
"Kalian tahu dengan perusahaan AZ?!. pimpinan perusahaan itu teman dekat anak gadis saya.
Dia itu sangat mengharapkan putri saya untuk di jadikan istrinya. sampai saat ini dia masih mengharapkan putri saya!". ucap pak pendra saat bertemu kliennya siang itu.
"Bagaimana bisa pak pendra?. setahuku Pimpinan perusahaan itu pak Afda. dia sudah menikah dan juga sudah memiliki putra yang baru lahir beberapa bulan yang lalu!". ucap klien pak pendra.
"Iya. Dia itu menikah karena orang tua istrinya yang ingin putrinya menjadi nyonya besar di perusahaan AZ. Makanya dia menjodohkan anaknya dangan Pak Afda itu.
Padahal pak Afda ingin menikahi putriku, hingga impian mereka belum tercapai. aku menunggu waktu itu, menjadikan dia menantuku!". ucap pak pendra berapi-api.
Semua mendengar ucapan pak pendra yang menginginkan danil menjadi menantunya.
"Khmm.. Maaf pak pendra.
Aku mengundang bapak kesini untuk menangani kasus yang menimpa anakku. bukan membicarakan orang lain.
Seperti perjanjian awal kita di telfon, aku ingin pak pendra mendalami kasus anaku yang terlibat kasus narkoba. Dia itu dijebak, dan sekarang malah di jadikan tersangka pengedar!". ucap seorang bapak paruh baya.
yang meminta pak pendra yang seorang pengacara terkenal. menangani kasus anaknya yang terlilit kasus hukum.
Saat ini mereka sedang berada di ruang kamar vip sebuah hotel besar.
Bagaimana tidak. bapak yang akan memakai jasa pak pendra adalah seorang pejabat penting di pemerintahan. jabatannya kepala dinas kota. tentu dia tidak mau nama baiknya buruk dimata masyarakat.
"Khmmm..
Maaf pak Santoso. Saya bukan melupakan maksud kedatangan saya kesini.
Saya hanya memberi tahu tentang keluarga saya. agar bapak santoso tidak kecewa dengan relasi dan latar bekakang yang sangat kuat membeking saya.
percayalah. saya pasti bisa me nangani dan membela anak bapak. saya yakin, kita akan menang di persidangan!". ucap pak pendra oercaya diri.
"Aku serahkan semua pada pak pendra. aku aku tunggu kerja pak pendra.
Aku tidak ingin nama baikku terseret. dan aku tidak ingin anakku di penjara.
Ingat itu pak pendra!". ucap pak santoso. mengingatkan pak pendra kasus yang ditangani berat.
"Serahkan saja pada saya pak santoso. bapak selama ini tahukan kinerja saya. kita pasti menang.
paling tidak lebih ringan. dari tuntutan. Kita bisa menolak tuntutan sebagai pengedar, dan hanya sebagai pemakai.
__ADS_1
Dan putra bapak bisa di rehabilitasi saja!". jawab pak pendra percaya diri.
Pak santoso hanya mengangguk saja. terlihat dari kecemasannya. tentang nama baik dan nasib anaknya.
.
"Mario. aku dapat kabar, kalau papanya marni selalu membawa namaku saat bertemu dengan kliennya.
Apa itu bisa kamu tangani?!". ucap Danil siang itu.
Mereka akan pergi bertemu klien yang sedang melakukan kerja sama. di sebuah restoran.
"Iya. dia selalu membawa nama kamu yang katanya bucin abis pada putrinya.
Tapi jangan takut. Setiap klien yang mendengar ceritanya, selalu konfirmasi padaku.
Dan mereka juga pasti paham dengan keteranganku!". jelas Mario.
menjawab santai sambil mengemudikan mobil.
"Aoa yang kamu terangkan?!". tanya Danil heran.
"Hanya teman kuliah, dan cinta monyet.
"Jangan asal jawab lah. nanti malah berbalik menyerang kita!".
"Tenang saja!". ucap mario.
Dan benar. Saat Danil dan mario selesai rapat dengan klien, mereka mrnyempatkan bertanya pada danil.
"Apa benar pak Afda pacar anak pak pendra, pengacara ternama itu?!". tanya klien danil.
"Cerita lama pak Win. biasalah para mahasiswa kan punya pacar untuk penyemangat belajar!". jawab danil tersenyum.
Karena dengan jawaban Mario sebagai cinta monyet, jadi inspirasi nya untuk menjawab siapapun yang bertanya.
"Ooo. itu biasa pak afda. bahkan kita sebagai laki-laki, malah sering gonta ganti pacar. bisa di bilang playboy dadakan haha.. ha...!". tawa seorang rekan bisnis Danil.
Hingga setiap yang bertanya, selalu itu yang dijawab. cinta monyet atau teman penyemangat sewaktu kuliah dulu.
.
__ADS_1
"Papa kamu apa-apaan sih mar?!. menyebar isu kalau si danil itu mantan kamu yang masih mengharapkan kamu?!". ucap Ridho kesal pada marni malam itu.
Cerita pak pendra tentang sang pemimpin AZ, afda. sudah beredar semenjak beberapa minggu yang lalu.
Marni yang waktu itu bertemu dengan Danil, merasa tidak nyaman lagi bekerja. mungkin saja danil mencari tahu tentang dia, fikirnya. makanya Marni berhenti saja bekerja di restoran itu.
Padahal cake dan makanan penutup buatan marni sedang diminati. tapi sang maneger tidak bisa berbuat apa.
"Memangnya cerita apa bang?!". tanya marni.
Dia tidak mengetahui berita apa yang di maksud.
"Bilang kalau si danil masih mengharapkan kamu.
memangnya kamu mau balikan sama dua lagi?!". marah Ridho.
Dia sangat emosi, dia yang ingin menata rumah tangganya kembali, yang ingin segera punya anak. malah ada isu begini. bikin tidak nyaman.
"Bang. aku tidak pernah berniat untuk balik dengan dia. asal abang tahu, untuk bertemu dengan dia saja aku malu. untuk apa aku berharap balikan?!". jawab marni sedikit kesal.
"Terus.
Kenapa papa kamu bilang kalau danil belum move on dari kamu!. apa kamu..".
"Yang belum move on itu dia. aku tidak peduli. terserah dia saja!". potong marni.
Marni menatap marah suaminya.
"Lagian bang. aku punya masa lalu. dan abang juga masa lalu!.
Apa abang lupa. Aku masih perawan saat menikah dengan abang. sementara abang???". ucap marni bertanya.
Marni merajuk berjalan menuju kamar sambil cemberut.
Ridho terdiam. memang benar ucapan istrinya. yang belum move kan bukan istrinya.
untuk apa dia marah pada istrinya.
Ridho menarik nafas pelan. dia harus segera minta maaf pada istrinya. supaya keinginannya untuk segera punya anak bisa tertunda.
.
__ADS_1
.