Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 51


__ADS_3

Ridho terlelap nyenyak karena lelah setelah bermandi peluh.


Dia berbagi kasur berdua dengan robi, yang memeluknya erat. Saling menghangatkan malam yang dingin.


Menjelang subuh Ridho terbangun dari tidurnya. Dia mengelus punggung seseorang yang ada di peluknya.


Mengerjabkan mata, dan melihat tubuh polos yang memeluk tubuhnya yang juga....


Yang terbayang olehnya, dia sedang memeluk tubuh istrinya yang sedang hamil. dan ternyata dia memeluk tubuh roby.


Ada rasa yang kurang, saat dia memeluk tubuh robi. walau tubuh robi mulus terawat dan sedikit berotot, tapi tidak senikmat memeluk istrinya yang sedikit buncit karena hamil.


Semenjak mengetahui istrinya hamil, dan sekarang sudah hampir lima bulan.


Sebelum istrinya hamil, Ridho hanya memeluk istrinya saat memberi nafkah bathin saja. selebihnya tidak.


Tidak ada pelukan mesra dan ciuman mesra. Dia hanya datang, goyang dan ****. walaupun tanpa ada rasa tertarik pada tubuh istrinya, namun pusakanya masih bisa membuat istrinya mendesah.


Karena kepuasan baginya hanya coblos dan menanam benih saja. lalu tidur nyenyak. tidak tahu istrinya senang atau tidak.


Tapi. semenjak istrinya hamil, dan perut istrinya membulat, malah libidonya meningkat.


Dia tidak tahu, apakah dua sudah sembuh atau hanya terobsesi dan bangga karena mampu membuat istrinya hamil.


Sebelum istrinya hamil, dia hanya sekali seminggu memberi nafkah batin. Tapi semenjak istrinya hamil, malah tiap hari dia tunaikan. Hingga dia kecanduan.

__ADS_1


Bahkan tubuh istrinya menjadi candu untuknya. Setiap bagian tubuh istrinya selalu ingin dia jamah dan di beri tanda.


Ridho melepaskan pelan pelukan robi. Tapk roby balik nemeluk erat tubuhnya.


"Robi. bisa di lepas pelukannya?. aku mau ketoilet!". ucap ridho.


"Sebentar bang. masih kangen!". ucapnya manja.


Robi memang bersikap manja. hingga ridho selalu memanjakan robi.


"Iya. tapi ini sudah pagi. apa kamu masih mau tidur!". ucap ridho mengelus punggung ridho dan mengecup kening roby.


"Aku mau kita mandi sama-sama!". ucap roby.


Mereka memang selalu melakukan kegiatan bersama-sama jika sudah menginap berdua. Tidak ada yang bisa memisahkan.


"Aku bekerja dulu ya!". ucap ridho saat selesai sarapan pagi, yang dibuat oleh robi.


"Iya bang hati-hati". ucap robi.


Melepas ridho seperti layaknya seorang istri melepas suaminya bekerja. tidak lupa ciuman mesra di b.... dan pelukan.


"Bang. aku sudah mempertimbang kan. aku ajan terima perjodohan dari orang tuaku. agar aku menikah.


Dan aku ingin kita masih tetap seperti ini. punya waktu untuk bersama. karena aku tidak tahu kedepannya.

__ADS_1


Apa bisa melalukan dengan istriku atau tidak. Karena pedangku belum pernah digunakan untuk mencoblos". ucap Robi bergantung di leher ridho.


Ridho memang agak tinggi dan kekar sedikit dari robi.


"Akan aku ajarkan. nanti sore sampai malam kita praktek. karena besok sore aku menjemput istriku dari rumah orang tuanya". ucap ridho dan ******* b.... roby.


Hingga ciuman panas pasangan g.. itu kembali terulang.


Roby tersenyum manja. karena di perhatikan lebih oleh ridho.


"Aku punya usul. bagai mana kalau kita cari seorang wanita bayaran untuk mengasah junior kamu. kita main bertiga agar kamu tidak canggung menghadapi wanita!". usul ridho.


"Apa dia tidak akan buka mulut nantinya?! jika kita main bertiga". tanya roby ragu.


karena dia belum pernah bermain dengan wanita, apalagi bertiga.


"Tenang saja. kita cari artis pendatang baru yang baru yang masih awam. mana tahu masih perawan. kan kamu untung dobel". ucap ridho.


"hmm boleh. tapi tidak di apartemenku!". ucap Roby.


"Tidak. kita main aman, kita main di hotel dan bikin dia mabuk dan tidak akan ingat dengan kita". ucap ridho.


"Ok. aku coba!". ucap roby mengecup b.... ridho dan **********.


"Nanti aku kabarkan, dimana dan pukul berapa kita bertemu!". ucap ridho membalas kecupan.

__ADS_1


.


__ADS_2