Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 41


__ADS_3

"Bagaimana dengan laporan kemaren pak?!". tanya Adit sang asisten pak Pendra.


Saat mereka selesai bekerja sore ini.


"Biarkan saja dulu dua atau tiga hari ini, kalau marni dan suaminya aman. cabut laporan itu". jawab pak pendra.


"Tapi bagaimana jika polisi mencari terlapor saat ini. kita juga tidak bisa melarang jika terlapor sudah ditahan polisi". jelas Adit.


Hhfff...


"Aku bingung Dit. Jika aku cabut laporan nanti pihak mertua marni bertanya-tanya.


Jika tidak dicabut. kalau danil itu di tahan pasti akan membocorkan rahasia marni. jadi aku harus bagaimana Dit?!". ucap pak pendra memijit keningnya.


Sementara ini dia harus merahasiakan masalah marni sampai anak yang dikandung marni lahir.


Agar tahu, anak menantunya ridho atau bukan.


"Bagaimana kalau kita tahan dulu laporannya pak. Kita tidak mencabut, juga tidak melanjutkan dalam waktu dekat". ucap Adit.


"Boleh Dit. Tapi apa kepolisian mau mendelay kasus laporan kita?!. nanti pihak polisi mengatakan laporan kita seperti main-main saja". tanya pak pendra.


"Kita katakan kalau kita tidak mau kasus ini membebani korban yang sedang hamil. dan kita akan melanjutkan jika korban siap untuk bertemu terlapor". jelas Adit.


"Boleh juga usulanmu Dit. nanti sepulang kerja, datanglah ke kantor polisi, untuk menunda laporan". ucap oak pendra.


"Baik pak. nanti aku akan ke kantir polisi". ucap Adit.


"Aku pulang dulu Dit. pusing!". ucap pak pendra berdiri dari kursi kebesarannya.


"Silahkan pak. Tapi apa bapak perlu supir untuk mengantar bapak pulang?!". tanya Adit.


"Tidak usah. aku masih bisa menyetir". tolak pak pendra.


"Mm hati-hati pak!". ucap adit sang asisten.

__ADS_1


.


"Bayinya sehat". ucap dokter klinik tempat Fauziah periksa.


Sore ini fauziah yang ditemani Danil memeriksa kandungannya.


Tadi setelah rapat dengan perusahaan gemilang mereka langsung diantar supir kantor dan mario ke klinik.


Dan mario kembali kekantor bersama supir kantor.


"Alhamdulillah..". jawab Fauziah dan danil senang, bayi mereka sehat.


Mereka berbincang santai, dokter wanita yang selalu menangani Fauziah sudah sangat akrab drngan fauziah dan danil. karena danil selalu menemani periksa.


"Terima kasih dokter". ucap fauziah dan Danil menyalami dokter saat nereka selesai periksa dan konsultasi.


"Sama-sama. setelah kandungan memasuki trisemester ketiga, sebaiknya lebih sering periksa ya pak, buk. biar selalu tahu perkembangan bayi". ucap bu dokter.


"Baik bu. Kami akan mengingatnya semua dok". ucap Danil.


Mereka keluar ruang periksa, dengan Danil membimbing istrinya yang hamil hampir enam bulan. tentu perutnya sudah besar.


Saat melewati ruang tunggu dokter obgyin ini. Danil hanya fokus membimbing istrinya berjalan. Dia tidak melihat kekiri dan kekanan, dia fokus memandang langkah istrinya yang berjalan pelan.


Ridho memperhatikan pandangan istrinya yang melihat kearah sepasang suami istri yang istrinya hamil lumayan besar.


"Siapa?!". tanya Ridho.


"Danil". gumam Marni.


Ridho paham.


"Danil!!". panggilnya.


Danil yang merasa di panggil pun berhenti. dan melihat kearah belakang. merangkul bahu istrinya agar bisa berbalik melihat siapa yang memanggil.

__ADS_1


Ridhopun menarik tangan marni agar istrinya ikut berdiri. Marnipun ikut berdiri dan berjalan mengiringi suaminya mendekati danil dan istrinya berdiri.


"Hai kenalkan Ridho, suaminya marni !". ucap ridho mengulurkan tangannya pada danil.


"Hai. Aku Danil, dan ini istriku fauziah". ucap danil.


"Oh.. tapi Kenapa waktu bertemu istri saya kamu kok minta balikan?!". tanya Ridho langsung bicara pada topik berita kemaren.


"Sepertinya kamu salah sangka setelah menerima berita itu. lebih baik kamu tanya langsung pada marni.


Kami tidak sengaja bertemu malam itu, bahkan istriku malam itu juga ada. dan aku tidak pernah minta untuk kembali pada marni. sebab aku sudah punya istri, dan sebentar lagi akan jadi ayah". jawab Danil santai.


"Terus. berita itu!?". tanya ridho.


"Hanya marni yang bisa menjawab tentang berita itu!". ucap Danil melihat marni yang terdiam saja.


Ridho hanya menganggukan kepalanya.


"Jadi...".


"Aku tidak ada hubungan dengan marni!". jelas danil tegas.


"Maaf kami harus menunggu obat dan vitamin istriku. permisi!". ucap danil mengajak istrinya pergi fari sana.


"Oh ya. marni... sebaiknya masalah keluarga jangan bawa keluar. apalagi di media sosial!". ucap danil. dan pergi dari sana.


menuju apotik untuk menebus obat.


Ridho dan Marni hanya melihat kepergian Danil dan Fauziah.


'Melihat danil sekilas tadi, rasanya sangat kecil kemungkinan dia akan menganggu istriku.


Istrinya saja lebih cantik dari marni. soleha juga sepertinya, dengan pakaian syar'i yang sopan'. gumam Ridho.


Selama pemeriksaan ridho jadi bertanya-tanya. apa mungkin ada irang yang tidak suka pada istrinya atau danil. hingga menyeret nama keduanya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2