
Danil ikut sibuk dihalaman. Halaman luas yang ada di depan dan di samping rumah akan di pasang tenda besar.
Dari kemaren tukang tenda dan pelaminan sudah memasangnya. Tinggal memasang pernak-pernik saja. Seperti lampu dan bungga penambah cantik tenda pesta.
Danil dan juga kerabat yang lain hanya mengawasi, melihat dan menanya yang terlihat kurang.
Semua sudah hampir selesai. Tinggal bersih-bersih. Ayah dan ibu Danil pasti sudah istirahat.
Karena tadi di suruh saudara yang lain.
Dibagian dapur sudah di tangani para adik dan para ipar. Mereka yang akan mengawasi semua menu utuk menjamu tamu besok.
Para pria juga akan turun tangan menerima tamu besok. Dan juga mengawasi semua perlengkapan dan keadaan rumah. Mulai dari belakang hingga depan.
Saling bekerja sama.
Setelah pekerja tenda dan pelaminan selesai. Semuapun pergi beristirahat.
Para ibu-ibu ada yang tidur di ruang tengan dan ruang menonton. Walaupun ada kamar untuk mereka, tapi mereka kebih banyak tiduran diluar.
Katanya mengenang masa kecil yang selalu tidur beramai-ramai.
Hanya tinggal beberapa kerabat yang laki-laki duduk di tenda samping. Sambil ngopi.
Tempat para laki-laki tidur juga sudah disiapkan, ada ruang paviliun samping untuk mereka tidur.
Walaupun tempat adik dan para ipar sudah disediakan, tapi mereka lebih suka tidur bersama- sama.
Begitu juga dengan para sepupu, mencari tempat yang nyaman untuk tidur bersama.
Suasana kekeluargaan yang sangat akrab.
"Kamu juga istirahatlah Danil". Ucap salah satu pamannya.
"Iya paman. Paman istirahat juga. tidur di kamar saja". Ucap Danil.
"Iya. paman tidur di paviliun. Biar yang muda-muda saja tidur di ruang tengah". Ucapnya.
Semua sudah bersiap untuk istirahat, dan Danilpun menuju kamarnya. Untuk stirahat. Katena sudah hampir tengah malam.
"Sudah selesai bang?". Tanya Fauziah.
Saat Danil memasuki kamar. Ternyata istrinya terbangun.
"Sudah. Tinggal beres-beres pagi saja besok.
__ADS_1
Kqmu belum tidur?". Tanya danil.
Dia menganti bajunya dengan baju tidur setelah bersih-bersih.
"Baru suap memberi Asi". Ucap Fauziah memasang kancing bajunya.
"Oo. Istirahatlah. Besok subuh harus siap bantu-bantu lagi". Ucap Danil tiduran di samping istrinya.
Dan mereka pun tidur, karena capek. Dan bersiap untuk acara pernikahan adik danil besok.
.
Terdengar kesibukan dari subuh tadi di dapur dan rumah orang tua danil. Semua memabaskan lauk dan juga memasak menu untuk menjamu tamu untuk acara akad adik Danil pagi ini.
Dikamar pengantinpun adik Danil sedang dirias oleh mua salon. Acara akad akan diadakan pukul sepuluh pagi ini, dan diadakan dirumah saja.
Semua kerabatpun juga sudah mulai berhias, menganti pakaian. Untuk menghaduri acara akad nikah anak keponakan mereka.
Fauziah dan Danilpun sudah berganti pakaian, setelah tadi ikut membantu di dapur. Danil dan keluarga kecilnya mengunakan seragam.
Tadi saat Fauziah membatu di dapur, danil membawa kedua buah hatinya mengawasi ruangan dan tenda yang ada dihalaman dan jalan depan rumah.
Dan menjelang pukul sembilan, bergantian para kerabat berganti pakaian. Begitupun juga fauziah. Membantu anak dan suaminya berganti pakaian.
Sementara Fauziah berdandan, danil kembali membawa putri kecilnya keluar kamar. Untuk bergabung dengan adik dan para sepupu danil.
Hingga anak danil yang jadi rebutan. karena anak para sepupu danil masih bayi. Dan juga masih dalam kandungan.
Tepat pukul sepuluh, pengantin pria datang beserta rombongan keluarganya.
Semua disambut oleh para petua. Dan langsung melaksanakan akad nikah. Yang telah disediakan tempat akad di ruang tamu tengah rumah besar milik orang tua Danil.
Sementara pelaminan dipasang di bagian tengah bagian dinding antara ruang tamu dan ruang tengah.
.
"Aku ingin mengajak istriku balik ke jakarta. Dan ini surat untuk resignnya". Ucap Ridho.
Dia menemani istrinya untuk menemui atasan temoat ustrinya bekerja.
"Iya. Aku paham. sebagai seorang istri harus ikut suaminya.
Aku sebagai atasan tidak bisa menahannya. Karena itu hak Marni". Jawab atasannya.
"Terima kasih pak. Mungkin selama aku bekerja disini aku punya salah. Terlebih dahulu aku minta maaf". Ucap Marni.
__ADS_1
"Sama-sama.
Kamu selama bekerja sangat baik, bahkan kamu sering lembur hanya untuk mengisi waktu libur kamu.
Aku berterima kasih padamu. Dengan semangatmu kamu membuat semua karyawan ikut bersemangat bekerja". Jawab pak bos.
Setelah berbasa basi, Marni juga pergi menemui kenalan dan juga temannya untuk pamit.
"Ajo patah hati". Bisik salah satu teman mereka.
Mereka mengangguk bersamaan. Mereka tahu, ajo naksir marni. Walau mereka tahu marni sudah menikah.
Tapi Ajo pernah bercerita akan menunggu marni berpisah dengan suaminya. Karena dia cukup tahu.
Selama dua tahun mereka kenal, tidak sekalipun dia mendengar cerita tentang suami dan keluarga marni.
Tidak pernah cuti bekerja. Bahkan saat lebaranpun Marni masih dikota ini. Tidak pulang kampng atau dikunjungi suaminya. Makanya ajo berfikir kalau Marni sedang ada masalah dengan suaminya.
Dan mungkin akan bercerai. Makanya ajo berharap dan mendekati marni.
Itu juga yang membuat Ajo mengajak teman dan marni untuk ke kampungnya saat akhir pekan kemaren. Sekalian nengenalkan pada orang tuanya.
Tapi, kemaren saat pulang dari pabrik. Ajo mendengar kabar, kalau Marni dikunjungi suami dan juga anak-anaknya.
Anak?.
Ajo sempat kalut mendengar kabar itu. Selain sudah menikah, ternyata juga sudah punya anak.
Membuat Ajo mundur saja. Walau menyedihkan. Suka pada istri orang dan seorang ibu bagi anaknya.
"Sabar. Masih ada janda yang lain dan juga ada gadis yang ingin mendampingi kok". Ucap temannya merangkul bahu Ajo.
"Jangan galau. dunia belum berakhir. Masih ada bu Citra tuh, yang selalu ngasih kode kalau dia suka kamu". Tambah yang lain.
"Iya Jo. walau perawan tua tapi masih ting-ting. Rezeki kamu kayaknya".
"Betul".
"Move on".
Banyak lagi ucapan penyemangat buat ajo yang patah hati karena marni di jemput suami dan anaknya.
.
.
__ADS_1
.
.