Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 14


__ADS_3

Maka pernikahan dilakukan dengan meriah. sampai tiga kali. Pertama acara akad dan selamatan di rumah orang tua Fauziah.


kedua di sebuah hotel di ibukota untuk mengundang teman dan rekan kerja danil dan keluarga yang ada diibukota.


Serta yang ketiga, dikampung halaman orang tua Danil yang berada di sumbar, salah satu kampung di sekitar kota bukittinggi yang berada di lereng gunung singgalang.


Tapi.. Fauziah masih terlihat kesal pada Danil. Saat bersama keluarga fauziah sangat ceria.


Tapi saat berdua dengan Danil, suaminya. fauziah cemberut saja.


"Zizi.. kamu suka tinggal dimana, diapartemen atau perumahan?!". tanya Danil beberapa hari setelah mereka menikah.


Saat dia akan mengantar istrinya pendaftaran untuk kuliah. sekarang mereka tinggal di ruangan yang ada dikantor, yang sama mewahnya dengan apartemen.. Padahal om tarmizi sudah memberikan rumah mewah untuknya hadiah pernikahan.


Tapi dia ingin tahu keinginan istrinya dimana istrinya suka.


Danil bertanya karena rumahnya sudah dia jual sekitar dua bulan setelah putus dari marni. Dan dia tinggal di apartemen. dan semenjak memimpin perusahaan danil tinggal di kantor.


Bahkan semenjak menikah dua minggu yang lalu, pulang dari kampungnya untuk acara selamatan, danil memboyong istrinya tinggal di kantor.


"Dimana abang saja aku akan ikut". ucap Fauziah.


"Mungkin untuk beberapa bulan ini kita akan sering tinggal di kantor. karena tugas ku sedang banyak. kamu tidak apa kan".ucap Danil.


"Tidak apa-apa bang. dikantor abang kamarnya juga mewah kok. sudah seperti apartemen". jawab fauziah.


"Hmm.. ". ucap Danil tersenyum pada istrinya.


Danil menemani istrinya untuk mendaftar, dan melakukan semua administrasi kampus. dan Fauziah akan kuliah awal bulan depan. masih tiga minggu lagi.


Sepulang dari kampus istrinya, dia mengajak istrinya untuk makan siang. tapi istrinya ingin makan dirumah saja.


Maka mereka membeli makanan jadi saja, dan kembali kekantor. Dan makan siang bersama di ruangan tempat tinggal mereka.


Pukul lima saat pulang kantor, semua karyawan dan mario sudah pulang. Sedangkan Danil masih betah berada di ruangannya.


Tanpa danil sadari, fauziah masuk keruangan kerjanya.


"Bang, masih sibuk. ini sudah mau magrib". ucap Fauziah mendekati meja kerja suaminya.


"Sedikit lagi sayang. nangung". jawab Danil sambil tersenyum.


Danil melihat istrinya yang terdiam.


"Ada apa?!". ucap danil mendekati istrinya, sambil memegang bahu istrinya yang berdiri bengong.


"Ah.. tidak apa-apa bang!". ucap fauziah.

__ADS_1


"Ayo sini. temani abang bekerja sebentar". ajak danil merangkul bahu istrinya.


Danil merasakan tubuh kaku istrinya. Danil tersenyum saja. Dia tahu pasti istrinya merinding dia rangkul. Karena mungkin ini pertama kali di pegang lawan jenis.


Sebab.... walau sudah hampir dua minggu mereka menikah, mereka belum melakukan malam pertama.


Danil tahu, istrinya yang lulusan pesantren mungkin tidak pernah berintegrasi atau bersentuhan dengan laki-laki.


Maka danil mendekati istrinya secara perlahan. Ditambah istrinya yang agak canggung saat berintegrasi dengannya.


Tapi danil berusaha untuk meluluhkan hati istrinya, agar istrinya merasa disayang dan di cinta.


Cinta??.


Danil memang sudah melai tertarik dengan kepribadian istrinya yang supel dan ceria. apalagi saat dia melihat fauziah mengajar mengaji. sangat menyentuh perasaanya.


Danil membimbing fauziah ke kursi kerjanya. Dan memeluk istrinya itu di pangkuannya.


"Bang...". kaget fauziah saat dia di dudukan di pangkuan danil".


"Temani abang". ucap danil mengecup kepala istrinya, dan mengelus pipinya.


Membuat fauziah berdebar.


"Hadap sana". ucap danil menunjuk laptopnya.


Walau ini bukan ciuman pertamanya. karena Danil sudah sering berciuman dan berpelukan dengan marni. Juga mereka yang sering liburan atau kemping juga tidur berpelukan. hanya tidur ya..


Tapi mencium istrinya yang halal untuknya, cukup mendebarkan juga. bahkan debarannya lain rasa nya dari debaran saat bersama marni.


Tidak sampai sepuluh menit pekerjaan Danil sudah selesai. Danil mensave pekerjaannya, dan nematikan laptopnya.


Fauzuah yang dari tadi di pangkuan suaminya, jantungnya berdebar dengan kencang. hingga dia beberapa kali menarik nafas pelam.


Sebenarnya Danil cukup merasakan debaran jantung istrinya, tapi dia tidak mau menanyakannya. dia membiasakan istrinya untuk bersentuhan. agar bisa dekat dan....


"Terima kasih sayang. sudah menemani abang bekerja". ucap Danul memeluk erat istrinya. dan meletakan dagunya di bahu istrinya.


Istrinya yang tidak terlalu mungil tapi langsing, cukup pas untuk danil peluk.


Danil merasakan degup jantung istrinya yang kencang. Dia tersenyum. Dan melepaskan pelukannya.


Danil menhadapkan wajah istrinya kerahnya. Dan..


Cup..


Danil mengecup bibir istrinya. Dia tersenyum melihat istrinya yang terdiam.

__ADS_1


"Istri abang". ucap danil tersenyum.


Lalu danil kembali mengecup bibir istrinya. juga ******* pelan bibir bawah istrinya yang terdiam.


Karena istrinya tidak merespon. Danil menyesap penuh semua bibir istrinya. dan mengigit bibir atas istrinya, dan secara naluri bibir fauziah terbuka sedikit.


Danil memainkan lidahnya di dalam bibir istrinya. menyapu bibir dalam istrinya dengan lidahnya. Kemudian ******* bibir istrinya itu.


Tangan kiri danil yang tadi di punggung fauziah, sekarang menahan kepala istrinya yang setengah telentang di pangkuan danil sedang menikmati permainan bibir danil.


Tangan kanan danil yang nakal bahkan sudah masuk kekemeja istrinya.


Entah keahlian dari mana, ternyata tangan kanan danil sudah berhasil membuka buah baju kemeja fauziah sudah terlepas semua.


Ahhh..


Erang fauziah saat danil mengenggam pelan isi b** fauziah yang tidak penuh di genggaman: danil.


Tubuh Fauziah yang kurus, khas abg. memang bertubuh standar, hingga pa**** Fauziah termasuk mungil.


Fauziah yang belum berpengalaman merasa melayang terbawa keawan tinggi. Beda dengan danil yang sudah berpengalaman cium dan remas.


Hanya belum berpengalaman dalam hal mencoblos.


Mereka berdua hanyut dalan ciuman panas dan permainan tangan danil yang berpetualang di tubuh istrinya.


Erangan fauziah memenuhi ruangan kerja danil. hingga...


"Sayang.. aku mau minta sekarang. boleh?!". tanya danil memandang fauziah dengan penuh *****.


"Dikamar bang, disini malu". ucap Fauziah malu-malu.


Danil tersenyum, dengan semangat empat lima danil membopong di depan dadanya. Memawa ke kamar yang berada di ujung lorong.


"Buka pintunya sayang". ucap Danil mendesah.


Fauziah menempelkan jari telunjuk nya pada alat pemindai.


Sebuah pintu kaca, dan juga ruangan itu berdinding kaca buram. Ruangan pertama masuk kekamar mereka. Seperti teras kalau di perumahan.


Di dalam juga ada pintu besar seperti pintu rumahyang kokoh. juga pakai pemindai sidik jari. baru lah masuk ruangan tamu sekaligus ruang makan dan pantri.


Sedangkan kamar mereka berada di bagian tepi bangunan, hingga kaca besar kamar langsung melihat pemandangan kota.


Danil yang terbakar gairah, langsung meletakan istrinya yang malu di atas kasur empuk kamar mereka.


.

__ADS_1


.


__ADS_2