
"Sadis kamu Niel. masa saat live konfrensi pers kamu memperdengarkan rekaman tidak yang boleh untuk di perdengarkan". ucap mario tersenyum puas kepada danil.
"Lah.. kan sudah aku beritahu agar jangan load speker. tapi yang disana tidak mebanggapinya. ya tanggung sendirilah". ucap Danil santai.
Mereka yang sedang menonton konfrensi pers di ruang kerja Danil bersama.
Ada fauziah, mario dan seorang anak buah mario. Sementara om tarmizi mendengar di ruang kerjanya, sambil tersambung vc dengan ponsel mario.
"Iya. aku kasihan sama marni. kalau sampai keluarga mertuanya tidak terima.
padahal marni sedang di sanjung karena hamil penerus mereka". ucap fauziah sedih.
"Kamu jangan ikut memikirkannya sayang. tidak akan terjadi apa-apa dengan marni". jawab Danil menenangkan istrinya.
"Semoga. marni kan sedang hamil. pasti butuh ketenangan dari orang terdekat". ucap fauziah.
"Iya. kan dia punya keluarga yang pasti menyayanginya. kalau mereka tidak perhatian mana mungkin keluarganya dan mertuanya capek- capek membuat pernyataan ini". tunjuk Danil menunjuk televisi yang masih menayangkan konfrensi pers.
hffff..
Suara tarikan nafas diruangan kerja danil. saat mendengar konfrensi persnya di tunda.
"Pasti akan mencabut laporan". ucap mario.
"Terserah lah. aku tidak peduli. bukan namaku". jawab Danil.
"Eh iya, bukan nama kamu yang dibaca papa marni tadi. tapi orangnya kan kamu". jawab mario.
"Biar saja. pasti para pencari berita kesusahan mencarinya. tapi itu lebih baik menurutku.
Ternyata ada juga kebaikan untukku dengan nama yang salah itu". ucap danil.
Banyak lagi bahasan mereka, tentang marni. hingga mereka sepajat untuk kembali ke kesibukan pekerjaan mereka.
"Danil. aku mau mempersiapkan berkas untuk pertemuan besok. aku balik keruanganku". ucap Mario.
"Ya silahkan. aku juga mau memeriksa itu". tunjuk danil pada mejanya yang banyak berkas tertumpuk.
Om tarmizipun sudah mematikan vcnya. karena ingin melanjutjan kerjanya.
"Oh iya lupa. Perusahaan gemilang jaya yang akan mengadakan pertemuan besok kan punya mertua marni.
Apa kamu masih mau untuk mengadakan pertemuannya besok?!". ucap mario pada danil saat akan keluar ruangan Danil.
"Lanjut saja. kan mereka tidak tahu, dan juga mereka pasti tidak akan mengetahui itu aku". jawab Danil.
Karena dia tidak mau hubungan kerja disangkut pautkan dengan masalah pribadi.
"Ya, aku ikut saja. Semiga tidak menganggu kerja sama". ucap mario.
Setelah mario dan anak buahnya keluar ruangan danil. tinggalah danil dan istrinya saja yang berada di dalam ruangan itu.
__ADS_1
"Sayang. temani abang bekerja ya". ucap Danil duduk mendekat kearah istrinya.
Danil mengelus perut buncit istrinya yang sedang hamil lima bulan lebih.
"Baik bang". jawab fauziah.
"Ayo!". ajak danil membimbing istrinya ke kursi kebesarannya.
Dan mendudukan istrinya di pangkuannya.
"Duduk di samping saja bang. biar abang fokus bekerja". ucap fauziah.
"baik". jawab danil mengambil satu lagi kursi untuk istrinya.
Danil bekerja hanya setengah jam memeriksa berkas. karena semua sudah diperiksa awal oleh mario. danil hanya membaca dan menandatangani saja.
"Ayo sayang kita pulang saja. kamu butuh istirahat". ucap Danil pada fauziah.
"Masih pukul sebelas. apa pekerjaan abang sudah selesai?!". tanya fauziah.
"Sudah untuk sekarang". jawabnya. "Ayo!!".
Mereka berjalan untuk pulang kerumah mereka.
Danil mengajak istrinya duduk di sofa panjang. Dia melepaskan jas kerjanya.
Danil duduk di ujung sofa, lalu meletakkan kaki istrinya di pangkuannya. memijitnya pelan.
"Tidak tahu. biarkan sajalah jangan difikirkan lagi". jawab danil masih terus memijit kaki istrinya itu.
"Baiklah". jawab fauziah.
"Kamu mau makan apa siang ini. biar abang masakkan!". tanya danil.
"Aku ingin makan sop buntut bang. Tadi aku sudah minta pak yan belikan. mungkin sebentar lagi sampai". ucap fauziah.
"Oo.. kita tunggu saja". ucap Danil masih terus memijit kaki istrinya.
Tidak berapa lama pak yan datang membawakan pesanan fauziah. tidak hanya sop buntut. tapi ada dua kantong besar makanan dan cemilan.
"Terimakasih pak yan". ucap Fauziah setelah pak yan meletakan semua pesanan fauziah di meja makan.
"Sama-sama Non fauziah. Bapak kembali bekerja dulu ya". ucapnya.
Pak yan tidak menerima uang cash dari fauziah saat belanja. pak yan berbelanja setelah menerima daftar belanjaan melalui pesan, dan uangnya juga sudah ditransfer langsung kerekening.
Dan belanja saja. sebab uang yang tersisa akan dilaporkan saja. sebab fauziah bilang belanja jangan sehabis uang yang dia transfer.
Yang penting pesanannya cukup di beli dan gunakan juga untuk keperluan pak yan.
Danil membantu istrinya untuk memanaskan sop buntut pesanan istrinya.
__ADS_1
Sementara itu, fauziah menyiapkan peralatan makan di meja makan. juga menyimpan belanjaan kekulkas dan lemari dapur.
Selesai memanaskan makanan danil membawa kemeja makan, dan mereka makan siang berdua.
Seperti biasa Danil sesekali menyuapi istrinya itu makan.
.
.
Sementara itu setelah orang tuanya pulang, marni juga sedang makan siang dengan suami dan juga mertuanya.
Sebenarnya marni bertamya-tanya. kenapa papanya menstop konfrensi persnya. padahal semalam papa dan papa mertuanya sangat bersemangat dengan rencana mereka untuk menuntut danil.
Padahal tadi pagi sebelum pukul delapan mereka sudah melaporkan danil atas perbuatan tidak menyenangkan. karena menganggu anak dan menantu mereka yang sedang hamil.
"Kamu harus melaporkan Danil. kalau tidak rumah tangga kamu bisa hancur karena pebinor". ucap papa marni saat mengunjungi apartemen marni dan ridho semalam.
Dan kebetulan Ridho tidak ada diapartemen. Sebab Ridho hanya pulang menjekang subuh, atau tidak pulang sekalian. Hanya marni dan ridho yang tahu.
"Tapi pah, kan...".
"Papa tidak mau kamu punya hubungan lagi dengan Danil itu. suami dan mertua kamu sangat menyayangi kamu, apalagi kamu hamil penerus marga mereka". ucap papa marni.
"Apa kamu mau anak kamu tidak diakui suami dan mertua kamu?!. pikirkan itu!!". ucapnya.
Marni terdiam mendengar ucapan ayahnya.
'Iya juga'. fikirnya. jika dia diusir suaminya, tentu anaknya tidak akan mendapat apa-apa. jangankan marga, tentu uang belanja bulanan akan hilang.
Walaupun bayinya yang dia yakin mungkin hasil ***ko**, tiga pria yang telah menyetubuhinya.
Dia meyakini itu karena suaminya yang gay mendatanginya memberi nafkah batin hanya untuk tanda sebagai suami istri saja.
Walaupun melakukan dengan lembut seperti suami normal marni tidak yakin benih suaminya tidak subur.
Karena selama dua tahun pernikahan mereka, suaminya rutin menjadwalkan memberi nafkah batin satu kali seminggu pada marni. Selebihnya mungkin bermain dengan teman ...nya yang ganteng maksimal.
Walaupun marni bisa merasakan pelepasan suaminya saat memberi nafkah batinnya itu. tapi tidak pernah hamil.
Hingga marni diketahui hamil setelah dua bulan di per.... tiga pria.
.
.
.
karetapi dia tidak ingin anaknya terlantar dan di hina.
Makanya dengan berat hati dia mengikuti perkataan papanya, agar anaknya terjamin masa depannya.
__ADS_1