
"Masih percaya diri dia kalau uda mau kembali dengan putrinya.
Apa dia tidak ingat umur. Selalu ada berita tentang dia dan menyangkut pautkan nama uda.
Apa uda tidak risih dengan ucapannya beliau. Tentang menantu idamannya?". Ujar Haikal.
"Biarkan saja. Asal jangan menganggu rumah tanggaku.
Dia bilang begitu pasti akan menyinggung anak dan menantu nya. Bukan kita". Jawab Danil santai.
Padahal tadi dia sangat emosi mendengar ucapan pak Pendra. Tapi setelah dia mengeluarkan unek-unek kekesalannya tadi, Danil sedikit lega.
"Semoga dikemudian hari jika tidak sengaja bertemu, pasti tidak akan mengucapkan yang tadi lagi.
Bukan berniat menyinggung. Tapi untuk membuat jera. Agar tidak kembali berbicara asal dan ngawur.
Dan yang rugi mereka juga. Bisa jadi rumah tangga anaknya terancam kandas.
Kalaupun tidak terjadi perpisahan, tapi sang anak akan jadi bahan hinaan atau akan di perlakukan tidak baik oleh suami atau keluarga suami". Ujar Danil.
"Aku malah kasihan pada anak nya. Sudah di paksa menikah dan putus dari pacarnya.
Malah sekarang masih disalahkan juga. Tidak bisa mengaet sang mantan.
Bukan bersyukur sudah memiliki cucu, malah ingin memisahkan anak dari orang tua yang lengkap". Ujar Fauziah ikut kesal.
"Jangan cemburu uni. Uda Danil juga tidak tertarik lagi dengannya". Ujar Haikal.
"Bukan cemburu. Cuma kasihan dianya.
Buktinya kan memang dia pergi dari rumah mertuanya kurang lebih dua tahun.
Berarti memang dia merasa tidak baik-baik saja. ulah ayahnya membuat putrinya tidak nyaman". Jawab Fauziah.
Danil dan Haikal mengangguk paham. Karena mereka juga kesal karena pak Pendra yang selalu mencari masalah.
__ADS_1
Sudah beberapa kali pak Pendra membawa nama Danil dalam berita bualnya. Hingga anaknya sendiri yang sering merasa bersalah.
Hanya saja pak pendra tidak tahu kalau anaknya pergi dari rumah suaminya sekama dua tahun ini.
"Tidak usah bahas dia lagi sayang. Nikmatilah semua hidangan ini. Kalau ada yang mau dicoba lagi biar aku ambilkan". Ujar Danil.
"Tidak usah, ini saja masih banyak makanan yang belum di makan". Tunjuk Fauziah pada makanan yang terhidang di meja.
Berbagai jenis makanan terhidang di piring kecil-kecil.
"Itu memang buat uda dan uni, aku sengaja minta dihidang pada mereka, semua jenis makanan yang di hidangkan". Ujar Haikal.
"Terima kasih Kal. Aku akan habiskan semua. Kalian lanjut saja mengbrol dulu.
Tidak baik meninggalkan makanan". Ujar Fauziah.
"Iya. Aku juga akan ikut meng habiskannya". Ujar Danil.
Banyak makanan dan hidangan diatas meja. Mulai dari makanan lokal, sampai makanan luar negri.
"Kita pulang sayang?". Tanya Danil pada istrinya.
Setelah sekian lama mereka mengobrol. Dan mohon izin untuk pulang.
"Iya. Sudah banyak hidangan yang aku habiskan. Terima kasih Haikal.". Ujar fauziah.
"Sama-sama Uni. Aku senang mengobrol dengan uda Danil. Sangat sulit untuk bertemu dengan beliau. Sibuk terus uda Danil ini". Jawab Haikal.
"Bilang saja kamu tidak ada tamu spesial yang kamu tunggu". Tebak Danil
"Jangan asal terka uda. ucapan uda itu benar". ujar Haikal.
"Haha.. Ha.. Jujur sekali kamu kal". Jawab Danil.
Dan Danil mohon izin pulang kepada Haikal.
__ADS_1
"Sampaikan salamku pada bapak, ibu dan semua ya Haikal. Bapak sibuk menerima tamu" ujar Danil.
Melihat kearah pelaminan. Dimana kedua penganten dan kedua orang tua penganten sibuk menerima ucapan selamat dari para tamu, dan juga berfoto.
"Terima kasih uda dan uni sudah datang". Ujar Haikal. Bersalaman.
Haikal mengantar sampai pintu, Danil dan fauziah pulang dari pesta yang dihadirinya.
.
"Kenapa dari tadi diam saja pa?". tanya istri pak pendra.
Mereka baru saja sampai di rumah.
Sepanjang perjalanan dari gedung tempat pesta sampai kerumah, pak pendra hanya diam diatas mobil.
Bermenung, dan sesekali memijit keningnya. Dia kepikiran putrinya yang selama ini selalu dia agungkan sebagai cinta lamanya Danil.
Hingga dengan egoisnya dirinya mengacuhkan keberadaan menantu dan juga cucunya.
Padahal rumah tangga anaknya baik-baik saja. Tidak pernah terdengar ada konflik atau masalah terdengar padanya.
Krcuali masalah putrinya yang pernah di perkosa. Itu dulu.
Untung mereka di supiri oleh oleh supir pribadi mereka. Dan pak Pendra merenung semua yang pernah terjadi selama ini.
Menyesal..
"Ma. Kita kunjungi Marni kerumah mertuanya sore ini ya".
Ucap pak Pendra tiba-tiba.
Membuat istrinya bingung.
.
__ADS_1
.