
"Bang.. antar aku kerumah sakit bang!". ucap marni.
Dia mendapat telfon dari mamanya barusan. kalau papanya masuk rumah sakit.
"Mau apa kerumah sakit?!". tanya Ridho santai. karena baru saja selesai makan malam.
Dan belum dapat kabar tentang mertuanya.
"Kata mama papa sesak nafas tadi, sekatang sedang di rumah sakit!". jelas marni.
'karma tu si pak tua!'. geram Ridho.
Tapi dia mengomel dalam hati saja, karena dia punya rencana yang yang akan mengikat marni. agar mertuanya yang bikin kesal itu tidak bisa berbuat banyak.
"Bisa bang?!". tanya marni.
"Baik. tapi kamu tidak boleh menginap. harus janji dulu!". ucap Ridho pada isyrinya itu.
"Iya. aku tidak menginap!. janji!". jawab marni.
Maka mereka pergi kerumah sakit.
"Papa kenapa mah?!". tanya marni.
"Papa..!".
mama marni menceritakan yang dialami suaminya. hingga sesak nafas, dan serengan jantung ringan.
Marni pun berkesimpulan, kalau papanya terkejut di buli netizen di berita online.
Sudah dua kali papanya mengalami serangan jantung.
Waktu menangani kasus anak pejabat yang narkoba tahun lalu, ayahnya juga mengalami serangan jantung. untung tidak saat masih di pengadilan.
__ADS_1
Hingga papanya dirawat beberapa hari. dan marni tidak bisa melihat waktu itu. selan dilarang mamanya, juga dilarang ridho suaminya. karena dia sedang hamil muda.
"Papa kok masih menemui danil sih ma?!. aku kan sudah bahagia dengan pernikahanku!". bisik Marni pada mamanya.
Marni berbicara dengan mamanya, sementara ridho setelah menemui mama mertuanya, minta izin ke taman sebentar. katanya mau merokok.
"Entah apa yang papamu fikirkan. Dia sangat berambisi dengan danil. Mama tahu kalau papa menyesal menolak danil.
Karena yang kita tahu danil itu hanya anak seorang pengusaha toko bangunan daerah. ternyata lebih.
Bahkan sangat berpengaruh.
Makanya papa berusaha dekat dengannya!". jawab mama marni pelan.
"Aku ingin papa jangan berfikir mendekati danil lagi mah. kalau bisa mama nasehati papa.
Kami sudah punya keluarga masing -masing. tidak baik mengungkit yang lalu. tidak akan mungkin mah untuk berfikur untuk kembali!". jelas marni.
"Mana tahu. mana juga pernah bilabg ke papa, waktu masalah yang waktu itu.
Hhhff
Marni tidak tahu lagi apa yang akan dia lakukan. papanya memang keras kepala dan egois.
padahal sudah beberapa kali mendapat malu. tapi tidak juga kapok.
"Sekarang bagaimana keadaan papa mah?!". tanya marni.
"Sudah mendingan. tapi belum boleh diajak bicara. dilihat pun dari jarak jauh. kata dokter agar papa tidak berbicara!". jawab mama marni.
Sekarang pak pendra masih di ruang icu, karena masih di rawat intensif.
"Kamu boleh melihat, tapi dari jauh. berdiri di dekat pintu saja!". ucap mama marni.
__ADS_1
Marni mengangguk, dan berdiri menuju pintu masuk ruang rawat papanya, di ruang inensif.
Marni hanya melihat dekat pintu, dan terlihat di tubuh papanya di pasangi banyak selang, bunyi mesin yang berada di dekat kepalanya berbunyi teratur.
Marni melihat mata papanya terbuka. berarti papanya masih dalam keadaan sadar.
hanya sebentar marni melihat papanya dari jarak sekitar sepuluh meter.
lalu kembali duduk di dekat mama nya.
"Sebaiknya mama pulang saja. biar perawat yang jaga papa.
tidak mungkin mama menunggu di sini sampai pagi!". ucap marni pada mamanya.
Yidak mungkin namanya tidur di kursi yang berada di lorong ini.
"Iya, mama akan pulang. nanti yang akan menjaga papa si Beni. Sepupu kamu!. dia sedang menuju kemari!". ujar mama marni.
Adik marni tidak ada di kota ini. karena sedang kuliah di luar Provinsi.
Katanya mungkin sampai di pagi hari. karena pesawatnya pagi yang dapat.
Mereka terdiam sebentar, saling berfikir, dan termenung.
Ridho pin sudah kembali bergabung dengan istri dan ibu mertuanya.
Tidak sampai sepuluh menit, datanglah Beni sepupu marni yang masih kuliah.
Dia datang bersama mamanya. tante julia namanya. mama Beni adiknya papa marni. dan mereka berbincang sedikit.
Lalu mama marni pulang bersama tante julia. tante julia diantar supir suaminya, karena suaminya sedang keluar kota.
Marnipun pulang dengan suaminya, Ridho.
__ADS_1
.
.