
"Marni. kamu bisa bikin cake spesial untuk pukul sepuluh!.
Ada pengusaha besar akan rapat di ruang vip!". ucap kepala dapur.
"Bisa pak. Satu setengah jam lagi. masih bisa bikin cake coklat dan bolu tape!
Untuk berapa orang pak. biar bisa disiapkan". ucap Marni.
"Mereka mungkin enam atau tujuh orang. karena ada tiga perusahaan sedang bertemu!". ucapnya.
"Baik pak!". ucapnya.
Maka marni membuat bolu tape dan cake coklat. Dia juga membuat lebih. mungkin saja ada juga pengunjung menginginkannya.
dia tidak di bantu bella, karena bella menyiapkan puding dan cake untuk menu cemilan restoran tempatnya bekerja.
Danil sudah berada di ruang kerjanya. setelah menyuapi istrinya sarapan. dan membantu membawa piring kotor ke dapur.
Barulah dia berangkat ke kantornya.
Seperti ucapan mario. pukul sembilan lewat lima belas menit mereka berangkat untuk rapat.
Dan mereka sampai di restoran pukul sepuluh kurang lima.
Danil dan mario memang tepat waktu.
"Apa sudah reservasi pak?!". tanya pelayan restoran.
"Atas nama perusahaan AZ!". ucap mario.
"Baik pak!. mari saya antar!". ucapnya.
Mereka menuju ruang vip yang berada di lantai dua.
Dan
ada seseorang yang sedang memperhatikan Danil menaiki tangga restoran tersebut.
"Daniel!!". gumamnya.
"ada apa danil di restoran ini?!. apa perusahaan dia yang sedang mengadakan rapat?!". gumam marni lagi.
Ya. yang nelihat danil adalah marni. Dapur untuk membuat kue dan cemilan memang berada di dekat tangga. Dari dalam sangat jelas pengunjung yang datang.
"Lihat siapa mbak?!". tanya bella mengejutkan marni.
"Ah itu. seperti kenal!". tunjuk marni kepada Mario dan Danil.
Dia melanjutkan memeriksa oven yang sedang memangang cake colkat dan bolu tape.
"Kenal dimana mbak?!". tanya bella meletakan puding buatannya pada kulkas, dekat dinding pembatas tangga dan dapur.
"Teman kuliah!". jawab marni.
"Wah hebat mbak marni. kalau punya tema ceo terkenal kenapa tidak bekerja di kantor mbak.
Mbak bisa minta pekerjaan pada dia!". ucap bella.
"Sebelum menikah aku bekerja sebagai tenaga honorer di kantor balaikota. dan sempat pindah sebentar di instansi lain.
__ADS_1
Sekarang aku ingin bekerja untuk menghilangkan jenuh saja, sebab baru saja keguguran!". jelas marni.
"mm . maaf mbak. aku tidak tahu. tadinya aku heran saja, kok mbak marni mau bekerja di dapur. padahal tidak ada penambahan juru masak.
Jadi itu alasannya!". ucap bella paham.
"Hanya mengisi waktu, menghilangkan sedih!". tambah marni.
"Pantas mbak marni tidak terikat jam kerjanya!".
"Itu karena suamiku tidak mengizinkan aku capek. masih masa penyembuhan katanya!". jawab marni.
Mereka berbincang sambil bekerja.
Cake coklat dan bolu tape sudah di potong, dan juga sudah di tata di piring saji.
Dan di buat sebanyak tamu rapat di ruang vip.
Saat pelayan membawa ke atas, ternyata pengunjung juga ada yang memintanya. hingga dalam setengah jam cake coklat dan bolu tape buatan marni habis untuk menu tambahan para tamu.
Padahal marni tadi membuat tiga loyang bolu tape, dan dua loyang cake coklat.
Hingga marni diminta membuat lagi.
Sementara Danil yang baru selesai rapat, mencicipi cemilan yang disuguhi pelayan restoran.
Dan
Danil terdiam sejenak. Dia merasakan bolu tape yang dia cicipi.
'Seperti tidak asing bolunya'. ucap danil dalam hati.
"Ada yang aneh niel?!". bisik mario.
"Tidak. aku suka bolu tape ini. sudah lama tidak memakannya.
Bisa pesankan untuk di bawa pulang!". ucap danil.
"Baik!".
Lalu mario memangil pelayan restoran, pesan di bungkus.
Tapi yang datang malah maneger restoran.
"Ada yang bisa dibantu pak?!". tanya sang maneger.
"Oh. ini pak. aku mau pesan bolu tape itu. apa masih ada yang satu loyang penuh?!". tanya Mario.
"Boleh pak. saya lihat ke pantri dulu ya pak. nanti akan diantar langsung ke ruang bapak jika ada!". ucapnya.
"Baik pak. kami selesai setengah jam lagi!". ucap mario.
"Baik pak. akan kami usahakan!". ucapnya.
Dan sang maneger pun langsung ke pantri.
"Mbak Marni. apa bolu tapenya masih ada yang penuh satu loyang?!". tanya sang maneger.
"Ada pak. tapi masih dalam oven. sekitar lima menit lagi matang!" jawab marni.
__ADS_1
"Ok. kalau sudah matang, langsung kemas. dan suruh yang biasa mengantar ke ruang vip tiga!". perintah sang maneger.
"Baik pak!". ucap marni.
Setelah bolu tape matang, marni langsung mengeluarkan, dan meng angin-anginkan sebentar biar dingin.
Setelah bolunya hangat, marni memindahkan ke kotak yang sudah di sediakan.
Tapi sang maneger belum juga datang.
"Nur. bisa antar ini ke ruang vip tiga?!". ucap marni.
"Maaf mbak, aku mau mengantar ini!". jawab nur.
Semua pelayan sibuk, tidak ada yang bisa mengantar.
Bella pun sedang mengaduk pudingnya.
"Mbak marni saja yang mengantar. kan cake mbak marni baru masuk juga!". usul bella.
"kan aku tidak tahu siapa yang memesan bolu ini bella!". keluh marni.
"Ya tinggal tanya saja mbak.
Bilang pesanan melalui pak maneger. selesai!". ucap bella.
"Hmmm. ya sudah!". ucap marni mengalah.
Dia pun membuka celemeknya, dan merapikan pakaiannya.
Lalu menaiki tangga, menuju ruang vip tiga. dimana kata maneger yang memesan bolu tape ini.
Tok.. tok..
Marni mengetok pintu kaca ruang vip itu.
Tidak lama, terbukalah pintu vip itu.
"Maaf pak. saya di suruh pak maneger mengantar bolu tape pesanan dari ruangan ini!". ucap marni. tanpa melihat yang membuka pintu.
"Marni!".
Ucap yang membukakan pintu.
"Mario!". gumam Marni.
Dia melihat kedalam ruangan, yang pintunya terbuka lebar.
Hingga nampaklah semua orang yang ada di dalam. Salah satunya Danil.
Pandangan mereka bertemu.
Dan
"Maaf. ini pesanannya!.
Permisi!!". ucapnya memberikan kantong yang berisi kotak bolu tape.
Dan berlalu pergi dari ruang vip yang membuat dadanya sasak.
__ADS_1
Bukan ruangannya yang membuatnya sesak, tapi. orang yang berada di dalamnya.