
"Sepertinya dalam waktu dekat kamu lahiran. Harus lebih banyak jalan pagi. Apa danil ada menemani kamu jalan pagi?!". ucap Ibu mertua fauziah.
"Ada bu, bang Danil sering menemani aku jalan pagi, walau hanya di rooftop saja!". jawab fauziah.
"Beda jalan pagi di rooftop atau di taman. kalau di taman banyak tumbuhannya, segar di pagi hari dan udaranya juga bersih!". ucap ibu mertua.
Fauziah hanya tersenyum membalas ucapan perhatian dari mertuanya.
Saat ini mereka berjalan-jalan di taman hotel tempat mereka menginap.
Semenjak semalam Fauziah banyak berbincang dengan ibu mertua dan beberapa etek dan saudara ibu mertuanya di kamar.
Mereka tidur bersama di kamar menemani fauziah. demi berbincang dengan menantu mereka.
Jam masih masih menunjukan pukul setengah tujuh lewat. dan mereka sudah berkeliling taman pagi ini sudah lebih setengah jam. karena tadi fauziah dan mertuanya keluar kamar pukul enam kurang. Setelah Fauziah minum susu hamil yang di buatkan ibu mertua di kamar hotel tadi.
"Sudah lelah?!. kita kedalam yuk. untuk sarapan!". ajak ibu mertua fauziah.
Fauziah mengangguk mengikuti ajakan mertuanya.
"Ibu. kenapa ibu....".
"Ayok sarapan. istri kamu pasti sudah lapar, belum sarapan!". potong ibu Danil.
Memotong ucapan danil yang akan protes pada ibunya itu.
Mereka bertemu di loby samping, yang menghubungkan taman hotel dan loby.
Hff..
Danil hanya menarik nafas pelan, sambil membimbing istrinya menuju kedalam restoran hotel.
Sebagian keluarga besar sudah ada di dalam restoran hotel. Mengisi dua meja panjang yang sudah diisi makanan dan minuman untuk mereka sarapan.
Danil mengarahkan istrinya ke tempat duduk yang berada di depan ayahnya, yamg sedang sarapan bersama beberapa saudara dan kerabat ayah danil.
Ibunya pun segera duduk disamping ayah danil. Dan duduk untuk ikut sarapan.
"Kalang kabut si danil dari semalam bu, karena istrinya tidak ada di dekatnya!". ucap ayah danil.
Membantu istrinya memberikan gelas air putih kepada istrinya.
__ADS_1
"Baru satu malam Niel. ibu kan juga kangen tidur sama menantu ibu!". ucap ibu danil.
"Tidak apa-apa bu. cuma saya tidak bisa tidur karena menunggu istri saya balik ke kamar. eh tahunya sampai pagi tidak ada kekamar. malah jalan pagi ke bawah tanpa memberi tahuku!". ucap Danil melihat ibunya sebentar.
Semua tertawa mendengar keluhan danil. yang tidur sendiri malam tadi.
"Mau apa sayang?!". tanya Danil mengalihkan pandangannya pada istrinya.
Karena di tengah meja telah ada berbagai menu sarapan. Ada nasi goreng, mi goreng, bubur, lontong sayur, juga roti.
"Mau lontong sayur saja bang!". ucap fauziah.
Danil dengan sigap mengambilkan menu yang diigini istrinya.
Pelayan restoran hotel pun sigap menuangkan minuman untuk mereka, seperti kopi atau teh.
"Mbak mau Kopi atau teh?!". tanya pelayan restoran hotel pada fauziah.
"Air putih hangat saja!". ucap fauziah.
"Baik mbak!". ucap nya mengambil teko air putih hangat dari kereta dorongnya.
Sementara danil minta kopi, dan memakan mi goreng dan semangkok bubur untuk sarapannya.
Semua sarapan sambil mengobrol santai. Sebagian kerabat dan keluarga Danil akan pulang sore ini ke kampung.
Danil dan fauziah sesekali menjawab pertanyaan kerapat atau orang tuanya bertanya.
Sesekali danil juga menyuapi istrinya mi goreng, dan juga bubur.
"Niel. Ayah dan ibu akan pulang sore ini. karena ayah besok akan kepekan baru melihat proyek baru di sana". Ayah danil memberi tahu anaknya.
"Kenapa tidak langsung kesana saja besok yah?". tanya Danil.
"Sore ini ayah akan menyiapkan semua berkas untuk keperluan besok. Lagi pula, ayah berangkat bersama tim. mereka yang akan menangani proyek tersebut". jelas ayah danil.
Danil hanya mengangukan kepala saja.
"Kan tidak semua yang palang hari ini?!". tanya om tarmizi.
"Tidak, yang akan sekolah dan bekerja besok saja yang pulang. yang tidak ada kegiatan mungkin akan tinggal dulu!". jawab ayah.
__ADS_1
"Iya, kita kan akan melepas penganten baru dulu untuk bulan madu..
eh penganten baru kok belum turun?!". Ucap etek adik ayah dan dan om tarmizi.
Semua melihat kesekeliling mereka. mencari sang penganten baru.
"Mungkin penganten baru sedang istirahat!. biar kan saja". ucap ibu Danil.
"Hmmm...".
Semua pun kembali melanjutkan sarapan pagi mereka.
"Ayah, ibu. Danil sama fauziah ke kantor dulu ya. nanti siang kami pergi ke bandara melepas yang akan pulang kampung". ucap Danil.
"Ibu mau ajak Fauziah belanja Niel. kamu saja yang kekantor!". ucap ibu Danil.
"Fauziah mungkin capek bu. kalau ibu ajak jalan belanja ke mall!". jawab danil.
Fauziah merasa tidak enak oada ibu mertuanya. karena dia dari tadi sering menguap.
"Iya bu. fauziah terlihat kelelahan. Apa fauziah kalian ajak mengobrol semalaman?!". tanya ayah.
"Hehe... kami bercerita semalaman sambil tiduran. karena asyik bercerita. ternyata sudah lewat saja tengah malam. Subuh juga fauziah sudah bangun!". jelas ibu.
"Aku juga sekarang kurang nyenyak tidur bu. entah kenapa!". ucap fauziah.
"Sudah biasa kalau hamil besar sepertimu. memang kalau hampir melahirkan tidur kurang nyaman dan sering terjaga tengah malam!". jelas ibu.
"Iya. kamu siang hari harus banyak istirahat. kalau malam tidak tidur, siqng hari jika mengantuk langsung saja tidur walau hanya sepuluh menit!". ucap etak Danil.
"Danil, kamu kabarkan saja mario. bilang izin tidak bekerja hari ini. Fauziah sepertinya kelelahan. kamu ajaklah istrimu kembali kekamar, untuk istirahat!". ucap om tarmizi.
"Atau istirahat bersama ibu!". usul ibu.
"Nanti ibu ajak bercerita lagi, tidak jadi Zizi tidur!". ucap Danil.
"Kalau istirahat dengan kamu apa akan di jamin Fauziah tidur?. nanti malah.....!". ibu menjawab gantung pertanyaan Danil sambil tersenyum.
.
.
__ADS_1