
tidak tetasa sudah hampir sebulan umur baby Dylan. Danil selalu siaga membantu istrinya dalam menjaga buah hati mereka.
Mencuci dan berberes rumah dikerjakan oleh pak yan di bantu oleh ob kepercayaan.
Soal memasak makanan, danil ikut membantu memasak sayur.. dan juga ada memesan dari katering kantor yang di jamin sehat, karena danil memesan untuk ibu menyusui.
ummi fauziah yang berkunjung juga sering membawa sayur segar. Dan danil atau pak yan akan bantu memasak.
"Anak ayah sudah wanggi!. ayo kita berjemur!". ajak danil.
Danil memang belum bisa memandikan anaknya. Fauziah di bantu oleh ob yang membantunya menyuci pakaian. karena ob itu juga sudah berpengalaman, sudah punya anak.
"Sarapan dulu nak fauziah!". ucap pak yan.
Setiap pagi pak yan selalu menghidangkan sarapan pagi untuk danil dan fauziah.
"Terima kasih pak yan!". ucap Fauziah.
Pak yan hanya menganggukan kepalanya pada fauziah.
"Bang!. ayo sarapan!". ajak fauziah.
Mendatangi suaminya yang sedang berdiri di balkon, samping ruang makan.
"Kamu duluan saja sayang. abang sedang berjemur dengan baby Dylan!.
Nanti selesai kamu sarapan, kamu beri asi baby dylan". jawab Danil.
"Baik bang!". jawab fauziah.
Dia pun memakan sarapan yang di hidangkan pak yan tadi.
Sementara ob wanita yang membatu fauziah memandikan baby Dylan. membereskan perlengkapan mandi baby dylan tadi. dan segera mencuci pakaian kotor.
Pak yan juga membersih kan ruangan hingga dapur.
Sinar matahari pagi di ketinggian gedung sangat terasa. Padahal waktu masih menunjukan setengah tujuh lewat.
Danil mengendong putranya menyamping sinar matahari, agar sinar matahari tidak langsung menerpa wajah bayinya.
__ADS_1
"Putra ayah cepat besar ya. ayah tidak sabar bermain dengan mu sayang!". ucap ipul menciumi pipi putranya.
Hanya cukup sepuluh menit Danil menjemur bayinya. dan dia kembali membawa putranya memasuki ruangan. dan menuju meja makan. dimana istrinya sedang sarapan.
"Sudah selesai sarapan sayang?!. Tambah lagi makannya, biar asinya banyak!". ucap danil mencium pucuk kepala istrinya yang terbungkus jilbab instan.
"Sudah kenyang bang. ini susunya juga belum di minum!". ucap fauziah menyelesaikan suapan terakhirnya.
Dan kemudian meminum susu yang sudah ada di depan piringnya.
"Bawa sini baby dylannya bang. abang sarapanlah dulu!". ucap fauziah.
Danil sarapan di temani istrinya yang sedang mengendong putranya.
"Aku memberi asi baby dylan dulu bang!". ucap fauziah.
"Baik! Abang bantu!". jawab danil.
Dia mengiringi isyrinya kekamar.
"Habiskan dulu sarapan abang!". ucap fauziah.
"Nanti sambung lagi!".ucapnya. menutup sarapan dengan penutup kaca.
Fauziah akan memberi asi putranya di kamar. karena masih ada pak yang yang sedang bersih-bersih ruangan.
Pak yan dan ob wanita akan menyelesaikan pekerjaannya pukul setengah delapan. dan akan ke poskonya untuk bekerja di kantor.
Pak yan dan ob yang membantu di rumah danil akan mendapat gaji tambahan. karena pekerjaannya bertambah.
Mereka pun akan tetap siaga jika diperlukan kapan saja. karena hanya mereka berdua ob yang boleh memasuki rumah dan kantor yang berada di lantai delapan gedung perkantoran ini.
.
"Aku ingin bekerja lagi bang!". ucap marni pagi ini.
Saat mereka sarapan. sarapan yang di masak Marni.
"Tidak usah bekerja dulu. kamu butuh penyembuhan tubuh kamu.
__ADS_1
Aku ingin kamu cepat sembuh. karena aku ingin menebus semua kesalahanku.
Aku ingin mengajak kamu liburan bulan depan. agar kamu bisa hamil lagi. Aku ingin punya anak lagi!". jawab Ridho.
Marni hanya menarik nafas pelan. karena dia ragu. apa bisa dia hamil lagi.
Dia terdiam, memikir masa lalu suaminya yang....
Sekarang entah masih bermain pedang-pedangan.
Dia tidak tahu. Semenjak keluar rumah sakit saat keguguran sebulan yang lalu, dia tidak pernah keluar apartemen. jangan kan ke luar gedung apartemen, kebawah saja untuk ke swalayan yang ada di gedung ini tidak pernah.
Jadi dia tidak tahu, apa suaminya masih ada bertemu dengan teman main pedangnya.
"Tapi aku bosan di rumah bang. aku ingin punya kesibukan dan kegiatan saja.
Aku ingin bekerja hanya di tempat temanku. Di perusahaan..".
"Aku tidak ingin kamu minta bantuan pada mantan kamu itu.
Kalau kamu mau, berkunjung saja ke kantorku. kamu bisa datang kapan saja untuk main dan menemani ku bekerja. Biar aku bersemangat.
Kamu belum boleh untuk punya kesibukan. kamu harus pulih secepatnya seperti sedia kala!". ucap Ridho.
Marni hanya diam, tidak ingin membantah. karena saat ini dia juga masih dalam pemulihan.
"Bagaimana kalau ingin kesibukan. Kamu bisa membantu di butik tanteku. kamu bisa belajar mendesain baju atau menjahit.
Mungkin kamu tidak akan bosan belajar dengan hal baru di butik!". ucap ridho memberi usulan.
"Hmm apa tante akan mengizinkan aku belajar di sana bang?!. aku hanya takut, akan menganggu pekerjaan karyawan di butik nanti!". ucap Marni.
"Akan aku bilang kalau kamu akan belajar saja, tidak akan menjadi karyawan. Pasti tante akan mengerti!". tambah ridho.
"Aku fikir-fikir dulu bang!". ucap marni. Setelah beberapa saat diam.
"Iya. abang tidak juga memaksa kamu kok. bila ada waktu kita berkunjung ke butik tante. kamu bisa lihat dulu nanti.
Tertarik atau tidak!". ucap ridho.
__ADS_1
Marni pun menganggukkan kepalanya.
.