
Mario terus makan tanpa mempedulikan marni. Dia makan sambil melihat marni yang termenung dengan ujung matanya.
'Pokoknya kamu harus hapus postingan itu secara sukarela'. ucap nario dalam hati.
"Mario". panggil marni pelan.
"Hhmmm". ucap mario masih terus makan.
"Aku ... aku hanya ingin Danil kembali padaku. Aku....".
"Dengan menjebak Danil?!".
"Aku... aku.. itu tidak menjebak. Aku hanya ingin..".
"Fikir lagi marni. jika sampai Danil di cari orang tua dan suamimu. Bukan hanya Danil itu dihina atau dicaci. Bisa jadi dicederai atau....
nyawa danil taruhannya. Karena mertua dan suami kamu punya cara untuk itu!". ucap mario menatap dalam ke mata marni.
"Kamu mau kalau danil cedera atau tinggal nama dengan keegoisan kamu ini?". tambah mario pelan, hanya terdengar seperti bisikan. Tapi terdengar menakutkan.
"Tidak mau".Marni mengeleng cepat.
"Itu hanya kamu yang bisa merubahnya. ingin dibenci atau kehilangan selamanya!". ucap mario.
Lalu dia makan lagi. tidak mempedulikan marni yang tertegun diam.
"Kamu tidak jadi makan?!. makanan kamu sudah dingin itu. Lekas habiskan sana, tidak boleh mubazir". ucap mario tanpa melihat marni.
"Mas. bawakan kesini makananku yang dimeja sana". ucap marni menyuruh pelayan yang kebetulan lewat.
"Hey. nanti akan beredar pula fotoku denga kamu sedang makan. Bisa di gantung aku oleh istriku". ucap mario protes.
"Tidak akan". ucap marni menyuap asal makanan yang baru di pindahkan dan diletakan pelayan.
"Bagaimana kamu tahu tidak akan ada yang memoto?!". ucap mario.
"Karena aku. kan aku tidak menyuruh seseorang untuk memotretnya". ucap marni.
__ADS_1
"Terus yang memposting?!".
"Aku yang... nanti akan aku hapus. dan buat postingan yang sebenarnya. biar tidak terjadi kesalah pahaman.
Tapi aku masih mau balik dengan Danil. Aku ingin danil....".
"Selesaikan satu-satu. segera buat konfirmasinya. jangan sampai sebelum kamu melakukannya. orang tua kamu sudah terlebih dahulu menelfon dan mengancam danil.
Kamu tidak tahukan!?. mungkin saja saat ini orang tuamu sudah menelfon danil. dan nyawa danil terancam". ucap mario tegas.
Marni terkesiap. Apa benar fikiran nario itu? jika orang tuanya sudah menelfon Danil.
Mario tidak mau memberi kesempatan untuk marni menunda menghapus postingan tersebut.
"Aku sudah selesai. Hanya kamu yang bisa merubahnya. baik menurutmu, tapi dapat membuat orang lain terluka bahkan mencelakai orang lain.
Semua Itu hak kamu. aku hanya tidak suka cara kotor kamu untuk menjebak orang lain.
kalau berita itu masih ada sampai sore ini. jangan harap aku akan mau nenemui kamu lagi. Aku juga ingin ada berita konfirmasinya.
Danil adalah sahabatku, bahkan sudah seperti adik bagiku. aku tidak ingin dia dihina dan di rendahkan lagi.
"Mario tunggu!!". panggil marni.
Mario hanya berdiri saja dekat kursinya duduk tadi.
"Aku akan hapus...". ucap marni mengambil ponselnya.
Sebelum dia membuka kunci ponselnya. ponselnya itu sudah berbunyi.
"Papa?!". gumam marni melihat pemangil di ponselnya.
"Itu urusan kamu. konflik sudah didepan matamu. hanya kamu yang bisa merubah. ingin cepat selesai atau malah meluas". ucap Mario memandang dingin pada Marni.
Ponsel marni masih terdengar nada deringnya.
"Akan aku hapus segera!!". ucap marni membuka sebuah aplikasi. setelah merijec pangilan papanya.
__ADS_1
"Walaupun sudah kamu hapus postingan itu. kamu harus membersihkan nama baik danil. Aku yakin orang tuamu sudah menelfon danil.
Buktikan kalau kamu berniat baik untuk membersihkan nama danil". ucap Mario.
"Satu lagi. aku rasa grup chat alumni kamu. pasti merendahkan dan menghina danil. Aku yakin, danil dibuli. lekas bertindak. sebelum melebar masalahnya". tambah Mario.
Lalu berjalan menjauhi meja tempat dia makan tadi.
"Mbak.. ini untuk bayaran meja sana. sama punya wanita itu". ucap mario memberikan beberapa lembar uang pada pelayan saat mario menuruni tangga.
"Baik pak". ucap pelayan wanita yang membantu mario tadi.
Marni termenung menimbang ucapan mario tadi. dia bimbang. Membela danil dengan cara menghapus postingan. tapi tidak juga bisa mendapatkan danil.
Tetap membiarkan postingan itu, pasti akan dimusuhi mario dan teman yang dekat dengan danil. dan bisa dipastikan akan dibenci danil dan tidak akan bisa bertemu dengan danil lagi.
"Hallo... hapus postingan kemaren. Aku tidak ingin di benci danil. Buat berita konfirmasi permintaan maaf, kalau itu bukan pertemuan diam- diam. tapi tidak sengaja bertemu". ucap marni menelfon seseorang.
"Pokoknya sore ini sudah beres. Aku akan transfer berapapun". ucapnya menutup telfonnya.
Marni tidak berminat lagi untuk makan. Seleranya hilang, mendengar ucapan Mario, yang mengatakan bisa jadi danil akan benci jika masih ada berita itu.
'Kemana aku mencari danil ya?!. aku lupa bertanya pada mario tadi apa dia tahu danil dimana.
Apa memang danil sudah pindah bekerja. tidak bersama mario lagi.
Danil.... dimana kamu..
chat grup.... tiba-tiba Marni ingat grup alumninya. Dia kembali mengambil ponselnya, untuk melihat chat grup alumni.
'Astaghfirullah...
Sangat menyakitkan cercaan dan hinaan yang mereka tujukan pada Danil.
pasti danil sakit hati membacanya. kenapa aku tidak kefikiran. dengan adanya foto potingan semalam, membuat nama danil tercoreng. padahal tujuan utamanya dia ingin danil kembali padanya.
Tapi.....
__ADS_1
.
.