
"Selamat menikmati bang, mbak". ucap pelayan tadi saat meletakan dua porsi soto makasar untuk danil dan istrinya.
"Terima kasih". ucap danil dan fauziah bersamaan.
Mereka makan soto itu sambil berbicara santai. Sesekali danil menyuapi istrinya.
"Abang curang ya. nanti aku kekenyangan dan abang kelaparan". ucap fauziah masih terus menerima suapan suaminya.
"Kalau abang masih lapar, ya tinggal pesan lagi sayang". ucap danil tanpa beban.
"Iya sih abang mesan lagi. tapi suapannya nanti ke mulut aku juga". ucap fauziah.
"Betul. kamu kan makan berdua sayang. harus banyak makan". ucap danil.
Tidak berapa lama si yudha teman danil mendatangi meja tempat danil dan istrinya.
"Spesial buat bumil yang lagi mengidam". ucapnya membawa tiga porsi asinan dan satu porsi rujak. Dia duduk di samping danil.
Tapi walaupun rujaknya satu porsi, tapi ukurannya jumbo. hingga penuh tempat nya. biasa memakai mangkok kecil. tapi yudha membawa pakai piring makan yang besar.
Asinannya pun penuh mangkoknya, walau masih memakai mangkok standar.
"Kamu ngamuk yud?!. kok porsinya begini?!". tanya danil terkejut.
Fauziah pun terkejut melihatnya.
"Buat kita bertiga lah Niel, berempat dengan anakmu. kalau istrimu sendiri yang makan bakal ko dia". ucap yudha.
"Oo. kirain ". jawab danil.
"Tok.. aku mau sotonya juga!".ucap yudha pada pelayan tadi.
"Ok bang yud!". ucapnya.
"Fauziah, Ini dicicipi rujaknya dan asinannya. segar buahnya. Tadi aku sendiri yang motong buahnya buat kalian bertiga". ucap yudha.
"Baik bang. terima kasih". ucap fauziah menyendok potongan rujak ke mulutnya.
"Eh yud. kamu yang menjual asinan dan rujak?!". tanya danil penasaran.
"Bukan, usaha punya pamanku. Aku sering kesini untuk sekedar main saja. dan ikut bantu jika pengunjung ramai.
Tapi memang tiap hari ramai. Makanya aku sering main disini. dirumah bosan aku". ucap yudha.
"Makasih tok...". ucap Yudha ketika pelayan warung mengantar soto pesannanya.
"berarti kamu sering di sini dong?!". tanya danil.
"Tidak sering juga. cuma kalau lagi bosan saja dirumah. aku kan belum ada yang di kelonin menjelang tidur seperti kamu ha..ha..". ucap yudha.
"Lah, Aku dengar waktu itu kamu mau menikah. kenapa?!". tanya danil.
"Sama seperti kamu. terhalang restu camer. tapi kamu beruntung. dapat istri solehah". ucap yudha memakan sotonya.
"Masa sih pegawai tetap sepertimu tidak punya untuk mengantinya". ucap danil.
"Do'a kan saja. mungkin aku juga menyusul untuk berumah tangga". ucapnya.
"Aaminn..".
Fauziah memakan rujak dan asinan sambil mendengar obrolan suami dan teman suaminya.
Danil juga memakan asinan yang di sediakan danil tadi. tiga porsi, untuk mereka bertiga.
"Enak sayang". ucap danil saat istrinya memakan rujak.
__ADS_1
Fauziah mengangguk. sambil terus memakan rujak.
Danil membersihkan sisa saus kacang yang menempel di sudut bibir istrinya dengan jari jempolnya.
Ada yang cemberut melihat kemesraan mereka. Tapi mereka cuek saja.
"Sudah berapa bulan kehamilan istrimu Niel?!". tanya Yudha.
"Lima bulan lebih".
"Bawel ngak kalau ngidam. maaf nanya ngak apa-apa khan?!". ucap yudha.
"Ngak apa. istriku tidak banyak ngidam, apalagi makanan. Cuma ingin jalan atau nongkrong saja. ya kan sayang?!". jelas danil.
Fauziah mengangguk.
"Alhamdulillah. anakmu pasti nanti sabar dan penyayang seperti kamu. dan kamu sebagai ayah harus tetap siaga jaga bimil".
"Aaminn.. ". jawab Danil dan Fauziah.
Mereka mengobrol mengenang saat mereka kuliah dulu. Danil dan yudha satu angkatan dan satu jurusan kuliahnya. Bahkan wisudanya sama juga.
Jadi yudha tahu hubungan danil dan marni. dia juga tahu penyebab kandasnya hubungan marni dan danil.
"bagaimana pekerjaan kamu sekarang?!". tanya yudha.
"Alhamdulillah lancar!". jawab danil.
"Nasib kita sama Niel. karena cuma pegawai, tidak di restui saat berniat baik melamar anak gadis orang.
Padahal kita sudah berusaha untuk menjadi yang terbaik, agar bisa mencukupi bekal untuk berumah tangga.
Tapi kekayaan dan jabatan menghalangi semua. hingga ditinggal nikah..haha.. ". curhat yudha.
dia tidak tahu kalau danil sudah memimpin perusahaan. Mungkin Karena semua teman danil hanya tahu perusahaan tempatnya bekerja merupakan perusahaan paman danil.
"Aaminn.. semoga aku punya istri cantik dan solehah seperti istri kamu". ucap yudha.
"Aaminn.. semoga. dan jangan lupa berdo'a".
Mereka berbincang lagi.
"Eh Niel. tadi si marni makan rujak di sebelah".ucap yudha.
"Oo..".
"Aku datang tadi dia sedang antri untuk beli rujak. dia bilang lagi ngidam.
Yang aku heran kok dia datang sendiri tanpa ditemani suaminya. Masa sih mau ngidam harus jalan sendiri untuk mencarinya?. Apa suaminya tidak siaga, malah terkesan cuek?". tambah yudha.
Danil tidak menangapinya. dia tidak ingin tahu, karena mereka sudah tidak ada apa-apa lagi.
"Maaf ya. aku membicarakan dia". ucap yudha melihat respon danil biasa saja.
"Tidak apa. aku cuma tidak mau mengingat yang lalu". jawab Danil.
"Iya. kita hidup untuk masa depan. lagian kalian sudah punya keluarga masing-masing. tidak baik mengingat yang lalu.
Apa istri kamu pernah bertemu dia. maaf cuma ingin tahu. agar istrimu tidak kaget saat bertemu".
"Kami pernah bertemu sekali beberapa bulan yang lalu!". jawab danil.
"Siapa bang?!". Kepo fauziah masih tetap memakan rujak.
"Yang waktu itu kita bertemu di restoran **. Kata yudha dia juga sedang mengidam, tu sedang di tebda sebelah. jawab danil.
__ADS_1
"Oo...".
Setelah rujak habis, dimakan fauziah sendiri. Danil pamitan untuk pulang.
Danil membayar soto yang mereka makan bertiga. Dan saat membayar rujak dan asinan, yudha tidak mau menerimanya.
"Tidak usah bayar Niel. aku yang traktir". ucap yudha.
"Jangan lah Yud, nanti pamanmu tekor. apalagi porsinya jumbo- jumbo tadi". ucap Danil berat hati.
Danil tetap membayarnya pada pelayan di tenda rujak. Pelayan tenda rujak melihat yudha, tidak mau menerima langsung.
"Yudha. kalau tidak mau menerimanya. kami tidak akan mampir kesini jika istriku mau makan rujak dan asinan". ancam Daniel melihat yudha.
"Ya.. ya.. ok. terima saja Boy, dari pada pelanggan kita berkurang". ucap Yudha.
Barulah pelayan itu menerima uang merah dari danil.
"Tapi jangan di kasih kembaliannya. biar kalau mereka datang tidak usah bayar lagi. haha...". ucap Yudha tertawa.
"Ok Yud. kami pasti kembali lagi. tunggu saja kedatangan kami, dan sediakan porsi jumbo". ucap Danil Tos ala teman karib.
"Baik. aku tunggu, kabari saja kalau mau kemari". balas yudha.
"Aku balik ya". ucap danil melambaikan tangannya pada yudha.
Danil dan Fauziah keluar warung tenda tersebut. mereka berjalan sambil berbimbingan tangan.
Banyak warung tenda dan stan cemilan mereka lewati.
"Masih ada yang mau di beli sayang?!". tanya danil.
"Beli kerupuk itu bang!". ucap Fauziah menunjuk stan penjual aneka kerupuk.
"Ayo...". ajak danil.
Fauziah mengambil kerupuk kemplang, kerupuk pisang. ada juga kerupuk yang pakai kacang. biasa di sebut rempeyek kacang dan rempeyek udang.
"Sudah bang!". ucap fauziah.
Danilpun membayar belanjaan istrinya. dan mereka menuju parkiran. Danil merangkul istrinya saat berjalan.
"Bang Niel!!". panggil seseorang.
Danil dan fauziah melihat ke samping. dekat orang menjual mie ayam.
Ternyata Marni. Danil tidak begitu terkejut. karena tadi dia juga melihat Marni sekilas saat di warung tadi. Dan yudha juga sudah mengatakan di tenda pamannya ada marni.
"Bisa bicara sebentar?!. berdua!". ucapnya.
karena Danil tidak merespon. hanya melihat saja.
"Maaf mar, aku mau pulang. istriku pasti kecapekan karena dari sore kami keluar". ucap danil menolak ajakan marni.
"Plis bang. sebentar saja". ucap marni menangkupkan kedua tangannya.
"Aku...".
"Bicaralah bang, tapi di depan mobil saja". potong fauziah berbisik. "Aku tunggu dalam mobil". ucap fauziah menuju pintu mobil.
Dan pintu mobil terbuka otomatis saat remot ditangan Danil ditekannya.
.
.
__ADS_1
.