Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
127


__ADS_3

Sesuai jadwal penerbangan. Danil dan keluarga kecilnya melakukan penerbangan kurang dua jam.


Mereka sampai di bandara internasional minang kabau menjelang siang.


Mereja di jemput oleh supir ayahnya.


Setelah melaksanakan sholat zuhur dan makan siang, mereka melanjutkan perjalanan lebih dua jam lagi jika tidak ada macet.


Ya. Perjalanan dari kota padang ke bukittinggi sekitar dua jam lebih, untuk waktu normal.


Tapi sekarang ada beberapa pasar tumpah yang ada di kota kabupaten dan kecamatan yang akan dilakui sering macet. Hingga perjalanan sedikit agak lambat.


Untung pemandanga alam yang indah dan sejuk sangat mengobati kebosanan selama perjalanan. hingga tidak bosan.


Apalagi membawa anak dan balita, mereka harus sering berhenti untuk sekedar bersantai. Atau sekedar beli cemilan.


.


Marni yang berencana diajak liburan oleh temannya. hari ini mereka berlima minta izin libur hari sabtu. Karena besok jum'at mereka masih bekerja seperti biasa.


Mereka akan pergi sere setelah pulang dari bekerja. Dan mereka menggunakan mobil rental.


"Sudah hampir dua tahun bekerja, baru sekarang kamu minta libur sehari marni". Ucap bos marni di bagian kerjanya.


"Iya pak. Sekalian refresing". Jawab Marni.


"Tidak apa. Kamu dan teman ksmu itu karyawan paling rajin. Rajin juga lembur.


Bahkan kalian lembur selalu bersama-sama. padahal hanya kamu yang di bagian kantor.


Satu di bagian mekanik, dan tiga lagi dibagian produksi. Tapi kalian kompak.


Apa kalian yang masih jomblo dan kamu ldr dengan suami kamu. Makanya sepaham". Ucap pak bos.

__ADS_1


"Mingkin saja pak. Lagian kosan kami juga masih satu gedung. Makanya kami sering cerita dan tahu pribadi masing-masing.


"Oo.. Aku juga senang melihat kamu bergaul dengan mereka. Kamu kan paling jarang libur dan keluar kota.


Aku dengar dari rekan yang lain. Lebaranpun kamu tidak pulang. Apa kamu ada masalah dengan keluarga kamu. Hingga kamu tidak sekalipun mengunjung keluarga kamu.


Juga kamu tidak pernah membahas tentabg suami dan keluarga kamu". ucap oak bos.


"Tidak kok pak. Keluargaku ada di jakarta. Dan aku mengumpulkan uang untuk berkunjung nanti.


Mungkin bapak paham. Gajiku belum cukup untuk kesana. Juga, Aku takut mereka sedih melihatku yang belum apa-apa". Jawab Marni.


Dia tidak mau mengatakan siapa keluarga dan suaminya. Sebab dua sedang dibuang. Itu fikiran marni.


"Itu hak kamu. aku hanya berpesan saja, umur kamu sudah tiga puluh tahun. Apa kamu dan suami kamu tidak ingin punya anak.


kalau masih ldr kapan jadinya penerus kalian?". jawab pak bos.


Marni hanya diam mendengar ucaoan pak bosnya. Dia jafi teringat putra kembarnya dan juga putrinya.


Walaupun papa mertuanya sering mengirim foto anak-anaknya. Tapi hanya bisa memandang foto. Tidak bisa memeluknya.


Jum'at sore sepulang bekerja, marni dan temannya bersiap berangkat.


Mereja akan berangkat dengan waktu perjalanan sekitar tujuh sampai delapan jam. Dari salah kota industri di satu kabupaten yang ada di provinsi riau menuju kabupaten pariaman yang ada di sumbar.


Mereka akan mampir dulu di kota pekan baru untuk bermain sejenak. Menikmati malam suasana kota dengan jalan dan makan.


Pukul sembilan malan baru mereka melanjutkan perjalanan ke sumbar, dan mereka akan sampai menjelang subuh.


Seharian mereka bermain di kota padang juga beberapa destinasi wisata kota padang, dan kota pariaman kampung rekan kerja marni.


Hingga menikmati sunset dikota pesisir barat sumatra ini hingga malam.

__ADS_1


Apalagi malam minggu, banyak pengunjung yang menikmati syasana pantai baik dengan keluarga, maupun teman mereka.


Keluarga teman marnipun menyambut mereka dengan senang hati. Membuat marni juga merindukan keluarganya, yang entah juga mengingat dan merindukannya.


"Capek juga seharian keliling kota padang dan pariaman". Ucap teman marni yang wanita.


Marni dan juga kedua teman perempuannya tidur dikamar tamu yang ada dirumah temannya itu. Dan kedua teman pria tidur di tengah rumah.


"Betul. Untung semalam kita tidur selama perjalanan".


"Iya. Aku juga capek. Ingat dulu waktu naik bus dari jakarta ke pekan baru. Capek perjalanan dua hari dua malam". Jawab marni.


"Kenapa kamu tidak naik pedawat saja. Kan lebih praktis". tanya yang lain.


"Mana ada uang naik pesawat. Aku kan tidak punya uang waktu mau berangkat kesini.


Di pekan barupun aku di tampung kenalan jauh beberapa hari. Hingga aku masuk bekerja di pabrik triplek itu.


Setengah bulan bekerja uangku habis. Untung aku dapat pinjaman dari warung kosan. Hingga bisa pinjam sampai awal bulan". Ucap Marni..


Ya. Awal marni sampai di oekan baru dia menginap di rumah bu Noni. Kenalan papa mertuanya.


Dan bekerja di pabrikpun marni atas bantuan bu noni. Yang punta teman di pabrik itu.


Uang yang dia bawa tidak banyak. Dia langsung diusir suaminya saat tahu dia sedang mengemasi pakaiannya. Hingga hanya uang yang di dompet saja terbawa.


Ada atm yang dia bawa, tapi belum sempat diambil uangnya. Sudah keburu di blokir oleh suaminya.


Dan untung saja papa mertua ada memberi uang sedikit waktu dia mengantar ke pul bus malam itu. Jadi dia bisa bertahan untuk beberapa hari.


Juga, karena bantuan papa mertua itu yang menyuruh bu noni memberikan pekerjaan. Walau hanya di pabrik triplek, sebagai staf biasa.


Makanya Marni sering lembur, untuk menambah tabungannya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2