
Sementara itu mertua Marni sedang berbicara dengan Ridho anaknya. mereka berbincang di ruang kerja papa ridho, di hotel tempat mereka konfrensi pers tadi.
Hotel ini adalah hotel teman pak sultan yang bekerja sama dengannya.
Padahal temannya itu yang punya hotel ini. dan saham pak sultan hanya sepuluh persen saja. Tapi temannya itu menyuruh pak sultan yang menjadi pimpinan dan mengelola hotel ini.
Sedangkan ridho bekerja disebuah rumah produksi atau PH milik temannya, dan dia punya dua puluh persen sahamnya disana.
Ph ini Hasil kerja sama dengan sebuah perusahaan luar negri. tapi yang punya masih orang dalam negri, hanya pusatnya di singapura.
Makanya Ridho menjabat sebagai maneger produksi. yang sering merencanakan kontrak kerja dengan ph lain dan juga dengan artis. yang akan diajak kerja sama.
Sehingga Ridho banyak kenal dengan para artis.
"Ridho. kenapa mertua kamu tadi takut begitu dia menerima telfon dari orang yang bernama danil?!
Apa dia diancam oleh orang yang menganggu istri kamu itu". tanya pak sultan.
"Kurang tahu pah. tapi aku dengar rekaman tadi marni yang menangis. tidak jelas apa yang dia ucapkan.
Biar aku tanya marni saat di rumah. apa benar itu marni atau cuma akal-akalan si danil itu agar lepas dari tuntutan". jawab ridho.
"Aku juga ragu itu suara marni. Kamu tanya marni baik-baik. jangan sampai dia tertekan. bisa jadi marni itu diancam oleh danil jadi marni takut.
Sebaiknya bilang sama mertuamu agar mencabut saja tuntutan itu. agar marni tenang, dan bicara baik- baik saja pada danil agar jangan menganggu istrimu lagi". ucap pak sultan bermurah hati.
"Baik pah, nanti aku bicarakan sama marni dan mertuaku".jawab Ridho.
"papa sama mama mau berangkat umroh hari sabtu. dan besok akan ada pertemuan dengan perusahaan AZ putra utama.
Tentang pengiriman barang keperluan hotel dari luar negri". ucap pak sultan.
"Papa ingin kerjasama ini selesai di tanda tangani pimpinan perusahaan AZ. agar waktu umroh papa tenang.
Dan karyawan bisa merencanakan tugas mereka sementara papa umroh. Dan sepulang umroh tinggal melaksanakan saja". tambahnya.
"Baik pa. akan aku selesaikan segera. mungkin keluarga marni tidak senang anaknya bertemu dengan orang lain, seperti danil, sang mantan marni.
Apa lagi mendengar kalau si danil minta balikan , sementara marni sudah menikah dan hamil. Makanya dia mengancam, karena tidak suka rumah tangga anaknya terganggu". jelas ridho.
"Selesaikanlah secepatnya. biar marni tidak di ganggu mantan- mantannya yang lain". jawab pak sultan.
"Makanya Ridho, kamu harus sering mengajak istri kamu itu tampil di depan publik. agar tidak diganggu istrimu itu.
Cantik begitu tentu banyak mantan marni yang ingin balikan padanya.
Apalagi sedang hamil begitu auranya sangat mengoda pria diluar sana". tambah mama Ridho. bu Rosalinda.
"Iya Ridho. membalas ucapan netizen diluar sana. yang mengatakan kamu itu penyuka sesama jenis.
__ADS_1
Sekarang kan terbukti dengan hamilnya marni. tentu akan membungkam ocehan di luar sana". jawab pak sultan.
"Nanti aku ajak marni setiap pertemuan dengan rekan kerja. Biar tidak memojokkan ku lagi". ucap Ridho.
"Kami tunggu penampilan kamu membawa istri kamu di depan publik". tantang pak sultan.
"Tunggu saja pah". jawab ridho.
"Nanti kamu jemput marni kerumah orang tuanya. jangan biarkan lagi istrimu mengemudi sendiri.
Paling tidak pakai supir untuk mengantar kemanapun istrimu itu. Mama lihat marni masih bekerja jadi honorer di pemerintahan.
Sebaiknya jadikan marni ibu rumah tangga seutuhnya. uangmu tidak akan habis untuk belanja kebutuhan istrimu". ucap mama Rosa.
"Waktu itu marni tidak mau berhenti kerja ma. katanya bosan dirumah. Aku memang sudah berniat untuk menyuruh marni resign saja. untuk menjaga kehamilannya. biar jadi ibu rumah tangga saja". jawab Ridho.
"Papa setuju. nanti papa dan mama bantu mengatakan pada marni. agar resign saja". ucap pak sultan.
.
Marni takut untuk masuk ruang kerja papanya. dia berhenti sesaat di depan pintu ruang kerja papanya itu.
"Ayo. mama dampingi". ucap bu nora membimbing marni memasuki ruang kerja suaminya.
Lalu bu rosa dan marni duduk di sofa panjang depan meja kerja pak Pendra.
"Marni. papa ingin kamu berkata jujur. Apa benar rekaman yang danil putar tadi itu kamu?!". tanya pak pendra menarap marni yang tertunduk.
Hhfff
Pak pendra menarik nafas.
"Coba kamu cerita. Apa Danil mengancam kamu agar kamu mau balik dengan dia?!. apa perlu papa mencari keberadaan danil.
papa tidak mau kehamilan kamu nanti bermasalah. Dan papa tidak akan terpengaruh ucapan danil tadi". ucap pak pendra.
"Apa yang Danil katakan pah?!". tanya marni lemas. pasti tentang curhatnya kemaren.
"Papa ingin kamu jujur.
apa benar kamu hamil karena di perkosa". ucap pak pendra pelan menatap dalam kepada marni.
Marni hanya menangis, tidak menjawab pertanyaan papanya.
Bu nora mengelus pungung putrinya yang menangis.
"Bicaralah. Kamu tidak sendiri, ada papa dan mama yang akan mendengar. kami tidak akan marah. akan kita cari solusinya yang terbaik". ucap bu nora.
hff...
__ADS_1
Marni menceritakan kalau dia pernah diperkosa. dikurung setengah hari. dan dia tidak tahu, kalau dia hamil dari suaminya atau orang lain.
Marni tidak menceritakan penyakit menyimpang suaminya. karena dia masih butuh status untuk anaknya.
Pak pendra dan bu nora kaget mendengar cerita marni. ternyata anaknya menyimpan rahasia yang membebaninya.
Tiba-tiba ponsel marni berbunyi, dan ternyata suaminya yang menelfon.
"Assalamualaikum.."
"..."
"Masih di rumah papa".
"...."
"Kenapa?!".
"......"
"Baik. aku tunggu!. assalamualaikum". ucap marni menutup pembicaraan dengan suaminya.
"Kenapa ridho menelfon". tanya pak pendra pada marni.
"Katanya dia mau menjemput aku. biar pulang bareng dia!". ucap marni lemas.
"Papa berdo'a, dan berharap, anak yang kamu kandung anaknya Ridho. papa tidak tahu apa yang akan terjadi kalau mereka tahu.
Papa cuma berpesan. tutupilah sebisa mungkin terlebih dahulu. bukan untuk membohongi. tapi untuk melihat sampai lahir nanti.
Akan kita tes diam-diam. dan akan kita cari jalan terbaiknya nanti". ucap pak pendra memijit keningnya.
pusing..
"Bang danil dia tahu yah. apa dia....".
"Jangan takut. kita usahakan agar kamu tidak pernah bertemu dia. dan kamu cukup menghilang saja dari semua orang yang mungkin saja mengetahuinya. sampai kamu melahirkan".usul pak pendra.
"Semoga yang kamu kandung anak suami kamu. dan anggab kejadian tersebut hanya kecelakaan. Hanya itu yang bisa kita lalukan sekarang". tambah bu nora.
Marni yang sedang kalut hanya bisa mengikuti usulan orang tuanya.
Dia juga tidak ingin mengecewakan mertuanya yang sangat mengharap kan cucu. tapi, mereka tidak tahu penyakit menyimpang anak mereka yang sangat mereka banggakan.
Biarlah dia diam untuk sementara, biar tidak ada yang terluka. .
.
.
__ADS_1
.