Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 35


__ADS_3

"Ayo masuk sayang. kita makan siang dulu. papa sudah menunggu kamu". ucap mama marni.


"Papa?!. kata mama tadi papa kekantor?!". jawab marni.


"Belum jadi pergi ingin bicara dulu dengan kamu". jawab bu nora.


"Ayo makan. mama juga belum makan". ucapnya menarik marni kemeja makan, yang sedang di hidangkan bi ida dan dua rekan kerjanya sebagai art di rumah ini.


"Bi. pangil bapak untuk makan siang". ucap bu nora.


"Baik bu". jawab bi ida.


"Bagaimana kehamilan kamu. semua sehatkan?". tanya bu nora pada marni.


"Alhamdulillah bu". jawab marni. "Ibu sudah sholat zuhur?. aku mau sholat zuhur dulu". tambah marni.


"Ibu barusan sudah sholat. ayah juga mungkin sudah". jawab bu nora karena sudah pukul setengah satu siang.


"maaf bu, sepertinya bapak sedang sholat. karena tidak ada jawaban dari ruang kerja bapak". ucap bibi yang tadi memanggil pak bosnya.


"Baik bi. kamu sholat juga sana. biar nanti bareng makan sama papa". ucap bu nora menyuruh putrinya untuk sholat.


"Iya bu. aku kekamar dulu". jawab marni.


lalu menuju kamarnya di lantai atas.


Bu nora pun menuju ruang kerja suaminya. untuk melihat. sebab dari Adit keluar tadi, suaminya belum keluar ruangan.


"Pah...". bu nora mengetuk pintu ruang kerja suaminya yang berada dekat ruang tamu.


"Pah...". ucap bu nora membuka pintu ruangan, karena sudah beberapa kali mengetuk tidak ada respon dari dalam.


hhfff..

__ADS_1


Bu nora menarik nafas, ternyata suaminya tertidur bersandar di kursi kerjanya. Terlihat wajah kelelahan kurang tidur.


Bu nora tahu, semalam pulang dari apartemen marni lewat pukul sembilan. Dan suaminya pergi entah kemana setelah dia mengantarnya pulang. dan baru pulang pukul empat pagi.


Pukul tujuh pagi juga sudah berangkat kekantor polisi untuk membuat laporan untuk menuntut Danil.


Hingga pulang tadi belum ada tidur.


bu nora membiarkan saja suaminya tertidur sebentar. mungkin dengan tidur ini bisa membuat fikirannya tenang sedikit.


Lagipula marni juga sedang pergi sholat kekamarnya. Makanya dia duduk saja di sofa yang berada di depan meja kerja suaminya. diam tanpa suara. agar suaminya tidak terganggu.


Agak lama juga suaminya tertidur. mungkin ada sekitar dua puluh menit dia duduk membaca koran sambil suaminya bangun.


Tapi masih juga tertidur. hingga bu nora menuju ruang makan saja, maba tahu marni sudah turun dari kamarnya.


Ternyata ruang makan sepi, tidak ada marni. Bu nora hanyacmenarik nafas saja. binggung juga mau makan dulu atau menunggu mereka. waktu sudah lewat setengah dua.


"Bi... masukan saja nasi ke mejik dulu. bapak sedang tertidur". pangil bu nora.


"Baik bu, tapi ibu sedang makan". ucapnya saat melihat bu nira makan.


"Bawa saja, ini sudah cukup kok. nanti pangil marni turun ya". ucapnya.


"Baik bu". ucap nya. lalu bibi art kembali memasukan ke mejikcom. lalu memanggil marni kekamarnya.


Sekesai makan bu nora masih duduk di meja makan tersebut. tapi marni belum juga turun.


"Mah.. kenapa tidak bangunkan aku?. aku sampai ketiduran". ucap pak pendra duduk di meja makan.


"Papa makan dulu, sudah hampir jam dua". ucap bu nora tidak menjawab suaminya. "Bi. bawa nasinya kesini. bapak mau makan". ucap bu nora.


Tidak lama bibi membawa nasi untuk tuannya makan.

__ADS_1


"Kembali panggil marni ya bi. bilang papanya menunggu". ucap bu nora.


Bibi kembali memanggil marni. dan tidak lama dia datang kemeja makan.


"Maka dulu sayang. bibi masak lauk kesukaan kamu". ucap bu nora.


Marni mengambil sedikit nasi, karena dia sangat tertarik dengan lauk kesukaanya ada di depan matanya.


Papa marni dan marni makan dalam diam. tidak berbicara.


mungkin pak pendra menyusun kata-kata untuk menanyai marni tentang rekaman yang dia dengar tadi.


"Sudah berapa bulan usia kandungan kamu mar?. apa kamu rajin periksa?" tanya bu nora.


"Dua bulan mah. periksa pertama ada ditemani bang ridho. dan periksa minggu lalu aku pergi sendiri. karena bang ridho sedang keluar kota". jawab marni sendu.


Padahal suaminya menemani teman kencannya berlibur ke luar kota.


"Apa kamu tidak ada mengidam atau mual?!". tanya bu nora.


"Tidak ada mah. bahkan aku saja tidak tahu kalau sedang hamil. hanya tahu kalau tamu bulananku sudah telat". ucap marni.


"Mari bicara diruang papa setelah makan". ucap papa marni berdiri dan menuju ruang kerjanya.


Marni memandang mamanya. dan mamanya hanya menganggukan sambil tersenyum, tanda tidak apa-apa.


Selesai makan marni dan mamanya masuk keruang kerja papa marni.


Marni....


Pucat melihat pintu ruang kerja papanya.


"tidak apa-apa!". ucap bu nora mengelus punggung marni.

__ADS_1


__ADS_2