
"Mah. apa marni hamil benar anak ridho?!". tanya pak pendra pada istrinya.
Mereka saat ini sedang berada di tempat tidur.
Semenjak marni pulang setelah makan malam tadi, pak pendra lebih banyak diam.
"Kok papa bilang begitu?!". heran mama marni.
"Ya ingin tahu saja. kan waktu itu marni hamil setelah di perkosa. sekarang dia hamil apa tidak terjadi lagi pelecehan pada marni.
Papa cemas, jika marni mengalami kasus yang sana!". ucap pak pendra.
"Sepertinya tidak pah. kan marni sekarang sangat di perhatikan dan di jaga oleh ridho. karena merasa bersalah waktu marni keguguran!". ucap mama marni menenangkan suaminya.
Pak pendra mengangguk saja, berharap putrinya baik-baik saja.
Sekarang dia tidak punya harapan untuk mendekati Danil lagi. putrinya yang dia harap bisa mengaet danil, sedang hamil.
Mau menyuruh anaknya yang lain, juga masih di bangku sma.
Karirnyapun sedang bermasalah. karena saat ini berkurang datang klien yang memakai jasanya.
Padahal dia sudah ada rencana. jika marni bisa dekat lagi dengan danil. masuk kedalam lingkungan keluarga pengusaha Zulkarnaen, bisa jadi namanya bisa kembali berkibar.
"Pah. papa harus bangkit. kita masih punya tangung jawab. dua lagi anak kita yah. jangan terlalu larut dalam keterpurukan!". ucap mama marni menyemangati suaminya.
"Iya mah!". ucap pak pendra.
"Satu lagi. papa sekarang sudah jarang memberi mama nafkah bathin.
Selalu kalah sebelum bertempur!". cemberut mama marni yang masih modis penampilannya.
Karena mama marni termasuk ibu- ibu sosialita aktif di komplek perumahan, juga teman kumpulnya.
Hfff
"Papa sedang tidak fit mah. papa juga tidak tahu. kenapa papa sekarang sangat lemah. padahal seumuran papa masih kuat untuk itu.
Tapi kok papa sudah seperti kakek- kakek uzur. punya cucu saja baru sebesar bola pingpong!". keluh pak pendra.
"Makanya papa itu bangkit. jika papa kembali bekerja dengan semangat. jika badan papa bergerak secara aktif. papa pasti bertenaga lagi!". ucap istrinya.
"Iya. papa mau coba saat ini mah!". ucap pak pendra bersemangat.
Tapi
Saat sedang bersemangatnya untuk..
__ADS_1
"Ah!!". keluh pak pendra. Saat tiba- tiba sang pusaka tidak mau bangun agak lama.
Hanya mampu mengetuk pintu saja. saat dipersilahkan masuk malah, takut dan menciut.
Istrinyapun hanya bisa menarik nafas pelan. mau marahpun tidak ada gunanya.
karena semenjak suaminya banyak fikiran, kegiatan ranjang mereka ikut terganggu.
Padahal sebelum nya lancar, walau sekali seminggu. Atau bisa juga dua kali seminggu.
.
Saat ini kehamilan marni sudah tujuh bulan. dan orang tua suaminya akan mengadakan acara tujuh bulanan.
Ridho dan orang tuanya sangat senang. karena saat memeriksa kehamilan marni awal bulan ini.
Anak kembar Marni di prediksi laki- laki keduanya. tentu marni semakin dimanja dan di perhatikan lebih.
Ridhopun semakin menyayangi istrinya yang sebentar lagi akan melahirkan penerus marga keluarganya.
Pak sultan juga sangat bahagia. dia mengundang banyak relasi bisnisnya menghadiri acara tujuh belanan. Acara diadakan di rumah pak sultan secara meriah. karena ini cucu pertama mereka.
"Makan dulu sayang!". ucap Ridho.
Dia membawakan makanan khas tujuh bulanan buat istrinya.
Marni yang dari tadi menerima ucapan selamat dari rekan bisnis mertua dan suaminya. juga keluarga besar dia dan suaminya banyak yang hadir.
"Baik bang!". ucap marni.
Dia memang sedikit lapar, dia tadi makan menjelang zuhur. dan sekarang dia baru selesai sholat ashar, di kamar suaminya yang berada di samping ruang makan.
Tamu masih ramai datang, dan semua berada di halaman samping. sedangkan marni duduk di teras sebagai tempat para tamu memberinya selamat.
Ridho menemani istrinya makan, dan dia hanya memakan cemilan saja.
Terdengar suasana ramai dari taman depan. ridho penasaran. tapi dia tidak bisa meninggalkan istrinya begitu saja.
Dan
"Selamat datang pak Tarmizi dan Nak Afda. terima kasih sudah menyempatkan untuk datang keacara kecil kami!". basa basi pak sultan.
menyambut kedatangan Om tarmizi dan istrinya. juga ada Danil yang sedang mengendong baby dylan juga membimbing istrinya.
"Maaf pak Sultan. kami baru datang sore ini!". ucap om tarmizi menyalami pak sultan dan istrinya.
Danil dan fauziah pun ikut menyalami pak sultan dan istri.
__ADS_1
"Tidak apa-apa pak tarmizi. dengan datangnya bapak, kami merasa sungguh terhormat!". jawab pak sultan.
"Silahkan duduk pak!". ucap istri pak sultan.
Pada rombongan om tarmizi.
"Iya bu terima kasih.
Kami mau meggucapkan selamat terlebih dahulu pada calon orang tua!". tunjuk om tarmizi.
menunjuk Ridho dan Marni yang sedang duduk di teras.
"Oh. silahkan pak tarmizi. nak afda!". ucap pak sultan.
Maka om tarmizi berjalan menuju teras tempat Ridho dan marni duduk. Om Tarmizi membimbing istrinya menuju teras.
Danilpun membimbing fauziah mengikut dari belakang. tangan kiri nya mengendong baby dylan yang sudah berumur delapan belas bulan, dan tangan kanannya membimbing fauziah.
Om tarmizi dan istrinya memberi selamat. Saat giliran danil memberi selamat, dia tidak melepaskan tangan istrinya.
"kamu saja yang salaman sayang!". ucap Danil.
Makanya fauziah saja yang bersalaman dengan Ridho dan Marni.
"Selamat ya. semoga lancar sampai bersalin!. dan menjadi anak yang sholeh dan sholehah!". ucap Fauzah.
"Terimakasih menyempatkan datang keacara kami!
Alhamdulillah calon bayi kami laki- laki dan kembar!". Ucap ridho, seolah memberi tahu.
Dia juga merangkul bahu istrinya mesra.
"Alhamdulillah. sekali lagi selamat ya!". tambah fauziah.
Marni hanya diam dan tersenyum saja saat suami dan istri mantan pacarnya berbicara.
Begitupun Danil. dia tidak mengucapkan sepatah katapun. bersalaman pun tidak.
Dia meremas jemari istinya. Fauziah paham.
"Maaf. kami harus kesana dulu. selamat ya!". ucap Fauziah.
Lalu mereka pergi menuju tempat om tarmizi duduk, ternyata dimeja tempat om tarmizi dan istrinya sudah dihidangkan makanan dan cemilan.
Maka danil dan fauziah pun menikmati makanan yang dihidangkan.
.
__ADS_1
.
.