Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 90


__ADS_3

"Mah. suruh Marni berkunjung awal minggu ini kerumah ma!". ucap pak pendra pada istrinya.


"Sekarang Marni sibuk di restoran saudara jauhnya Ridho.


Mungkin tidak bisa datang seenaknya!". ucap mama Marni.


Orang tua marni sudah tahu, kalau marni bekerja di restoran saudara jauh menantunya.


Tapi tidak tahu, kalau marni hanya mengisi waktu luang saja. walau hanya mengisi waktu luang. marni di beri bonus oleh pemiliknya.


"Ini yang membuatku menyesal. ternyata Marni bekerja untuk mencari uang. Ini kok Ridho membiarkan marni bekerja!". ucap pak pendra kesal.


"Mama kurang tahu pah.


Nanti mama coba hubungi marni, kapan dia bisa datang. kalau bisa menginap di rumah. mama juga kangen marni!". ucap mama marni.


"Kalau bisa segera marni itu datang. ada hal yang akan paoa bicarakan!". ucap pak pendra.


"Iya pah!". jawab istrinya.


"Mama tahu tidak, si danil itu isyrinya sudah melahirkan!". ucap pak pendra.


"Iya lah pah. kan waktu di pesta kabarnya sedang menunggu waktu saja. dan sekarang sudah dua bulan mungkin umur anaknya!". ucap istri pak pendra.


"Aku ingin marni mengaet si danil lagi. terserah apapun caranya.


Aku lihat marni tidak bahagia dengan pernikahannya. ridho malah membiarkan marni bekerja.


Sementara kalau marni jadi istri Danil, tidak perlu bekerja seperti saat ini!". ucap pak pendra.


"Pah. papa tidak boleh bicara seperti itu. yang menjodohkan marni kan papa. yang menolak danil juga papa.


Kenapa berbicara begitu!". ucap mama marni marah.


Sebenarnya dia juga menyesal sudah meremehkan danil yang dia anggap keluarga biasa. ternyata sultan.


"Makanya ma. jika marni tidak bahagia, lebih baik akhiri saja. lagi pula kan marni juga belum hamil!". ucap pak pendra.


"Istiqhfar pah. dosa memisahkan suami istri!". jawab mama marni.


"Papa hanya berharap danil masih membuka hatinya untuk marni!. mana tahu bisa menjadikan marni istrinya!". elak pak pendra.


Mama marni hanya mengelengkan kepalanya.


sementara pak pendra mencari tahu bagaimana dia bisa bertemu dengan danil.


"Pah, marni bisa datang. katanya dia mau izin suaminya dulu. kalau diizinkan selepas ashar dia datang!". ucap mama marni.


"Hmm..".jawab pak pendra.


Tidak sampai sepuluh menit, ponsel mama marni berbunyi. dan ternyata pesan dari marni.


Dia akan datang selepas ashar. dan akan di jemput suaminya malam.

__ADS_1


.


"Abang. jangan lupa ya, sore ini kita kerumah om tarmizi!". ucap Fauziah.


Dia memasangkan dasi suaminya yang sedang bersiap berangkat bekerja.


"Ok sayang. abang akan pulang cepat. biar kita tidak kemalaman sampai di rumah om tarmizi!". jawab Danil.


Dia selalu menciumi wajah istrinya saat memasangkan dasinya.


"Abang. ini belum rapi!". ucap fauziah yang selalu di serangi drngan ciuman dan kecupan oleh suaminya.


Namun Danil malah tidak masalah dengan ocehan istrinya. dia terus menciumi wajah yan mengecup bibir istrinya.


Sementara baby dylan sedang mengayunkan tangan dan kakinya di atas kasur.


Dia sudah mandi dan juga berjemur di balkon tadi sebentar.


"Abang!". ucap fauziah kegelian.


Bagaimana tidak. Danil menyesap lehernya dan juga telinganya.


"Mau lagi sayang!". ucap danil merapatkan tubuhnya.


"Abang, semalam juga sudah. ini sudah lewat pukul tujuh. nanti abang telat!". ucap fauziah mendorong tubuh suaminya.


Tapi tidak bisa. malah dia semakin di dekap erat. Dan


Wajah suaminya sudah berada di depan dadanya, dan langsung menjilati puncak pabrik asi untuk putranya.


Bergantian menjilatinya. membuat fauziah merinding kegelian.


"Abangh!". desah fauziah.


Dan


Danil pun mengajak fauziah olahraga pagi. mereka terpaksa olahraga di karpet karena baby dylan sedang bermain di atas kasur.


Tapi masih bisa menikmati setiap hentakan dan ayunan.


"Terima kasih sayang!". ucap Danil mengecup bibir istrinya.


Walau masih nafas mereka masih sama-sama memburu. Dia tersenyum melihat istrinya yang kelelahan.


hingga mereka kembali mandi besar. karena subuh tadi juga sudah mandi besar. Danil membantu istrinya mandi dan berpakaian.


Untung baby dylan tadi sudah mandi dan kenyang di beri asi setelah mandi dan berjemur.


Hingga tidak nenganggu aktifitas pagi orang tuanya yang sedang olah raga, berkeringat.


Pukul delapan kurang lima belas menit, mereka keluar dari kamar. dengan danil mengendong putranya.


Sarapan sudah terhidang dan rungan sudah bersih. pasti pak yan dan ob yang membantu sudah selesai bekerja. dan pasti sudah keluar juga.

__ADS_1


Merekapun sarapan, dengan fauziah mengendong baby dylan. dan Danil sarapan sambil menyuapi istrinya.


tok.. tok...


Terdengar pintu rumahnya diketok.


"Masuk!". ucap Danil.


Dua yakin.


Pasti pak yan atau mario yang datang. Biasa kalau pak yan datang pagi, juga nengetok terlebih dahulu.


Ternyata Mario yang datang.


"Selamat pagi Niel, fauziah!". ucap mario.


Kalau sedang tidak ada klien, mario biasa memangil nama.


"Pagi bang!". jawab fauziah.


"pagi. Ada apa yo!". tanya danil menyuapi istrinya.


"Ini. kita rapat siang nanti minta dimajukan oleh klien pukul sepuluh. dan maunya di restoran **". ucap mario.


"Boleh juga pagi ini Yo. sebab nanti sore kami mau kerumah om tarmizi. takutnya telat balik ke kantor!". jawab Danil melihat kearah Mario.


"Ok. aku akan hubungi mereka. dan aku siapkan segera berkasnya!". jawab Mario.


"Hmm.


kamu ikut sarapan dulu yo!". tawar Danil.


"Aku sudah sarapan. lanjut saja.


Aku tunggu di ruangan. pukul sembilan lewat sepuluh kita berangkat!. biar tidak telat.


Masih satu jam lagi.". ucap mario.


"Ok!". jawab Danil.


Matio kembali keruang kerjanya.


"Kamu tidak apa kan, kalau abang rapat keluar. abang usahakan menjelang makan siang balik kekantor!". ucap danil.


"Tidak apa bang. kalau ada perlu nanti aku telfon pak yan!". jawab fauziah.


"Baik!". ucap Danil.


Dia lebih senang istrinya tingal di grdung kantor. tadak akan ada yang menganggu atau berniat jahat.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2