Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 78


__ADS_3

"Terima kasih sayang. Alhamdulillah Putra kita sahat!". ucap Danil menciumi kepala istrinya.


Ya.


Fauziah baru saja melahirkan seorang putra, setelah lebih enam jam menikmati ngilu dan nyeri saat kontraksi. Dan sakitnya melahirkan.


flashback on


"Fauziah sepertinya akan segera melahirkan. kamu temani saja istrimu, jangan biarkan sendiri.


Segera konsultasi dengan dokter yang memeriksa fauziah. Tanya apa perlu sekarang kerumah sakit atau belum.


Ibu akan berangkat sore ini dengan ayah. Juga jangan lupa mengabari mertua kamu jika harus segera ke rumah sakit.


jika istrimu kuat, temani dia berjalan-jalan dalam ruangan agar lancar saat lahiran.


...


..


...". panjang petuah dan pesan ibu Danil. saat danil bertanya tentang yang dialami fauziah.


Fauziah yang menelfon dokter, mengabarkan agar lebih banyak jalan dan minum air putih.


Dan, sepanjang siang sampai malam Danil menemani istrinya di rumah. padahal fauziah belum ada tanda untuk melahirkan. hanya sering buang air kecil.


Seperti pesan ibu danil dan dokter, fauziah banyak berjalan walau hanya di dalam rumah kantornya.


Ibu danil sudah datang menjelang tengah malam. karena berangkat dengan pesawat yang siap magrib.


Sementara ummi fauziah sudah dari sore datang.


"Apa kita langsung kerumah sakit sekarang Ummi?!". tanya danil.


Saat mertuanya datang sore itu. Mario sudah danil suruh untuk mendaftar dan menghubungi dokter di rumah sakit.


"Sebaiknya tunggu kontraksinya teratur dulu nak danil. Fauziah baru sering kebelet pipis.


Nanti kalau ada tanda, baru kita ke rumah sakit!". usul ibu mertua danil malam itu.

__ADS_1


Karena sudah ada ummi fauziah datang, danil jadi lebih rileks, walau fauziah masih sering buang air kecil.


Menjelang tengah malam, fauziah mulai merasakan mules dan kontraksi. Bertepatan dengan sampainya ayah dan ibu danil kerumah mereka. yang di jemput oleh anak buah mario dari bandara.


Dari tengah malam itu, fauziah di jaga bergantian. dan sesekali di ajak berjalan dalam ruangan. agar nanti melahirkan lancar.


Barulah saat mereka selesai sholat subuh fauziah dibawa kerumah sakit. Karena pukul empat subuh fauziah merasakan mules dan kantraksi yang teratur.


Dan.. tepat pukul tujuh pagi, fauziah melahirkan seorang putra.


flashback off


Danil yang baru saja meng Azan kan putranya, mendekat ke temoat tidur istrinya, yang baru beberapa menit yang lalu melahirkan putranya.


"Terima kasih sayang!".ucapnya mengecup kening istrinya yang masih berkeringat.


Fauziah hanya membalas dengan senyum.


.


Marni pagi ini sedang di periksa oleh dokter, karena dia minta pulang dari rumah sakit siang ini. dan akan dirawat jalan saja.


"Sebenarnya ibu marni belum boleh pulang. karena pendarahannya masih ada sampai sekarang.


Kan tranfusi darah baru di buka kemaren. takutnya kalau di rumah ibu marni banyak bergerak, dan pendarahan lagi!". ucap dokter perempuan yang memeriksa Marni.


"Aku sudah bosan tiduran di rumah sakit dok. ingin tiduran di rumah saja!". jawab Marni.


Walaupun kamar rawat yang mewah, namanya rumah sakit tentu tidak nyaman juga berlama- lama ditinggali.


"Iya, saya paham. rumah sakit memang kurang nyaman untuk istirahat lama.


Apakah, bapak bisa menjaga istrinya untuk istirahat total saat di rumah?. karena jika pendarahan terus akan membahayakan ibu kedepannya!". ucap dokter


Sambil melihat Ridho yang sedang berdiri di samping ranjang istrinya.


"Kalau saya lebih setuju jika istri saya di rawat di rumah sakit bu dokter. Biar..".


"Bang. Abang sydah seminggu libur. biar aku istirahat di rumah saja. aku tidak apa-apa!". potong marni.

__ADS_1


Hfff...


Ridho dan bu dokter menarik nafas pelan.


"Aku akan tiduran saja di rumah, aku janji!". tambah Marni.


Ridho memandang sang dokter. dan dokter menganggukan kepala.


"Aku yakin. bu marni bisa menjaga diri sendiri. pesan saya, ibu harus berjalan pelan, dan lebih banyak tidur. karena jika banyak bergerak darah akan banyak keluar.


Usahakan berjalan hanya kekamar mandi. selebihnya jangan!". pesan dokter.


Sang dokter paham. perempuan yang baru kehilangan bayinya tentu merasa trauma dengan tetap tinggal di rumah sakit.


"Baik dokter. akan aku ingat!". jawab Marni pasti.


"Baik. Akan saya kasih obat lebih paten. biar pendarahan cepat berkurang!.


buat bapak. jika pergi bekerja, usahakan ada yang menjaga istrinya". ucap sang dokter.


"Baik dokter!". jawab ridho.


Karena sudah sangat ingin pulang, marni minta pada suaminya untuk segera pulang.


"Bang. kita pulang sekarang ya!". ucap marni.


Beberapa saat sang dokter keluar kamar rawatnya.


"Abang tebus obat dulu ke apotik. nanti sambil membawa semua baju. Kamu lebih baik menunggu di kamar saja. kalau di apotik nanti kamu tidak nyaman.


Tapi abang berkemas dulu. biar langsung bawa sekalian!". ucap ridho.


"Baik!". jawab marni.


Karena dia juga bosan duduk lama di apotik menunggu obat.


.


.

__ADS_1


__ADS_2