiba pindah dan menyuapi istrinya.
Danil dan fauziah hanya tersenyum samar saja. Mungkin mau menunjukan kemesraan juga.
Padahal Danil tidak mesra, hanya sesekali menyuapi istrinya. itupun sudah biasa dilakukan danil. baik di rumah, maupun saat makan di luar.
Kalau untuk duduk, danil dan fauziah selalu duduk berdampingan saat makan jadi sudah terbiasa.
Beda dengan ridho. baru pindah duduk kesamping isyrinya saat melihat danil tanpa sengaja.
"Ah kenyang aku bang!". ucap fauziah mengelus perut buncitnya.
"Iya. terlihat sekali. sampai perutnya besar haha..". jawab danil mengelus perut hamil istrinya.
"Abang sih. yang bikin besar!". ucap fauziah pelan.
"Haha... ha...". tawa danil pecah.
Hingga beberapa orang disana memperhatikan mereka. termasuk marni yang sedang membelakangi mereka.
'Danil!!'. gumam marni dalam hati.
"Ada apa??". tanya ridho pura-pura tidak tahu.
"Tidak ada!". ucap marni masih memperhatikan danil yang sedang tertawa lepas. walau pelan.
"Makan lagi marni, makanannya masih banyak!". ucap ridho.
mengalihkan perhatian marni, agar marni melihat kearah makanan dan tidak memperhatikan danil dan istrinya lagi.
"Iya bang!". ucap marni.
__ADS_1
kembali menghadap piring makanannya lagi. dan menyuap kedalam mulutnya.
'Pantas. pura-pura mesra karena melihat danil dan istrinya!". gumam marni dalam hati.
Seolah tahu, yang dilakukan suaminya barusan karena melihat danil yang perhatian pada istrinya.
Hingga suaminya memperagakan kemesraan juga. Selama ini memang mereka jarang pergi dan makan.
bukan jarang lagi. tidak pernah lebih tepatnya. untuk sarapan dan menginap saja , baru setelah marni diketahui hamil.
Jadi kehamilan marni juga sangat menguntungkan. membuat suaminya sering menginap di apartemen.
Bahkan saat ini mengajak makan malam, hingga menyuapi marni. walaupun hanya karena ada mantan sang istri.
"Lagi!". ucap ridho menyuapi istrinya.
Marni menerima saja suapan suaminya. paling tidak suaminya bangga memperagakan kemesraan dan perhatian kepada istri yang sedang hamil di depan umum, lebih tepatnya pada mantan sang istri.
"Mau tambah tidak?!". tanya ridho.
"Tidak bang. sudah kenyang!". ucap matni meminum minumannya.
Lalu segera menghabiskan makanannya, karena ingin segera oergi dari sini.
"Aku sudah selesai. pulang yuk bang!". ucap marni.
Setelah menghabiskan makanannya.
"Baik!". ucap ridho.
Dia memanggil pelayan untuk membayar tagihan makanannya.
"Eh. bertemu lagi. Nama kamu danil kan?!". ucap ridho.
Saat melewati meja danil dan fauziah. ridho berdiri sebentar, untuk sekedar menyapa. Seolah baru melihat danil dan istrinya. padahal..
"Oh hai!. benar. ada apa ya??". ucap danil santai, dan tersenyum sekilas.
"Tidak ada. cuma bertanya saja!". ucapnya.
Danil pura-pura tidak tahu saja. begitu juga dengan fauziah. dia melihat marni dan ridho sebentar saja.
Mereka saling pandang sesaat. tidak ada lagi pembicaraan.
Marni yang merasa suaminya tidak akan berbicara, segera mengajak suaminya untuk pergi dari sana.
"ayo bang!". ucapnya pelan.
Dia tahu, suaminya hanya mau pamer saja pada danil. Bahkan danil tidak memandang dirinya yang tepat berada di depannya.
hanya tersenyum sekilas pada suaminya.
"Ini bilnya dan kembaliannya pak. terima kasih sudah mampir!". ucap seorang pelayan memberikan bil pada danil. karena danil membayar dengan uang cash tadi.
"Terima kasih!". ucap danil.
"Ayok sayang!". ucap danil membantu istrinya berdiri dari duduknya.
Fauziah memegang tangan suaminya untuk berdiri.
__ADS_1
"Hm.. maaf. kami duluan ya!". ucap danil. membimbing tangan istrinya.
meningalkan ridho dan marni yang masih berdiri di dekat meja tempat duduknya tadi.tentu masih metangkul bahu istrinya marni.
Ikut mengiringi danil dan fauziah keluar.
"Tunggu!". ucap ridho saat danil telah berdiri di luar warung khas jepang tersebut.
"Iya. ada apa ya?!". tanya danil.
"Kalian pasti kesini jalan kaki. bagai mana kalau kami antar ke kontrakan kalian!". ucap ridho percaya diri.
Hhfff..
Danil tersenyum saja. menangapi ucapan ridho. Sambil mengeleng.
"Tidak usah! kami bawa....".
"Tidak usah malu. aku tahu kalian pasti naik taksi online. sebab waktu kita bertemu di rumah sakit, jalian juga jalan kakj ke rumah sakit!". ucap ridho memotong ucapan ridho.
"Sekali lagi terima kasih!". ucap danil.
"tidak apa. kami senang bisa membantu sesama. biar kami antar....".
Tin.. tin...
Mobil mewah yang berada tiga mobil dari tempat mereka berdiri.
Ridho melihat kagum. mobil yang sangat mewah. pasti punya artis terkenal sekelas sultan atau pengusaha besar.
Danil berjalan menuju mobil yang dikagumi ridho. sementara ridho fokus pada mobil yang merupakan mobil impian semua pengusaha sukses.
Tapi sayang, di indonesia ini hanya ada lima mobil tersebut. dan salah satunya, seseorang yang sedang makan di warung ini. pasti yang punya rendah hati. mau makan di warung khas jepang biasa. tidak cafe atau restoran besar.
Ridho sedang mengagumi mobil idaman. Dan...
Ridho terkejut saat danil membukakan pintu depan untuk fauziah istrinya. dan memutar ke depan, dan masuk ke pintu supir untuk mengemudikan mobil tersebut.
Tin....
Danil mengemudikan mobil keluar dari parkiran warung masakan jepang, yang berada di dekat taman hiburan.
'Kenapa bisa si danil punya mobil tersebut?!. apa dia seorang pengusaha. atau supir pengusaha. hingga bisa membawa mobil yang sangat mahal itu'. gumam ridho.
"Bang!". panggil marni.
Mengejutkan ridho yang sedang termenung.
"Ah iya. Ayo kita pulang!". ajak ridho meningalkan marni yang masih berdiri.
berjalan ke mobilnya yang berada di ujung deretan warung disini.
'Dasar tidak berperasaan. hanya mesra ingin di lihat danil saja!'. ucap marni berjalan pelan sambil memberengut.
Begitu juga dengan Ridho, kesal. karena danil yang dia remehkan tadi malah membawa mobil mewah kelas sultan.
.
.
__ADS_1