Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 100


__ADS_3

"Assalamualaikum sayang!". ucap Danil saat memasuki rumahnya yang beraada di gedung kantor.


Sebelum masuk tadi Danil sudah mencuci tangan di luar rumahnya.


"Ayah.. aikumsalam...". jawan Baby dylan menyambut kedatangan Danil kerumah untuk makan siang.


Danil mengendong putranya yang berumur dua tahun lebih. dan mencium kedua pipinya.


Lalu baby dylan kembali berlari menuju tempat bermainnya. setelah menyambut kedatangan ayahnya.


Fauziah pun mendatangi suaminya dan menyalaminya.


Cup.. cup.. cup...Danil mengacup jening, pipi dan bibir istrinya. Ritual saat berangkat dan pulang bekerja.


Lalu Fauziah membantu membuka jas suaminya, dan mengantung di gantungan yang sudah tersedia di ruangan itu.


"Sholat dulu bang atau makan!?". tanya fauziah.


"Sholat dulu. Azan sudah berkumandang!". jawab danil.


"baik bang. biar jamaah!". jawab fauziah.


"Dylan.. ayo sholat Zuhur!. Ayah sedang berwudhu di kamar. sini sayang bunda bantu!". panggilnya pada putranya.


"Iya bunda!". ucap baby dylan langsung menuju kamar mandi di dekat dapur.


Setelah sholat zuhur berjamaah, mereka makan siang dengan ceria.


Danil selalu berusaha untuk makan siang dirumah jika tidak ada rapat dengan klien sambil makan siang.


Juga tidak akan makan siang dirumah jika mengunjungi hotel dan perusahaan yang ada agak jauh dari kantornya.


Hotel juga mall dan apartemen yang danil pimpin juga ada di bagian selatan kota, butuh waktu satu jam lebih berkendara jika jalanan tidak macet.


Hingga makan siang tidak bisa di rumah jika Danil kesana.


"Pintar anak ayah. makan yang banyak ya sayang. biar cepat besar dan membantu ayah bekerja!". ucap danil.


Melihat putranya makan dengan lahap.


"Hm.. hmm... enak!!". ucapnya terus menyapi makanan kemulutnya.

__ADS_1


"Abang mau tambah!". tanya fauziah.


"Abang sudah kenyang. Kamu harus banyak makan. biar kamu kuat nanti di atas ranjang!". bisik Danil.


Puk.


Fauziah menepuk paha suaminya yang duduk di samping kirinya. Baby dylan berada di samping kiri Danil. hingga danil duduk di tengah.


"Hehe...he..!". cengir danil.


Selesai makan dan berisirahat sebentar, Danil pun bersiap untuk kembali ke kantor. Karena ada rapat dan akan menyelesaikan pekerjaannya.


"Abang nanti pulang cepat. Kita jemput ayah dan ibu kebandara!". ucap Danil memberitahu istrinya Fauziah.


"Baik bang!". ucap fauziah.


Dia sudah tahu, kalau kedua mertuanya datang sore ini. Dan pasti akan menginap di rumah besar mereka di perumahan.


Setiap akhir pekan mereka memang menginap di sana.


.


"Dylan. mandi yuk. sebentar lagi kita jemput kakek dan nenek!". ajak danil pada putranya.


Baby dylan sedang menonton kartun di televisi.


"Iya ayah!. Horeee... jemput kakek dan nenek!!". teriak Dylan senang.


"Ayo!!". ajak Danil.


Sementara danil memandikan putranya, Fauziah merapikan ruang menonton. Karena putranya tadi menonton sambil bermain.


"Selesai!". ucap Danil membawa putranya duduk di depan televisi.


"Sekarang ayah dan bunda bersiap ya sayang!. kamu menonton dulu!". ucap danil pada putranya.


"Baik Ayah!". jawab Baby dylan.


Maka Danil masuk kekamarnya, untuk mandi. Fauziah mengikuti suaminya, untuk menyiapkan pakaian buat suaminya.


"Kamu tidak mandi sayang?!". tanya Danil.

__ADS_1


"Tidak bang. tadi sudah mandi!". ucapnya mengambil baju ganti buat suaminya di lemari.


"Hmm..!". ucap danil memasuku kamar mandi.


"Sayang!!. bantu aku sebentar!". panggil Danil.


Tidak berapa lama dia di dalam kamar mandi.


Maka Fauzah memasuki kamar mandi, mungkin ada yang akan dibantu.


"Apa bang.. astaghfirullah... ". kaget Fauzah saat melihat suaminya polos di bawah shower dengan tubuh basah.


"Hehe... bantu menyabuni!". ucapnya.


sambil menarik tubuh fauziah kebawah shower dan memeluk istrinya. hingga pakaian istrinya basah.


"Abang!. awas basah bajuku!. aku tidak akan mandi!".ucap Fauziah.


"Mandi lagi!". ucapnya menambah kekuatan air shower.


"Rasanya enak untuk.


hmm.. hhmmm!".


Danil ******* bibir istrinya. dan tangannya membuka pakaian istrinya yang sudah basah semua.


Hingga


Mandi plus-plus terjadi dengan kilat karena mereka akan berangkat menjemput orang tua danil kebandara.


"Abang selalu begitu. main terkam saja!". ucap Fauziah cemberut.


Karena dia akhirnya mandi lagi.


"He.. he...!". cengir Danil


Dia sedang membantu istrinya mengeringkan rambut dengan Hairdryer. Yang duduk di kursi meja rias, dan danil di berdiri belakang mengeringkan rambut istrinya.


Danil memang sering mengajak istrinya berhubungan kapan saja. Baik saat istirahat siang, atau sedang santai.


.

__ADS_1


__ADS_2