Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 82


__ADS_3

Danil yang tadi sedang berjalan dengan seorang dokter muda. diam saja saat bertemu mantan dengan suaminya, seolah tidak mengenal.


Tadi danil dan dokter itu mau ke ruangan sang dokter, yang ada di lantai dua. Ada sesuatu hal.


Tapi sang dokter di telfon perawat jaga yang di lantai enam karena ada pasien yang butuh penanganan segera.


Maka danil mengikuti saja dokter itu visit keruang rawat pasien.


Setelah dokter selesai menangani pasien, barulah mereka menuju lantai dua. Keruang kerja Dokter.


"Kenapa tidak menegur dia tadi? Apa kamu sedang marahan dengan mantanmu itu?!". tanya sang dokter.


Saat mereka memasuki ruangan dokter muda.


"Kamu tahu sendiri Resky!. bagaimana dulu aku bisa putus dengannya!". ucap Danil duduk di sofa ruang kerja dokter yang di panggil Resky.


"Iya tahu. merendahkan suku dan keluarga kita. tapi kan dia tidak sakah. yang salah itu orang tua dia yang berjiwa kecil!". jawab resky.


Hhmm


Danil hanya menjawab dengan mengangguk saja.


"Oh ya, kamu mengajakku keruangan kamu ada apa?!. padahal aku sedang senang- senangnya mengendong bayiku.


Kamu malah mengajakku kesini!". tanya Danil.


"Tidak ada. cuma iri saja melihat kamu enak-enakan mengendong bayi kamu, senyum bahagia dengan istri kamu.


Kesal saja aku melihat kamu tersenyum bahagia


Sedangkan aku punya pacar saja tidak. Aku juga pengen nikah dan punya anak juga Niel!". ucap dokter resky.


"Astaghfirullah Resky. kamu itu bikin aku kesel saja!". ucap Danil


Dia melempar dokter itu dengan bantal sofa.


"Kalau mau punya anak ya nikah Res!. apa kamu tidak laku, hingga tidak ada yang mau menikah dengan kamu!". ucap Danil kesal.


"banyak cewek yang mau dengan aku kok Niel. cuma aku harus memilih yang mau mengerti dengan pekerjaanku yang super duper padat!" jawab dokter Resky.


"Kamu alasan saja.


Ah. aku balik dululah kekamar. mau gendong bayiku".

__ADS_1


"Nanti dulu Niel.Ini juga penting dan harus aku sampaikan.


Aku sebagai wakil direktur, dan kamu direkturnya. walau tidak oernah datang kesini. hanya asistenmu saja yang selalu datang.


Waktu itu ayah kamu dan om Tarmizi sudah memberikan wewenang penuh kepada kita berdua. untuk menangani semua tentangbrumah sakit ini.


Makanya kamu sediakan waktu, sehari atau dua hari untuk berkantor disini". ucap dokter Resky akhirnya.


"Mulai sekarang kamu harus rutin datang, ikut mengawasi rumah sakit. Sebagai pimpinan harus bertangung jawab. jangan yang sering datang cuma asistennya saja! ". ucap Dokter Resky.


"Oo.. kamu sudah capek bekerja ya Res. Kalau begitu....".


"Tidak-tidak Niel. Aku cuma minta kamu sempatkanlah meneliti pekerjaanku. Bantu aku.


Kamu itu tahu kan, aku ini cuma dokter, tahunya cuma mengobati orang. Menyuntik orang.


Untuk pengelolaan usaha rumah sakit ini aku hanya bisa meng andalkan tim dan juga mario.


Setidaknya kamu sekali seminggu disini. tandanya kamu pimpinan rumah sakit!". jelas Dokter resky.


"Hhff...


Aku masih tahap belajar Res. Kamu tahu kan, Om Tarmizi sudah mulai memberikan usaha ayah yang selama ini dia tangani.


"Aku tahu. Seperti aku bilang tadi, kamu sediakan satu hari untuk kamu berada di sini. untuk meneliti, menuangkan ide atau kamu awasi.


Setidaknya orang tahu dengan kamu. pimpinan rumah sakit ini! Setiap rapatpun kamu hanya menyuruh mario yang datang". ucap doter resky.


Mereka diam sesaat, tengelam dengan fikiran masing-masing.


"Akan aku usahakan. tapi aku tidak janji. Kamu cukup bekerja seperti biasa, dan mario yang memeriksa!.


Dan ingatkan aku, jika sempat aku akan datanh". ucap danil akhirnya.


"Aku mau kamu yang memeriksa sesekali!". potong dokter Reski.


"Kan sudah aku serahkan semua sama kamu!. ya kamulah yang periksa dan mengerjakannya!.


Aku meneliti saja". ucap Danil.


"Makanya aku minta kita harus kerja sama. Mulai sekarang.


Ok..

__ADS_1


Tidak ada penolakan!". Tekan dokter Resky.


"Kamu memaksa aku?!".


"Iya!".


"Dasar adik suka memaksa kamu. Kalau tidak ingat kamu itu adik sepupuku, sudah aku pecat kamu Res!". ucap Danil.


"Karena aku adik kamu makanya aku bisa minta kamu buat bantu aku!.


Aku juga ingin menikah Niel, ingin punya anak juga seperti kamu". jawan dokter Resky.


"Tinggal menikah saja kok. nanti aku bilang pada etek Nur, kalau kamu sudah ingin menikah!". ucap Danil sambil berdiri.


"Eh.. jangan.


Aku nanti malah di jodohkan dengan si tika, anah pak Anas. Kan mereka pernah punya rencana mau menjodohkan aku dengan si tika!". ucap dokter Resky


"Tidak apa-apa, kan si Tika cantik. guru juga!". jawab Danil.


"Belum minat dengan si tika!. kita seumuran. Aku ingin punya istri dibawah umurku, setidaknya tiga hingga lima tahun!". ucap dokter resky.


"Ya tinggal minta adiknya tika saja!. Beda tujuh tahun". ucap Danil.


"Ti...!".


"Aku mau balik kekamar!". potong Danil.


Berjalan ke pintu, untuk keluar ruangan kerja dokter Resky.


"Eh Niel. Apa kamu tidak penasaran dengan mantan kamu tadi!!". teriak dokter resky.


sebelum danil keluar ruangan.


"Tidak. Aku kangen putra dan istri tercinta ku!". jawab Danil nenutup pintu ruangan dokter.


Dokter Resky adalah sepupu danil dari pihak ibu. Dan mereka dulu besar bersama di kampung.


Dan kuliah pun juga di kota ini, walau tidak tinggal bersama.


.


.

__ADS_1


__ADS_2