
Semalaman Ridho tidur di sofa rumah sakit menemani istrinya marni.
Dia tidak bisa tidur, masih sedih dan menyesal. karena kehilangan calon bayinya.
Ditambah, marni yang gelisah dalam tidurnya. hingga ridho harus sering mendekat kearah istrinya itu.
"Ada apa?!". tanya ridho
saat melihat istrinya gelisah. sesekali melihat kearahnya.
"Abang sudah sholat?!". tanya Marni.
Ridho mengeleng. karena dia memang belum sholat subuh.
"Sholatlah dulu, aku.. aku...
Bisa abang panggilkan perawat sebentar?!". ucap Marni.
"Ada apa?!. mungkin abang bisa membantu kamu!". ucap Ridho.
"hmm..
Aku...
Minta tolong perawat saja. aku mau ganti..
mmm... !".
"Ganti apa?!".
"Hfff..
Aku mau ganti pembalut!".ucap marni pelan.
"Apa bisa abang saja yang bantu kamu. ajarkan abang!". ucap ridho.
"Untuk saat ini tidak usah bang. sangat tidak nyaman sekali. ini....".
__ADS_1
"Abang akan bantu kamu, walau abang belum pernah..". ucap Ridho.
"Tai bang!...".
"Ayo. abang bantu!".
"Bang. aku kemaren tidak boleh bergerak. sekarang aku kurang tahu boleh atau tidak.
Aku mau sekalian bertanya pada perawat. kalau boleh aku mau mandi. gerah dan...
pembalutku terasa penuh. mungkin abang tidak sanggub melihatnya nanti!". jelas Marni.
"Abang bantu gendong ke kamar mandi, nanti kamu bisa mandi sendiri biar abang bantu mana yang kamu sulit nanti!". ucap Ridho tanpa mau di bantah.
Hhff..
Marni menarik nafas pelan. lalu mengangguk.
"Abang sholatlah dulu!. baru aku mandi!". ucap marni.
"Baik!". ucap ridho bergegas menuju kamar mandi.
Dengan telaten ridho membantu marni. marni bisa mandi sendiri, tapi untuk bergerak dia harus bergerak pelan. karena setiap bergerak, darah mengalir di area bawahnya, sebab dia baru selesai keguguran kemaren.
makanya selesai marni berpakaian Ridho langsung mengendong istrinya dan meletakkan di kasur. untuk segera beristirahat.
Sambil marni tiduran, ridho menyuapi istrinya sarapan. dan selesai istrinya sarapan, dia juga yang sarapan.
.
"Tidurlah, abang temani kamu tiduran!". ucap Danil.
Danil terpaksa kembali ke kamar hotel, karena di suruh ayahnya mengajak istrinya istirahat. Karena ayah dan ibunya katanya pergi membeli oleh-oleh.
Sebenarnya ibu mertua ingin mengajak fauziah untuk belanja. tapi melihat menantunya kelelahan, maka di suruh istirahat saja di hotel.
Padahal di kantorpun fauziah akan beristirahat juga. sama-sama di gedung tinggi. Tapi ibu ingin mereka tetap di hotel menunggu ibu dan ayah berangkat.
__ADS_1
kata ibu lebih baik istirahat di hotel, agar nanti siang selesai makan siang tidak bolak-balik untuk melepas keluarga yang akan pulang kampung.
Karena ayah dan ibu serta keluarga yang akan pulang, akan berangkat ke bandara setelah makan siang bersama.
"Abang bekerja saja. aku tiduran tidak apa-apa di tinggal!". ucap Fauziah.
Karena suaminya ikut naik ke tempat tidur.
"Abang bekerja melalui ponsel saja. nanti mario mengirim lewai email!". ucapnya, memijit kaki istrinya. "Tidurlah!". perintahnya.
"Tudak mengantuk bang, cuma ingin rebahan saja.
Sebenarnya aku ingin duduk di balkon saja. menikmati pagi!". ucap fauziah.
Jam masih menunjukan pukul sembilan lewat. tentu tidak baik untuk tidur.
"Ok. kita duduk di balkon saja. tidak begitu kuat kok sinar mataharinya!. kamu bisa duduk sambil rebahan!". ucap Danil.
Karena teras kamar hotel yang mereka tempati memiliki teras yang ada satu buah sofa santai dan meja kecil.
Danil membimbing istrinya ke balkon hotel.
Istrinya duduk santai sambil menikmati pemandangan kota dari ketinggian, dan danil memeriksa pekerjaannya melalui laptop dan ponsel. Dia membawa sofa kamar ke balkon hotel menemani istrinya, yang sesekali berjalan di balkon yang hanya sepanjang lima meter.
Setelah makan siang, ayah, ibu dan kerabat danil berangkat menuju bandara dari hotel.
Danil dan fauziah melepas kepergian mereka, dan ternyata ibu mertua membeli banyak cemilan untuk menantunya.
"Kabarkan ibu kalau kamu akan melahirkan ya. ibu akan segera datang menemani!
Kalau ada tanda dan sakit akan melahirkan. tapi belum tanggal perkiraan, langsung telfon ibu. biasa akan maju atau mundur tanggalnya". pesan ibu danil mengelus perut buncit menantunya.
"Iya bu!. jawab fauziah.
Mereka semua tahu, hari perkiraan lahir adalah awal bulan depan.
Setelah semua berangkat, Danil dan fauziah pulang ke rumah kantor mereka. karena fauziah sudah tidak sabar pulang.
__ADS_1
.
.