Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 62


__ADS_3

"Kita jalan sedikit yuk sayang!. pasti capek dari tadi duduk". ucap danil mendekati istrinya.


Dari siap sholat zuhur fauziah duduk untuk menemani tamu makan. berdiri hanya pas sholat ashar. Fauziah tidak duduk sendiri. ada nenek danil menemani.


Mertuanya sesekali juga ikut duduk bersimpuh dengannya. memperkenalkan siapa saja yang datang.


Semua merupakan kerabat, tetangga juga teman dan rekan bisnis mertuanya.


Semakin sore banyak tamu yang datang.


Walau kata mertuanya selamatan tujuh bulan kehamilan fauziah diadakan secara sederhana. tapi tamu yang datang ramai dan silih berganti.


"Apa boleh bang!". tanya fauziah.


"Pergilah sebentar, biar rileks pinggang dan kakinya. sebentar lagi juga magrib. mungkin siap sholat magrib tamu akan datang lagi.


Tasnya bawa saja, nanti nenek lupa". ucap nenek.


"Baik nek. terima kasih!". ucap fauziah.


Dia berdiri di tolong dan di pegangi danil.


Dan...


"Ah... kakiku kesemutan!". gumam fauziah.


Danil dengan cekatan meminjiti kaki fauziah yang kesemutan.


"Sudah bang, tidak apa-apa!". ucap fauziah.


Dia malu di perhatikan para tamu.


"Sebentar!". ucap danil.


Tidak lama danil memijit kaki fauziah, dia membimbingnya ke luar ruangan.


Danil mengajak fauziah berjalan ketaman samping. mereka jalan santai di tepi teras hingga kepagar samping, karena dari tadi fauziah duduk.


ternyata selesai sholat magrib masih ada teman dan relasi mertuanya yang datang. juga ada kerabat.


Hingga pukul sembilan. tinggal keluarga saja yang ada. bagi yang belum makan mereka makan bersama. danil dan fauziah sudah makan tadi bersama teman sepermainannya.

__ADS_1


Mereka datang berombongan. yang sudah menikah mereka membawa keluarga, yang jomblo tetap datang bergabung.


"Capek ya. dari tadi duduk saja!". ucap danil.


Dia memijiti kaki dan punggung istrinya yang tiduran di kamar. tadi setelah tamu habis, danil yang berniat membantu untuk bersih-bersih, di suruh ayahnya mengajak fauziah untuk istirahat saja.


kasihan melihat menantunya kecapek an. karena duduk, makan dan kurang gerak. jam didinding pun sudah menunjukan pukul sepuluh malam.


"Sayabg, kamu tidur saja ya. abang mau bantu-bantu di bawah!". ucap Danil.


"Baik bang, aku mau tidur saja. capek bang!". jawab fauziah memejamkan matanya.


Danil tersenyum, dia menyelimuti istrinya yang akan tidur. lalu mencium kening istrinya itu, lalu keluar kamar untuk membantu di ruang bawah.


.


"Belum tidur?!". tanya Ridho


Saat memasuki apartemennya dia melihat istrinya sedang duduk di sifa depan televisi sambil makan biskuit.


"Terbangun. Tadi lapar saat tidur, makanya bangun mencari cemilan!". jawab marni melihat suaminya baru datang tengah malam.


"Apa kamu tidak makan malam tadi?!". ucap ridho membuka jaketnya dan menaronya di atas kursi.


"Kapan kamu balik keapartemen. kan aku bilang sedang keluar kota dua hari. ucap ridho mengambil minum di meja makan. beberapa langkah dari tempat istrinya duduk.


"Jum'at sore !".


"Katanya mau beberapa hari tempat orang tua kamu. kok cuma satu malamjadinya. apa ada masalah". tanya ridho.


"Tidak ada. cuma pengen balok saja". jawab marni pendek-pendek.


"Kenapa tidak bilang kalau ke apartemen. jadi sendirikan tidur di apartemen. kan aku bisa batalin keluar kota kalau kamu bilang lekas balik keapartemen". ucap ridho.


Padahal...


"Tidak apa sendiri. sudah lebih dua tahun, biasa juga tidur sendiri juga kok!". jawab marni.


Hhfff


"Kan semenjak kamu hamil aku sudah tidur di apartemen!". jawab ridho mengusap wajahnya kasar.

__ADS_1


Marni tidak menanggapinya.


"Ayo..sekarang kita tidur sudah hampir pukul dua. ridak baik bumil bergadang!". ucap ridho


Mengambil dan menutup kaleng biskuit yang di peluk marni.Lalu memberikan air minum buat istrinya.


Ridho mengajak istrinya tidur, dan memeluknya.


"Anak papa sehat terus ya, jangan ajak mama bergadang!". ucap ridho memengelus perut buncit istrinya.


Dia menyingkap piyama tidur istrinya. mengelus seluruh permukaan perut istrinya dan menciuminya manja.


Sebenarnya marni saat ini sedang butuh belaian, dia sangat ingin di datangi suaminya. tapi...


Marni yakin suaminya pasti baru selesai main pedang-pedangan, menbuat dia bergidik.


Semua bulu halus di tubuh marni berdiri, membuat suaminya tersenyum.


"Kamu terangsang ya!". ucapnya melihat marni.


Padahal tadi wajahnya dan bibirnya sedang menciumi perut buncit istrinya. dia sedang mengobrol dengan anaknya. katanya.


Dan...


"Anak papa kangen ya, kan baru tiga hari papa tidak menemuimu sayang!". ucap ridho masih mengelus perut istrinya.


Hingga...


Drngan susah payah marni menolak sentuhan suaminya, tapi tubuh dan nalurinya sangat menginginkannya. Maka, dengan sefikit lemas ridho mendatangi istrinya untuk memberi nafkah batin.


Bagaimana tidak lemas. dari sabtu sore, sabtu malam hingga pagi minggu menjelang siang, ridho dan roby bersemangat mengempur kedua gadis yang mereka garab bergantian.


Ridho yang merasa yakin kalau dia subur, karena bisa menghamili istrinya. Dia minta kedua gadis itu untuk mengkonsumsi pil penunda hamil. bahkan di suruh dobel minumnya. dia tidak mau pakai pengaman sebab mereka masih perawan, fikirnya.


dia tidak ingin menghamili mereka. tidak mau bertanggung jawab kedepannya. atau membuat mereka terbebani hamil tanpa ada status.


Rencana mereka pulang pukul tiga sore jadi molor jadi selepas magrib berangkat pulang kekota. masih bergulat di ranjang panas.


Mereka bergantian membawa mobil. karena sama-sama capek dan mengantuk. perjalanan yang biadanya tiga jam, mereka tempuh jadi lima jam karena tidur dulu dua jam di rest area.


Makanya ridho sampai di apartemen pukul satu lewat. karena mengantar roby terlebih dahulu.

__ADS_1


.


.


__ADS_2