
"Apakah sudah kamu cari tahu tentang pimpinan perusahaan AZ?!". tanya pak pendra pada sang asisten.
"Sudah pak. akan saya panggil orang ya saya suruh untuk menyelidikinya". jawab sang asisten.
Sudah dua hari semenjak pak pendra bercerita dengan Marni anaknya. Dia sangat penasaran dengan fakta yang baru dia ketahui tentang danil.
Selama danil dan marni anaknya dekat memang dia tidak mengenal betul dengan danil.
Dulu waktu danil dan marni dekat saat kuliah, pak pendra tidak begitu tertarik dengan hubungan putrinya dengan danil. karena dia menganggab pacaran dimasa kuliah hanya untuk penyemangat saja.
Flashback
"Pah. kenalkan ini Danil, temanku!". ucap marni.
Waktu itu hubungan marni baru berjalan satu tahun. dan kuliah mereka baru tahun kedua akhir. Sebab mereka baru berani pacaran setelah enam bulan dekat dan sama-sama kuliah di jurusan yang sama. dan selama dua semester selalu satu lokal. hingga membuat tugas selalu bersama.
Marni mengajak Danil kerumahnya saat lebaran.
Dan respon orang tua marni biasa saja.
"Kenalkan om. saya Danil!". ucap danil menyalami orang tua marni.
"Silahkan masuk!". ucapnya saat menyalami danil.
Disana juga ada mamanya marni.
"Sama kuliah dengan Marni?!". tanya papa marni setelah mereka duduk.
"Iya om!". jawab danil.
"Oo.. ". ucapnya.
Dia memperhatikan danil yang duduk di depannya.
Tidak banyak yang mereka bicarakan, karena papa danil hanya bercerita tentang dia dan pekerjaannya yang sebagai pengacara.
Danil hanya menangapi dengan senyum dan tertawa, jika ada yang di ucapkan papa marni lucu. dan sesekali bertanya.
Danil hanya datang dan masuk saat hari lebaran saja kerumah marni. Danil memang sering mengantar marni. tapi hanya sampai gerbang saja.
Selama kuliah Danil memakai motor, karena dia hanya punya motor.
__ADS_1
Dan baru setelah bekerja dia memakai mobil.
Selama Danil dan marni pacaran, tidak ada penolakan atau sikap orang tua marni untuk tidak menyetujui hubungan mereka.
Walau mereka jarang bertemu juga. karena setiap danil datang berkunjung kadang papa mama marni sedang pergi.
Hingga suatu sore, saat selesai magang. Marni dan danil mendatangi orang tua marni. mereka minta izin untuk liburan seminggu ke provinsi sumbar. mengunjungi orang tua Danil.
"Pah, aku ingin ikut danil ke bukittinggi. sekalian liburan!". ucap danil.
"Kamu orang minang?!". tanya pak pendra.
"Iya om. kampungku masih dekat dengan kota bukittinggi!". ucap danil.
Pak pendra dan istrinya saling pandang. tanpa bicara. Tapi tidak melarang marni untuk pergi kekampung danil.
Sepulang marni dari kampung danil, pak pendra mulai mencari tahu tentang danil dari cerita putrinya.
Dia dan istrinya mulai berubah fikiran.
"Bagaimana keluarga Danil?!". tanya pak pendra saat mereka selesai makan malam.
Marni berada di kampung danil selama seminggu. dan seminggu itu marni bergabung dengan keluarga danil. dan sering liburan berkeliling kota dengan adik perempuan danil.
"Apa keluarganya terpandang. kalau kaya bisa jadilah. karena punya usaha sebagai pedagang. kan orang minang terkenal sebagai pedagang!". ucap pak pendra menyelidiki.
"Kalau kaya sepertinya iya pah. rumahnya saja mewah, dan halamannya juga luas!". jawab marni.
Banyak lagi pertanyaan keoada marni. hingga mereka mulai berubah fikiran untuk melepaskan marni untuk menikah dengan danil.
"Pah. kalau marni menikah dengan danil bisa rugi marni kedepannya. kan di suku danil, anak laki-laki tidak ada dapat warisan. sementara di suku kita anak perempuan yang tidak dapat.
Apalagi nanti anak Marni tidak akan ada nama marganya. dua kali rugi marni nanti pah!". ucap mama marni malam itu.
"Hmm. Papa juga sepemikiran dengan mama.
kita biarkan dulu sampai mereka lulus kuliah mah. kalau sekarang kita larang. takutnya berimbas dengan ujian akhir marni nanti.
Apalagi marni sedang membuat tugas akhir". jawab pak pendra.
Dan semenjak itu pak pendra dan istrinya mulai mencari cara agar marni tidak menikah dengan Danil.
__ADS_1
Saat wisudapun pak pendra dan istrinya tidak memberi selamat kepada danil dan tidak mau bertemu dengan orang tua danil.
Meskipun marni dan danil masih tetap berhubungan dengan danil setelah lulus kuliah dan bekerja.
pak pendra belum berani mengatakan tidak setuju dengan hubungan danil.
Hingga dua tahun lebih setelah danil dan marni bekerja, mereka mendatangi papa dan mama marni untuk mengatakan kalau mereka ingin berhubungan serius, ingin menikah. karena mereka pacaran sudah hampir tujuh tahun.
Tapi...
Tanpa merasa bersalah, pak pendra memutuskan sepihak hubungan danil dan marni. dengan ucapan yang menyakitkan bagi Danil.
Tidak hanya menghina pekerjaan danil yang hanya karyawan biasa. Juga pekerjaan orang tua danil yang seorang pedagang. katanya tidak sebanding dengan keluarga mereka yang seorang pengacara ternama. Juga menghina suku asal Danil.
Hingga Marni dinikahkan dengan anak seorang pengusaha perhotelan, yang juga berasal dari suku pak pendra.
Yang mereka inginkan, agar cucu mereka punya marga kedepannya, dan yang pasti punya nama. Marni sebagai menantu dari seorang pengusaha.
Flashback off
.
tok
tok
tok
"Masuk!". ucap pak pendra.
Saat ruang kerjanya di ketuk dari luar.
Ternyata sang asisten.
"Permisi pak. ini orang yang sudah menyelidiki perusahaan AZ dua hari ini!". ucap sang asisten.
Dia membawa dua orang pria kedalam ruang kerja pak pendra..
.
.
__ADS_1
like coment semua teman ottor tunggu ya. dan terima kasih sudah mampir di tulisan ottor ini 🙏🙏