Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 55


__ADS_3

Sementara pak Pendra pusing dan hampir pingsan mendengar cerita dari sang informan. Ridho malah menikmati keperawanan seorang abg dan asyik berbagi keringat dan...


"Benar kamu masih perawan?!". tanya ridho saat abg itu disuruh mendekat ke tempat duduknya.


Setelah para wanita yang dipanggil ke villa memilih dengan siapa mereka pertama melayani. Ridho menyuruh mereka mendekat. dan nenyuruh mulai beraksi.


"Benar pak. saya belum pernah melakukan hubungan suami istri!". jawabnya duduk di samping ridho.


"Kalau ciuman?!". tanya ridho menariknya mendekat, dan mendudukan diatas pangkuannya.


"Ehh....!". ucap abg kaget.


"Apakah pernah ciuman?!". tanya ridho mulai menurunkan lengan baju yang dipakainya dengan mudah.


Bagaimana tidak mudah, sang abg di beri baju mini dres ketat yang leher terbuka lebar, dan berdada rendah. baju hanya menyangkut di ujung bahu. jika di dorong dengan ujung jari langsung terbuka seluruh bahu dan dada atas.


"Pernah dua kali ciuman pak. dengan pacar saya!". jawabnya jujur.


"Kenapa tidak langsung berhubungan badan. jika sudah punya pacar?!". ucap ridho sudah berhasil meraup gundukan dengan mulutnya yang ternyata tidak memakai penyangga.


"Sshh..... kami baru pacaran seminggu pak sshhh....". jawabnya mendesis.


Ridho melihat reaksi abg yang memang sepertinya baru pertama kali di jamah.


"Berarti kalau sudah lebih lama pacaran. bisa lanjut naik ranjang dong?!".


"Sshhh.. entahlah pak.. sshh mmm....".


Erangnya saat Ridhi menyesap dan mengigit pucuk gundukan yang terpajang di depan wajahnya.


"Aku ingin menikmati menu utama!!". ucapnya mengendong sang abg.


Ridho melihat Roby yang juga sedang berusaha melayani seorang

__ADS_1


wanita.


Biasa dia yang di layani oleh ridho.


"Aku mau ke kamar atas. kamu bisa memakai kamar bawah sana!". tunjuk ridho pada kamar yang mereka pakai tadi malam sampai pagi.


"Baik bang!". jawab Roby juga ikut membimbing wanita tersebut kekamar yang berada di dekat tangga keatas.


Sementara ridho mengendong abg yang badannya kecil dan sangat mudah ridho bopong ke kamar villa yang berada di lantai atas. Sementara badan ridho kekar berotot.


Sesampai di kamar ridho langsung menidurkan sang abg di atas kasur. mulailah tangan dan mulut serta lidah nakal ridho mengerayangi tubug abg yang masih perawan.


Meninggalkan jejak di setiap inci kulit yang bisa dikatakan mulus untuk abg yang belum pernah melakukan perawatan.


tapi dengan penampilan dan aroma alami membuat ridho yang seorang g.. sangat betgairah. Sama saat pertama kali memerawani marni istrinya. walau dia tahu marni sudah ahli berciuman.


Dan....


Padahal tadi ridho sudah memulainya dengan lidah dan jari, agar tidak canggung saat menikmati menu utama. Bahkan abg mengelinjang hebat saat bibir ridho mennyesap intinya.


Ridho yang sudah pernah memerawani istrinya tentu tahu apa yang akan dia lakukan untuk mengalihkan rasa sakit yang baru saja tersobek.


mulut dan tangannya beraksi di wajah dan tubuh depan sang abg yang sedang membusungkan dada saat menyalurkan rasa sakit yang baru pertama kali dia rasakan.


Hingga sang abg mulai terdiam saat ridho mencium dan menyesap buas bibirnya. melupakan ridho junior masih menikmati jepitan perawan dibawah sana.


Dan.....


Ridho membuat abg berteriak histeris saat jiwa dan rasa melayang tinggi.


Mungkin teriakan dan erangan abg bisa di dengar oleh roby yang masih berusaha untuk jadi laki-laki sejati.


"Sangat nikmat kan sayang... ssh ahhhh... !!". erang ridho menekan pinggulnya untuk melepas semua yang masih terasa mengalir, dan kedutan inti abg seperti memeras habis yang masih ada.

__ADS_1


"Ah... nikmat.....". erang Ridho menikmati setiap kedutan sang perawan yang sudah tidak perawan lagi.


Nafas mereka memburu, setelah berpacu. tapi tidak lari.


Sementara ridho berhasil merobek perawan sang abg, berbanding terbalik dengan roby.


Roby.... belum berhasil untuk melakukannya.


Disaat ridho berbagi peluh denga seorang abg perawan, marni malah seorang diri di apartemen.


Marni yang baru sampai di apartemen, setelah makan siang di rumah orangtuanya , danmampir jemini marketutuk membeli cemilan.


Dia duduk termenung di balkon apartemen, memandang kota dari ketinggian.


Fikirannya jauh melayang kemasa dia dan Danil masih bersama. saling berbagi canda dan tawa sebagai sepasang kekasih.


Dia tahu orangtua danil seorang pengusaha dikotanya. dan om danil juga seorang pengusaha di ibukota.


walau marni kenal dan beberapa kali bertemu dengan om tarmizi. tapi marni belum pernah kerumah om tarmizi.


Bukan danil tidak mengajak untuk berkunjung. tapi setiap danil akan membawa marni saat lebaran atau acara keluarga, selalu bertepatan waktunya dengan acara keluarga besar marni atau marni sedang pulang kampung.


Marni dan om termizi serta keluarganya hanya bertemu tidak sengaja di restoran atau mall. ke kantor AZ pun saat danil magang atau bekerja marni hanya di parkiran atau loby saja menunggu.


Karena dia tahu, danil hanya karyawan biasa di perusahaan omnya.


Tapi mendengar danil menjadi pimpinan AZ, marni tidak begitu kaget. karena mungkin omnya ingin danil membantu mengelola perusahaanya.


Pantas karyawan di sana waktu dia mencari danil tidak kenal dan tidak tahu dengan nama danil.


.


.

__ADS_1


__ADS_2