
"Siapa yang tadi bang?!". tanya Fauziah saat mereka di dalam mobil, keluar parkiran mall.
"Orang tua dia!". jawab Danil.
"Ooo.. Sombong ya bang, sama dengan menantunya". jawab fauziah
"Biarkan saja. asal mereka tidak menganggu kita!". ucap danil.
"Iya. tapi pedas ucapannya. bikin kesel!". tambah fauziah.
"Sudah biasa, itu belum seberapa pedes ucapannya.
Biasalah, pengacara ternama yang biasa ngomong pedes dan nyakitin hati!". ucap Danil.
"Oo.. seorang pengacara!. tapi tidak semua pengacara berbicara begitu kok. biasa pedas ngomong kalau membalas ucapan pihak yang berlawanan.
kita tidak berbicara malah langsung di cerca tidak jelas!. kok abang sampai di omelin tidak jelas begitu?!". ucap fauziah.
"Abang diangab berlawanan paham mungkin. Tidak terima abang dulu dekat dengan anaknya. makanya dia berbicara begitu. abang dihina miskin dan pegawai rendahan.
Tidak cocok dengan mereka yang keluarga terpandang. seorang pengacara terkenal. makanya sering pedes ucapannya!". jelas danil.
"Kok abang tidak protes dengar ucapannya. malah diam saja dihina dan di rendahkan. padahal abang pimpinan perusahaan, kok di katakan pegawai rendahan?!". ucap Fauziah.
"Setahu mereka, dulu abang bekerja di AZ sebagai staf keuangan, bukan pegawai tertinggi di divisi atau punya jabatan saat abang bekerja.
Kalau soal menghina, memang itu yang sering diucapkan dulu menolak abang. hingga abang mundur perlahan untuk punya hubungan serius dengan anaknya.
Dan abang memutuskan dia saat hinaan dan cercaan tidak lagi enak di dengar. walau dia tidak mau putus dari abang waktu itu". jelas Danil.
"Dia tidak mau putus, terus abang?!". selidik fauziah.
"Abang harus putus segera dengan dia. bukan hanya abang yang di cerca dan dihina. tapi keluarga dan suku abang dibawa-bawa. Abang tidak terima itu". jawab dsnil.
Hhffff...
"Jangan bahas mereka lagi, sudah habis semuanya. abang tidak mau mengungkitnya lagi!". jawab Danil menarik nafas pelan.
Fauziah mengangukan kepala.
"Kita makan bakso saja yuk bang!. itu bakso yang lagi viral yang dekat jalan ke taman gembira!.
Lebih dekat dari warung tenda pasar malam". ucap fauziah.
__ADS_1
Dia tidak mau juga membahas lagi.
"Boleh juga!. ayo!". ucap Danil.
Akhirnya mereka menuju warung bakso yang tidak jauh dari mereka berada sekarang.
Teryata ramai pengunjung warung bakso tersebut. Benar-benar viral, karena lokasinya mudah dijangkau walau bukan di jalan utama.
lokasinya berada di jalan kearah sebuah kampus kesehatan ternama dan juga ke sebuah rumah sakit swasta terbesar.
"Kamu pesan bakso apa sayang!". ucap danil.
Memperlihatkan buku menu pada istrinya saat mereka sudah duduk di dalam warung.
"Bakso ini bang, minumannya ini!". tunjuk Fauziah.
"Kenapa tidak pesan bakso jumbo?!". ucap danil.
"Yang jumbo untuk di bungkus". jawab fauzuah santai.
"Ooo.. ok!". ucap danil. "Bakso ini dua, minum ini dua dan satu air mineral!.
bungkus satu yang ini". pesan Danil.
"ok sayang. mbak yang di bungkus batal ya!". ucap Danil.
"Baik mas, mbak!. ditunggu ya pesanannya!". ucap pegawai warung bakso.
Mereka makan bakso dengan lahap, karena sudah beberapa bulan fauziah makan bakso.
Bukannya tidak selera, tapi memang mengurangi memakannya saat hamil fauziah memasuki lima bulan. Cukup dua kali saja sebulan.
Sementara itu pak pendra sampai di rumah dengan wajah masam. Juga mengomel tidak jelas.
"Ada apa pah. kok kesel begitu?!". tanya mama marni saat membawa tas kerja dan jas pak pendra.
"Papa tadi bertemu danil, sombong sekali dia. pamer istrinya yang hamil besar!". jawab pak pendra duduk di sofa ruang keluarga.
"Memang dia sudah menikah pah?!". tanya mama marni.
"Itu yang bikin papa kesal. setahu papa dia itu belum menikah. kan sudah dua tahun tidak bertemu dia. dan....".
"Ada apa pah?!". tanya marni baru keluar dari dapur. membawa buah yang sudah dikupas.
__ADS_1
"Danil. apa kamu tahu kapan si danil menikah. kok sudah hamil saja istrinya. Apa dia menikahi wanita yang sudah hamil duluan?!". ucap pak pendra kesal.
"Aku kurang tahu kapan dia menikah pa. tapi aku pernah dua kali bertemu dengannya juga istrinya.
Pertama kali bertemu itulah aku nekat mencari tahu bang danil. Waktu itu dia mengenalkan istrinya padaku, katanya istrinya itu sedang hamil dua bulan.
karena itu aku pergi kerumah dia yang aku tahu dulu. Padahal satpam komplek dan tetangga sudah bilang bang tapi ternyata dia sudah pindah dari sana.
Dan....
Dirumah itulah aku di perkosa!". ucap Marni pelan.
Terdengar isak marni..
"Ssttt.... jangan keras-keras bicaranya, nanti ada yang dengar. disampaikan pada ridho!". ucap papa marni.
Mama marni mengelus punggung anaknya.
"masalah itu yang ingin papa tanyakan. sebaiknya kita bicara di kamar papa saja". ucap pak pendra.
"Baik pah!". jawab marni.
"Nanti kamu kekamar jika papa panggil. papa mau bersih-bersih dulu". ucap pak pendra berdiri.
Marni jengangguk.
"jangan membahas sesuatu di luar, walau dalam rumah. waspada ada yang dengar!". ucap pak pendra pela.
Lalu dia pergi dari ruang keluarga menuju kamarnya di bagian samping ruang keluarga tersebut.
"Kamu israhatlah dulu di kamarmu nanti mama panggil!". ucap mama marni.
"Baik mah!". jawab marni.
Marni menuju kelantai dua, tempat kamarnya berada. Dan mama marni masuk kekamarnya, membantu mengambilkan baju rumahan untuk suaminya untuk sudah mandi.
.
.
.
Terimakasi sudah mampir ya teman ottor semua 🙏🙏
__ADS_1
Like dan comentnya ottor tunggu 🙏