
"Pah. papa marni masuk rumah sakit dua hari yang lalu. kapan kita melihatnya!". tanya istri pak sultan pada suaminya.
Pak sultan baru sampai di rumah menjelang isya tadi. karena dua hari yang lalu pergi keluar kota untuk urusan bisnis.
"Mama belum lihat?!". tanya pak sultan.
"Belum pah. mama menunggu papa untuk pergi membezuknya!". ucap mama ridho.
"Bagaimana siap makan malam ini kita kesana?!". ucap pak sultan.
"Baik. ayo kita makan dulu!". ajak istrinya.
Mereka menuju meja makan, dan juga beriringan dengan putranya Ridho dan istrinya yang juga akan menuju meja makan.
"Bagaimana keadaan papa kamu matni?!". tanya pak sultan.papa mertua marni.
"Kabar ibu papa sudah baik. tapi masih di ruang intensif. belum bisa di bezuk. Akupun belum melihat dari kemaren!". jawab marni.
"Oo begitu. papa rencana mau kesana malam ini!". ucap pak sultan.
"Tunggu paa pindah keruang rawat saja pa. kalau kesana sekarang. tidak akan bisa juga melihat papa!". usul Marni.
"Bagaimana pah?!". tanya istri pak sultan.
"Besok saja mah. mungkin pak pendra besok sudah pindah keruang rawat inap. menjelang istirahat makan siang kita kerumah sakit!". ucap pak Sultan pada istrinya.
"Baik pah!". ucap istri pak sultan.
Selesai makan malam mereka berbincang sebentar. sedangkan Marni menyusui putra kembarnya di ruang samping. Setelah diberi asi, si kembar langsunh di bawa pengasuhnya kekamar bayi.
Jika asi masih banyak, sedangkan si kembar sudah tidur, maka marni akan melanjutkan memompa asinya untuk stok.
"Aku memompa di kamar saja mbak!". ucap marni pada mbak yang biasa membawa alat pompa asi.
"Baik non. nanti aku jemput. panggil saja saya!". ucapnya.
"Baik!".
Marni menuju kamarnya yang berada di lantai dua, sambil membawa alat pemompa asi dan tas berisi termos kecil. untuk menyimpan stok asinya.
Ridho yang melihat istrinya menaiki tangga, diapun mengikutinya.
"Ridho. datang keruangan papa nanti pukul setengah sepuluhya. ada yang mau di bahas!". perintah pak sultan pada putranya.
"Baik pah!". jawab ridho.
Lalu dia mengiringi istrinya.
__ADS_1
"Mau mepompa asi sayang!?". ucap ridho pada marni.
"Iya bang!". jawab marni.
"Biar abang bantu!". ucapnya.
padahal memakai alat elektrik. tapi ridho selalu ikut. Ridho memang sering membatu marni saat memeras asi. buat si kembar
Karena dia ingat waktu istrinya baru melahirkan, dan asinya belum keluar. Suami harus ikut memberi sentuhan agar istri rileks saat memberi asi putra mereka.
Tapi. hanya setengah jam memompa asi, dan dapat dua botol.
Dan berlanjut Ridho yang minta dilayani oleh istrinya. hingga marni tertidur lelah karena melayani suaminya.
Padahal waktu belum pulul sepuluh malam.
.
"Ada apa pah?!". tanya Ridho saat sampai di ruang kerja papanya.
Meteka duduk di sofa ruang kerja pak Sultan.
"Hubungan kamu dan istrimu baik saja kan?!". tanya pak sultan.
"Baik pah!. seperti yang papa lihat!". jawab ridho. "Kok papa bertanya?!". tambahnya.
kamu sangat posesif pada istrimu. bahkan untuk anakmu saja kamu ungsikan tidur. padahal bayi kalian baru berumur beberapa bulan. seharusnya tidur dengan ibunya biar hangat!". ucap pak Sultan.
Ridho hanya tersenyum saja mendengar cerita papanya. Karena dua sudah ada rencana kedepannya.
"Apa kamu tidak kasihan dengan anakmu, yang jarang di asuh istrimu. Pasti istrimu juga ingin mengasuh anaknya sendiri. tidur dengannya!". ucap pak sultan, mengusulkan pada putranya.
Ridho mengaruk tengkuknya, apa dia jujur saja pada papanya tentang rencananya.
"Ada yang ingin kamu ucapkan Ridho?!. sepertinya kamu ada sesuatu yang kamu rencanakan!". tebak pak Sultan.
"hehe... papa bisa saja!". ucap Ridho.
"Kamu bisa bicarakan dengan papa. mungkin papa bisa bantu!". ucap pak sultan.
"Hhmm..
Khem.. tapi papa jangan marah ya!. dan ini hanya pembicaraan kita berdua. sebab rahasiaku yang tidak semua orang tahu. termasuk papa dan mama!". ucap.
"Baik!.
Percayakan semua pada papa. pasti aman!". ucap pak Sultan.
__ADS_1
"Selama aku cerita ke papa. papa jangan memotong pembicaraanku sampai selesai.
Dan satu lagi.
Jangan kaget mendengarnya!". Ucap Ridho.
"Baik. papa akan dengarkan!". jawab pak Sultan.
"Hhmmm..
Papa punya penyakit jantung tidak?!. takut kalau papa jantungan mendengar cerita tentang aku selama ini!". ucap Ridho. "Dan apa ruang kerja papa kedap suara?!". Tambah Ridho.
"Selama ini tidak. tapi juga tidak tahu mendengar cerita kamu itu. bikin penasaran. malah papa jantungan kalau kamu belum bercerita!.
Ceritalah. ruangan papa kedap suara". ucap pak Sultan.
"Jangan potong sebelum selesai aku bicara!". ucap Ridho serius. memandang papanya.
"Baik!". ucap pak Sultan duduk santai menyandarkan punggung nya di sandaran sofa.
"Pah...
Aku penyuka sesama jenis!".
"Apa??!!". ucap pak Sultan kaget.
Hingga duduk memajukan tubuhnya melihat Putranya yang diam dan sendu menatapnya.
Ridho pun hanya menatap diam papanya.
Hhhffff
"Kenapa bisa?!.
Ceritakan semua pada papa!. jangan ada yang ditutupi!". ucap pak Sultan setelah beberapa saat saling pandang, dan mengatur nafasnya.
"Apa papa bisa mendengar semua ceritaku?!. aku takut...".
"Cerita saja!. papa baik-baik saja.
Kamu harus jujur!". ucap pak Sultan bersiap mendengarnya.
Maka Ridho menceritakan awal dia bisa menjadi penyuka sejenis. suka main pedang-pedangan.
Pak Sultan mendengar dengan sesekali menarik nafas dan mengurut dada saat mendengar cerita putranya bercerita.
.
__ADS_1
.