Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 89


__ADS_3

"Assalamualaikum...


Ayah pulang!". ucap Danil saat pulang meeting di luar kantor.


Tadi dia rapat dengan klien di sebuah cafe. Dan baru selesai pukul setengah lima.


Dia buru-buru pulang, karena tidak bisa jauh dari putra dan istrinya.


Padahal danil pergi bertemu klien setelah makan siang bersama istrinya. dan mengendong putranya setelah sholat xuhur dan makqn siang.


Tapi begitulah danil. selalu kangen dengan anak dan istrinya.


Mungkin danil semenjak menikah dengan fauziah sudah tinggal di rumah yang ada di gedung kantornya.


Hingga saat putranya lahir, masih tetap tinggal di sana. dan tidak pernah jauh selama dua puluh empat jam. hanya saat rapat keluar gedung kantor saja mereka terpisah jarak.


Danil langsung menuju kamarnya untuk mandi dan bersih-bersih.


Dia tidak akan menngendong putranya langsung jika pulang dari kantor. pasti bersih-bersih dulu.


"Hai sayang!. ayah kangen!!". ucap danil mengelus pipi putranya dengan ibu jarinya.


Memencium pucuk kepala istrinya. lalu duduk di samping istrinya itu. putranya berada di atas tempat bayi yang bisa goyang sendiri.


"Minum dulu bang!". ucap fauziah.


Dia menunjuk air kopi yang terletak di atas meja. yang dia buat saat suaminya mandi tadi.


"Terima kasih sayang!". ucap danil mengecup sekilas bibir istrinya.


Lalu dia minum kopi yang sudah dibuatkan istrinya. Juga ada cake dan keripik.


"Apa baby Dylan rewel tadi saat abang bekerja sayang!?". tanya danil pada istrinya.


"Tidak bang!. baby dylan asyik bermain saja". jawab fauziah.


Mereka bermain sambil duduk di depan ruang menonton. mengajak baby dylan berbicara, hingga suara kecil baby dylan keluar.


Mereka sengaja mengajak baby dylan bermain. karena hampir magrib. tidak baik untuk tidur.

__ADS_1


Setelah makan malam fauziah memberi baby dylan Asi. agar dia tidur. Fauziah didampingi Danil saat menyusui putranya.


Dan di pindahkan oleh danil saat baby dylan tertidur kedalam box bayinya.


Setelah baby dylan tidur, danil mengerjakan pekerjaannya yang dia tinggal saat pergi bertemu klien tadi.


"Mau dibikinkan kopi bang?!". tanya fauziah.


Dia menemani suaminya bekerja. karena putra mereka tidur. ruang kerja danil berada di samping ruang tamu.


"Tidak usah. pekerjaan abang sedikit. tidak akan lembur!". jawab Danil.


Fauziah mengangguk. dan duduk di sofa samping dekat suaminya bekerja.


Fauziah melihat suaminya sedang serius dan konsentrasi mengerja kan pekerjaannya.


Danil fokus mengetik di laptopnya. hingga fauziah hanya diam memandang suaminya yang sedang bekerja.


"Sayang!. kesini!". panggil danil.


Saat melihat istrinya yang sedang memperhatikannya.


Danil mengulurkan tanggannya. untuk menyuruh istrinya mendekat. dan fauziahpun mendekat.


Lalu danil menarik istrinya, agar duduk di pangkuannya.


"Abang!.


Abang sedang bekerja. nanti aku ganggu abang bekerja!". tolak fauziah.


"Tidak apa, malah kamu jadi penyemangat abang.


Biar begini saja!". ucap danil memeluk istrinya.


Dan mencium bahu istrinya yang terbuka.


"Temani abang sebentar. tinggal sedikit lagi!". ucap danil menyandarkan kepala istrinya ke dadanya.


Dia bekerja sambil sesekali mengecup pucuk kepala dan kening istrinya.

__ADS_1


.


"Sudah siap Marni?!". tanya ridho.


Sore tadi Ridho menjemput istrinya ke restoran.


Ridho membolehkan marni bekerja hanya sampai pukul lima sore. dan akan di jemput untuk pulang ke apartement.


Sebenarnya dia hanya ingin marni punya kesibukan. menghilangkan suntuk saja yang tidak punya kegiatan.


Makanya diizinkan hanya sampai sore. agar marni juga bisa istriahat dan...


Ingin istrinya segera hamil.


Mereka makan malam dengan menu sehat. Ridho sering memesan makanan sehat di katering sehat untuk makan malam.


"Jangan sering pesan untuk makan malam bang. lebih baik aku yang masak. biar lebih higienis!". ucap marni.


Saat dia selesai sholat dan ridho mengajaknya makan malam.


"Ini sehat kok. kan dari katering sehat, yang di restoran family happy!". jawab ridho.


"Walaupun katanya menu sehat. namanya di restoran banyak tangan yang bikin bang. banyak yang memesan, dan tentu dibuat banyak. hingga nutrisinya kadang tidak sesuai dengan yang kita butuhkan!". ucap marni.


"Abang tidak ingin kamu capek kamu sudah capek di restoran dari pagi. ssmpai di rumah masak lag!". jawab ridho.


"Kan cuma masak dua porsi bang. sama dengan masak sarapan. lebih pasti dan juga baru masak langsung makan.


beda dengan katering. bisa saja mereka masak siang tadi, atau lauknya tadi pagi!. kan tidak fres bang!". jawab marni lagi.


"Lagian aku di restoran hanya bikin puding di pagi hari. dan cake siang sampai sore. tidak sibuk kok!". tambah marni lagi.


"Baiklah. abang akan stop katering nya. tapi kamu janji, tidak boleh capek. Dan jika kamu capek, kita belu saja saat kita pulang!". ucap Rudho mengalah.


Marni mengangguk, dan mereka makan malam dengan diam.


.


.

__ADS_1


"Sudah bang!". jawab marni.


__ADS_2