
Marni membaca semua chat yang ada di grup alumni. melihat siapa yang baik komentarnya, dan siapa yang memojokan Danil.
Ternyata banyak yang hanya menyayangkan sikap danil yang dianggap tidak baik. menganggu istri orang yang sedang hamil.
Juga ada yang langsung komentar yang memojokan danil. mengatakan danil perusak rumah tangga orang.
Ada yang mengucapkan kalau danil gagal move on karena di tinggal nikah.
Ada sebuah komentar yang sangat kelewatan. Mengatakan Danil ingin memeras Marni, karena marni punya orang tua kaya dan suami kaya. makanya danil menemui marni.
Marni ...
Aku kaget membaca berbagai komentar di chat grup alumni kuliahku.
Bagaimana mungkin bisa sampai seheboh ini. memojokkan dan menjatuhkan harga diri Danil.
'Apa teman- teman tidak tahu kalau danil sudah menikah?'. aku mulai berfikir.
Apa tidak ada seorang temanpun yang diundang danil saat dia menikah beberapa bulan yang lalu.
Apa mungkin Danil belum menikah?. bisa jadi hanya akal-akalannya saja, agar aku menjauhinya. mungkin...
tapi, aku bertemu dengan danil dengan wanita yang sama. bahkan kemaren wanita itu hamilnya sudah lima bulan. tidak mungkin hanya untuk main-main saja.
Atau... Danil belum menikah, tapi pacarnya hamil. Pikiran jelekku pada danil.
Sebab tidak satupun teman di grup bilang danil sudah menikah. jadi....
Siapa ya, teman yang mungkin dekat dengan danil ini. Aku berfikir keras. siapa kemungkinan teman yang tahu danil dan keluarganya.
Alu merenung, memikirkan.... ya... Aku ingat. Ada teman kami waktu kuliah dulu. Bisa dikatakan satu provinsi di sumbar sana.
Nita... ya nita. Aku akan menelfon nita. Gumamku sambil mencari kontak nita di grup alumni.
Nita teman satu alumni juga teman satu provinsi danil. meski beda kota.
"Assalamualaikum...." Ucapku
"Waalaikumsalam..". jawab nita.
__ADS_1
"Maaf nita, ini aku marni. kamu ingat tidak, denganku?!". tanyaku basa basi.
"Marni. marni mana ya?!. apa marni pacarnya danil dulu?!". jawannya ragu.
"Iya. marni pacar danil waktu kuliah". jawabku.
"oh iya.. aku hampir lupa. Apa kabar mar?!. tumben kamu menelfonku?!". tanya nita heran.
Karena tidak sekalipun menelfon dia. Bahkan waktu kuliah dulu kami tidak pernah saling telfon, walau masih saling kenal.
"Hhmm.... itu... aku mau bertanya sama kamu. tentang danil"
"Ada apa dengan danil?!. apa tentang foto kamu di grup itu?!". tebaknya.
"Bukan. bukan masalah foto itu. Aku cuma mau tanya. di grup banyak menghujat danil. tapi tidak ada yang bilang tentang danil. Tentang pernikahan danil.
Aku mau tanya sama kamu nit. apa dia sudah menikah?!. sebab tidak ada yang berkomentar tentang dia dan pernikahannya". tanyaku pada nita.
"Hhmm.. waktu kamu bertemu danil, apa dia tidak bilang?!". tanya Nita seperti menyelidiki.
"Danil bilang sudah menikah. bahkan aku bertemu istrinya. sedang hamil lima bulan.
Hhfff.. fff
Terdengar Nita menarik nafas dan membuangnya.
"Danil sudah menikah. Aku datang kekotanya saat dia pesta. dia pesta selamatan di kampungnya waktu itu. Kalau di kota tempat dia bekerja aku tidak tahu, apakah ada acara selamatan atau tidak.
Sebab Danil tidak cerita waktu itu. Walaupun ada mungkin saja acara dia di tempat istrinya, tidak mungkin danil mengundang teman-teman". jelas Nita.
Aku mengangguk paham, berarti fikiran jelekku tidak terbukti. Bisa jadi dia pesta di tempat istrinya, hingga tidak ada teman yang diundang, dan pasti mereka tidak tahu kalau danil sudah menikah.
"Nita. Aku kasihan dengan danil. komentar teman-teman sangat keterlaluan. Aku minta kamu menjelaskan kalau danil tidak mungkin melakukan apa yang mereka tulis.
Bilang kalau danil itu sudah menikah. karena hanya kamu yang tahu kalau danil sudah menikah.
Tolong nita. hanya kamu yang bisa membantuku". ucapku memelas.
"Kamu saja lah marni. aku yang jauh berada dikampungku mana paham mereka nanti". elak Nita.
__ADS_1
"Cuma memberi komentar Nita, bilang saja tidak mungkin danil seperti itu. sebab dia sudah menikah, dan bilang juga istrinya sedang hamil. itu saja". ucapku agar nita mau memberi komentar di grup.
Aku berharap. dengan menyuruh nita ikut komentar baik, bisa membuat nama danil tidak jadi bahan bulian lagi.
"Mau ya Nit !. hanya kamu yang tahu kalau danil sudah menikah.
Entah bagaimana nanti kalau masalah ini belarut-larut. Padahal danil saat kuliah juga aktif. dan juga banyak teman.
Tapi kok saat menikah Danil tidak memberi tahu satupun teman kita. Bahkan akupun tidak". ucapku sedih.
"Aku juga tidak tahu marni, aku setelah lulus langsung pulang kampung untuk bekerja. hanya tau info di grup saja. tidak ada komonikasi lain". jawab Nita.
"Maka aku minta tolong kamu nita". ucapku.
"Aku coba memberi komentar nanti ya mar. tapi jika ada yang bertanya aku akan jawab setahu aku saja". jawab Nita.
"Iya nit. terimakasih". ucapku.
Aku sedikit senang rasanya. mungkin dengan bantuan nita memberi komentar baik, bisa membuat nama danil lebih baik.
Marni end.
.
"Mbak. bisa minta bilnya!". ucap Marni saat selesai menelfon Temannya.
"Semua sudah dibayar bapak tadi mbak". ucap pelayan restoran.
"Hah...". kaget marni.
Mario membayar pesanannya juga.
"Hmm. terimakasih kalau begitu mbak". ucap marni.
Marni buru-buru turun dari lantai dua restoran. dia ingin pulang menunggu reaksi teman di grup alumni.
juga menunggu orang suruhannya yang akan mengkonfirmasi foto unggahan semalam.
.
__ADS_1
.