
"Assalamualaikum pak sultan!. Apa kabarnya!". jawab pak pendra menjawab telfon besannya pagi ini.
"Waalaikumussalam pak Pendra. Kabar baik. Cuma mau bertanya sedikit. bolehkah pak pendra?!". tanya pak Sultan berbasa basi.
"Boleh pak Sultan, silahkan. Pak sultan mau bertanya apa ya. sangat penting sepertinya!. pagi-pagi menelfon". jawab pak pendra.
"Ah bukan begitu pak Pendra. cuma mau menanyakan laporan bulan lalu. Kenapa belum juga di proses oleh kepolisian.
Apa keluarga pak pendra ada yang mengancam. karena perihal laporan tersebut?!". tanya pak Sultan pada besannya itu.
"Oo masalah laporan itu.
Begini pak sultan. Setelah saya dan istri saya berembuk. Marni kan sedang hamil muda. kalau laporan tersebut berlanjut, pasti marni akan sering di minta untuk ke kantor polisi. untuk datang memberikan keterangan oleh kepolisian.
Karena dalam hal ini marni kan korbannya. Pasti akan banyak di tanya-tanya dan panjang urusannya.
Jadi saya mencabutnya, agar marni tidak stres terbebani saat datang ke kantor polusi dan ditanya oleh kepolisian.
Aku kasihan saja melihat Marni yang sedang hamil muda. Aku tidak ingin marni kelelahan, dan sampai keguguran akibat banyak fikiran, dan tekanan nantinya". jelas pak pendra.
Yang sebenarnya mengelak untuk melanjutkan kasus ini. Karena....
"Oo begitu. Aku kira keluarga pak pendra di ancam keluarga mantan Marni!". jawab pak sultan.
"Ah tidak pak sultan. Keluarga dia tidak berpengaruh di kota ini. walau di kotanya mereka punya nama. Tidak ada apa-apanya kalau dibawa kesini!". jawab pak pendra sombong.
"Hmm... baguslah. Aku tidak ingin saja kedepannya dia menganggu Marni lagi. aku tidak akan main- main jika menganggu marni dan cucuku kedepannya!". jawab pak sultan.
__ADS_1
"Aku akan jamin. Dia tidak akan berani bertemu dan mendekati marni lagi". jawab pak pendra.
Padahal pak pendralah yang takut bertemu dengan Danil kedepannya. Setidaknya sampai tahu siapa ayah dari anak yang di kandung marni.
"Ih ya, kita belum pernah bertemu semenjak pak Sultan dan keluarga pulang umroh.
Bagaimana kalau kita kumpul keluarga di rumahku. Kita temu kangen!". Ajak pak pendra.
"Insya allah pak pendra. untuk dua minggu kedepan aku sedang sibuk. hotelku sedang banyak acara dan banyak tamu. maklum pak, sedang liburan.
Kapan-kapan kita kumpul. acara empat bulan kehamilan marni sepertinya bagus". ucap pak Sultan.
"Boleh juga. kita buat rencana ya pak. biar semua juga bisa ikut bersilaturahmi!". ucap pak Pendra.
"Iya pak pendra. sudah dulu pak. mau lanjut bekerja. Assalamualaikum!". ucap pak sultan.
Hfff...
Pak pendra memijit keningnya. Pusing. memikirkan nasib marni, jika seandainya bayi yang di kandung marni bukan anak Ridho. pasti mereka akan habis di serang keluarga besar pak Sultan.
"Sebaiknya aku harus menyimpan rapat rahasia ini. Jangan sampai mamanya marni dan marni membahas ini semua!". gumam pak pendra.
kring.....
Ponsel pak pendra berbunyi. ternyata istrinya yang mebelfon.
"..."
__ADS_1
"Waalaikum salam. Hallo mah, ada apa?!". tanya pak pendra.
".....".
"Mama hubungi saja marni, sebaiknya kita ajak makan dirumah saja. biar leluasa berbicara nanti!". ucap pak pendra.
"...."
"Jangan di Apartemen atau restoran terbuka. kan kita ingin marni tidqk terlihat di depan umum. biar tidak bertemu orang yang akan membuat marni tidak nyaman!". ucapnya.
"....".
"Baik. siang ini saja suruh marni kerumah. Atau papa yang jemput marni nanti ke apartemennya!".
"....".
"Iya. Waalaikumussalam".
Mereka berjanji akan mengajak marni untuk makan siang untuk membahas yang mereka rasa penting untuk dirahasiakan
Tapi tidak ingin marni berada di tempat umum, takut jika bertemu dengan yang memperkosa marni beberapa bulan yang lalu.
Juga tidak mau bicara membahas di telfon, takut ponsel marni ada yang menyadap.
Pak pendra langsung menelfon Marni anaknya.
.
__ADS_1
.