
Semenjak marni pergi. Ridho seperti kehilangan akal. Marni bukan pergi, tapi diusir oleh ridho. Karena dia termakan hasutan salah seorang sepupunya.
Flashback On
"Kok kamu masih mau mem pertahankan istrimu itu Ridho?.
Sudah jelas papanya terus menyinggung sang mantan anaknya yang kaya itu.
Apa kamu tidak tersinggung, kamu seperti di banding- bandingkan dengannya". Ucap loly.
Loly adalah sepupu Ridho, anak dari saudara jauh ibunya.
Ridho awalnya tidak menanggapinya. Karena Marni istrinya sudah mengatakan. Apa yang dikerjakan papanya tidak akan berpengaruh padanya.
Tidak akan ada perubahan pada hatinya.
Tapi ocehan loly yang menyudut kan, membuat Ridho gamang. Apalagi sang papa mertua mem perlihatkan rasa tidak sukanya pada dia dan istrinya.
Buktinya papa mertuanya tidak pernah mengunjungi marni saat istrinya itu melahirkan. Itu membuatnya bertambah kesal.
Dan setelah marni keluar rumah sakit, Ridho semakin menjaga jarak. Tidak pernah membantu atau mendekati marni.
Bahkan saat istrinya selesai nifas, dia tidak mau menyentuhnya. Walau hasratnya sangat ingin.
Walau sekamar tapi dia cuek saja. Tapi setiap istrinya bertanya, bukan jawaban yang dia berikan. Tapi hinaan dengan kata-kata kasar, yang membuat istrinya berniat pergi dari rumah orang tuanya.
Saat usia bayi mereka empat bulan, istrinya berniat pergi dari rumah orang tuanya. Tempat mereka tinggal selama ini.
Hal itu dipicu oleh ucapan Ridho yang menghina. Mengatakan kalau istrinya itu hanya sebagai pelampiasan nafsu saja.
Dan dengan teganya Ridho mengusir istrinya malam itu. Tanpa bisa membawa buah hatinya.
Dan setelah hampir dua tahun perginya istrinya itu. Ridho seperti kehilangan srmangat hidupnya.
Untung saja dia tidak kembali ke penyakit lananya. Guy.
__ADS_1
Flahback off
.
"Ridho. Papa mertuamu masuk rumah sakit. Sebaiknya kamu pergilah membezuknya.
Juga, kamu bisa bertanya apa istrimu baik-bsik saja tinggal bersama mereka". Ucap pak sultan pada putranya.
Padahal pak sultan tahu, menantunya itu berada di pekan baru. Tapi tidak tahu tinggal dimana, dan dimana dia bekerja.
Karena marni tidak memberi tahu nya. Juga bu Noni, tidak mau mengatakan tentang Marni. Karena marni sudah berpesan pada beliau.
"Malas pah. Aku tidak ingin tahu tentang nya". jawab Ridho malas.
"Tidak boleh begitu. Setidaknya, tunjukan kalau kamu masih peduli.
Sebab penyakit mertua kamu itu sangat parah. Takutnya kamu tidak sempat minta maaf kalau dia sudah tidak ada". jelas pak Sultan.
Saat ini mereka sadang sarapan.
"Sakit apa dia?. Kok papa lebih tahu?". Heran Ridho.
Tapi saat ini sudah satu minggu mertuamu dirawat". jelas pak sultan.
"Pasti dia senang marni merawat dia. Dan pasti si Danil sering kesana". Ucap Ridho kesal.
Karena masih ingat dengan mantan pacar istrinya yang selalu disanjung mertuanya itu.
"Marnikan tidak...
Pokoknya kamu bezuk saja. Sebagai tanda bakti kamu". Perintah pak sultan.
Hampur dia mengatakan marni tidak ada di kota ini.
"Iya Ridho. Kamu lihatnya sebentar. Sebaiknya nanti saat istirahat siang datanglah kerumah sakit. Dia dirawat di rumah sakit Z ruang 45 b". ucap mama Ridho seperti memerintah.
__ADS_1
"Aku usahakan". Jawab Ridho.
"Usahakan untuk datang. Kamu ingat itu". pesan pak sultan.
"Baik pah". Ucap Ridho akhirnya.
'Sebaiknya aku lihatdia. Aku ingin tahu, apa rencananya berhasil menikahkan putrinya dengan sang mantan terindahnya'. Gumam Ridho
.
"Bang. Apa sudah semua dikemas bang?!". Tanya Fauziah pada suaminya Danil.
Mereka sedang sarapan bersama.
"Sudah. pagi ini akan diantar langsung ke pul bus". Ucap danil.
Mereka akan pulang kekampung Danil di bukittinggi akhir pekan ini. Karena adik danil akan menikah.
Seperti biasa, mereka akan mengirim barang keperluan mereka dan juga buah tangan untuk oleh- oleh menggunakan bus sat atau dua hari menjelang berangkat. Agar saat bus sampai mereka juga sudah ada di sana.
Kebiasaan ini biasa dilakukan ibu Danil jika barang bawaannya banyak. Bukan tidak mau membawa dengan pesawat, hanya mereka ingn menikmati perjalanan tanpa memikir banyak bagasi.
Mereka hanya membawa keperluan anak dan bayi mereka saat di perjalanan nanti.
"Setelah mengantar barang ini, kita kerumah sakit dulu". Ucap Danil.
"Baik bang. Aku juga akan berkemas. Biar besok kita tinggal jalan". Ucap Fauziah.
"Nanti malam abang bantu. Kita pergi kerumah sakit dulu. Ada pekerjaan yang akan abang siapkan selama abang tidak masuk.
Bersiaplah. Kita akan di jemput mario sebentar lagi". Perintah Danil.
"Baik bang". Ucap fauziah.
Segera menyelesaikan sarapan juga bayinya. Sementara Dylan sarapan sendiri di sampibg Danil, ayahnya.
__ADS_1
.
.