Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 24


__ADS_3

"Hah... gila!!!". ucap Danil saat membuka chat grup.


Banyak hujatan negatif pada danil. karena foto danil dan marni menjadi treding di chat grup. Padahal danil baru nembuka beberapa scool saja. sudah panas rasanya danil membacanya.


Banyak kata-kata yang kotor disematkan pada danil.


Hingga danil tidak melanjutkan membacanya. dia mencari nomor kontak Marni.


Lalu menelfon marni, setelah membuka blokir nomor kontak marni.


Beberapa kali Danil mencoba mengulangi untuk menelfon Marni. tidak ada tanggapan.


Hingga...


Ponsel Danil berbunyi. tapi nomor tidak dikenal. Danil nemandang mario.


"Siapa?!". tanya mario.


"Tidak ada nama".


"Angkat saja dulu. mana tahu penting".


Danil langsung mengangkat.


"Ha...."


"Brengsek kamu. Anakku sedang hamil masih kau ganggu. Apa kamu belum bisa move on dari anak ku yang sudah bahagia dengan suaminya. kamu..... ...... .....


.....". panjang celotehan dan hinaan dari papa marni pada danil.


Ya. ternyata Papanya danil yang nenelfon Danil. Mario langsung mengambil ponsel danil, untuk di loudspeker. Dan fia merekam dengan ponselnya.


"Kamu jangan pernah berharap. untuk bisa memikat marni lagi. suami dia anak orang kaya dan ternama. jangan harap kamu bisa mengemis untuk mendapatkan pinjaman dari keluarga menantuku yang kaya itu. aku tidak....".


"Bisa bicara dengan marni!!". ucap Danil tegas.


"Tidak bisa. kamu mau menganggu rumah tangga marni?! hah!!!!. Mau mengemis cinta??. atau mengemis minta pinjaman uang untuk hidup kamu.


Jangan mimpi!!. kamu itu hanya benalu yang ingin menumpang hidup!!. dan ingin memeras marni.


Marni sudah bahagia dengan keluarga kecilnya. apalagi dia sedang hamil keturunan keluarga terhormat. dia sangat dimanja mertuanya yang kaya dan....".


"Tolong bilang sama marni untuk menghubungiku. kalau tidak Aibnya akan sampai pada suami dan keluarga suaminya!!". ucap danil tegas.


Lalu dia menatikan sambungan telfonnya.


hhfff..

__ADS_1


"Aib apa?!". tanya mario kepo.


Danil hanya mengusap layar ponselnya. Dan....


"..... ..... .....Aku tidak bahagia dengan pernikahanku....... .... .... aku ingin kembali dengan kamu......... Aku hamil karena diperkosa oleh...


......". ucapan marni di rekaman ponsel Danil.


Mario hanya menarik nafas kasar, karena kaget dengan rekaman suara marni di ponsel Danil.


"Aku akan menelfon marni. akan aku selesaikan secepatnya. Kamu kirim rekaman itu padaku. akan aku gunakan jika dia bersikeras membela diri". ucap Mario.


"Silahkan. tapi aku tidak akan mau bertemu dengan dia dan keluarganya. Malas untuk melihat mereka yang sombong dan suka merendahkan". ucap Danil.


"Ok. kamu tenang saja. Kamu tidak perlu bertemu saat aku sedang menyelesaikan semua.


Tapi kamu harus bertemu dengan mereka Saat aku selesaikan semua ini. Kalau perlu buat mereka menyesal dengan ucapan mereka". ucap Mario mengebu.


"Terserah".


"Baik. aku akan menyelesaikannya. Aku mulai dengan berbicara baik dulu dengan marni.


Nanti pas di ruanganku akan aku coba menelfonnya". ucap mario.


"Silahkan". ucap Danil. "Oh ya. apa masih ada yang akan di kerjakan. kalau tidak. aku mau pulang dulu lah. mau....".


"Jangan pergi keluar dulu!. sampai masalah ini selesai. marni dan keluarganya pasti masih berusaha mencari kamu!. Akan berlarut nanti masalahnya". ucap Mario.


"OK... Aku mau tiduran saja di rumah". jawab Danil keluar ruangan mendahului Mario.


"Kamu baca lagi chat grup kamu. kamu akan tahu siapa kawan atau lawan.


mungkin saja ada teman alumni kamu yang tidak suka dengan kamu". ucap mario sebelum Danil keluar.


"Ok.. kamu hati-hati saat bertemu. jangan sampai mereka menjebak lagi". pesan Danil.


"Sip". jawab mario


.


.


"Brak..".


Bunyi dentuman bemper mobil saat memasuki gerbang gedung kantor AZ putra utama.


Keluarlah pengemudi kedua mobil. yang ternyata sama-sama perempuan.

__ADS_1


"Aduh maaf mbak. aku tidak sengaja. Aku kaget saat mbak berhenti mendadak tadi". ucap perempuan pengemudi mobil yang di belakang.


"Aku tidak ngerem mendadak kok!!". jawab pengemudi mobil yang di depan sewot.


"Lah, tadi aku lihat lampu remnya menyala?!".


"Aku ngerem karena mau melewati portal mbak. jadi bukan ngerem mendadak!!.


Apa kamu tidak tahu di dapan ada portal!?". kesal wanita pengemudi mobil yang di depan.


Perempuan pengemudi mobil yang dibelakang berjalan kasamping sedikit. Seperti melihat apa yang ada di jalan depan.


"Oh iya mbak. maaf.. aku baru pertama kali ke perusahaan ini. jadi tidak tahu kalau ada potal di depan gerbang ini.. sekali lagi maaf mbak". ucap wanita mobil belakang.


"Ya sudah. kita bicara di parkiran. Aku ingin kamu tanggung jawab atas kerusakan mobilku. Ayo ikuti aku". ucap pengemudi mobil depan.


"Oh baik mbak. Hmm apa mbak bekerja disini?!". tanya pengemudi mobil di belakang sebelum menuju mobilnya.


"Tidak. aku mau menemui temanku yang bekerja di sini. Ayo!!". jawabnya.


Mereka memasuki mobil masing- masing. menuju basemant, tempat parkiran perusahaan.


"Hallo bos. dia menuju perusahaan. Sekarang menuju parkiran"


"......."


"Baik".


"......"


"Ini langsung aku aktifkan. Bos dengar saja apa tujuannya kesini!".


"...."


Lalu wanita itu memasang sesuatu di telingganya dan memasukan benda kecil ke saku blazernya. Saat baru sampai di parkiran.


Mereka berdua keluar dari mobil masing-masing.


Pengemudi mobil yang di belakang pertama kali menuju bagian depan mobilnya, untuk melihat kerusakan bagian depan mobilnya.


Ternyata kaca lampu kiri mobilnya pecah. karena benturan tadi.


Lalu berjalan kearah perempuan mobil yang didepan. yang sudah keluar dari mobilnya. tapi masih berdiri di samping mobilnya.


"Maaf mbak. Atas kecerobohan saya tadi. Kenalkan namaku Syafitri, panggil saja fitri". ucap wanita pengemudi di belakang.


"Marni". jawabnya masih kesal.

__ADS_1


.


.


__ADS_2