
Setelah berkeliling sumbar, selama tiga hari. Ridho dan marni balik sore itu kembali ke jakarta dari padang.
Padahal masih ada tempat yang akan mereka kunjungi.
Tapi Ridho dapat kabar dari papanya kalau mertuanya kembali menurun kesehatannya.
Flashback
Setelah hari kedua menjelajahi batusangkar. Lalu kebun teh, danau kembar hingga ke seribu rumah gadang. Dan mereka pun harus menginap di sebuah villa di tepian danau diatas karena sudah terlalu malam untuk menuju kota padang.
hari ketiga mereka bermain di pulau yang berada di painan. Kawasan mande.
"Kamu kapan baliknya Ridho?". Tanya pap ridho.
Mereka sedang bermain dan berkeliling pulau-pulau kecil di kawasan itu.
"Kenapa pa?. Apa ada..".
"Tidak. Kan papa mertua kamu sedang dirawat. Tadi pagi sesak nafas lagi. Tapi sekarang sudah baikan.
Apa kamu tidak bilang oada marni kalau papanya sedang dirawat?!". Tanya sang papa.
Papa Ridho menelfon saat marni sedang bermain dengan di tepi pantai dengan anak-anaknya.
Mereka ditemani para tur guide yang menemani mereka berkeliling dan bermain.
"Aku tidak bilang pa. nanti dia cemas dan merasa bersalah. Lagian aku kemaren yang mengajak untuk liburan singkat.
Selain untuk mendekatkan diri lagi. Ternyata selana dua tahun dia bekerja, selalu kembur.
Hanya libur dan istirahat bekerja saat lebaran saja. Itupun kata tetangga kosannya, hanya tinggal dikosan.
Aku kasihan,dan ingin membawa jalan-jalan sejenak". Jelas Ridho.
"Ya sudah. sekarang kalau bisa kembalilah. Masih bisa kalian liburan nanti, setelah berkumpul lagi". Jawab papa Ridho.
"Baik pa. Aku akan ke jakarta. kalau kami dapat tiket pesawat malam ini kami langsung berangkat.
__ADS_1
Tapi kalau tidak, pagi akan pulang. Karena dari sini sekitaran dua jam perjalanan.
Dan juga anak-anak mereka masih bermain. Butuh waktu untuk bersiap". Jawab Ridho.
"Tidak apa. Jangan buru-buru. secepatnya saja kalian kembali lebih baik". Jawab pak Sultan.
Maka selesai sholat ashar, Ridho menyuruh Marni menyudahi bermain. Agar bisa cepat untuk kembali kejakarta.
Diperjalanan tadi Ridho memesan tiket pesawat.
Dan mereka sampai dirumah menjelang tengah malam. Dan langsung istirahat di rumah orang tua Ridho. Dimana selama ini Ridho dan ketiga buah hatinya tinggal.
"Kita besok saha kerumah sakit. Untuk melihat papa". Ujar Ridho pada marni.
"Baik bang". Hawab marni.
Karena diapun lelah. Juga sudah tengah malam. bisa saja papa dan mamanya sedang tidur.
Paginya Ridho menemani marni kerumah sakit, untuk mebezuk papanya yang sedag dirawat.
Mama marni memeluk erat putrinya. Sudah dua tahun mereka tidak bertemu, hanya sesekali marni menelfon.
Mereja berfikir kalau marni tidak mau berkunjung karena marah. Ulah perbuatan sang papa. Pak Pendra.
"Mama minta maaf. Karena tidak bisa melarang papa berbicara tentang...".
"Aku yang minta maaf mah. Aku tidak pernah menemui mama dan papa.
Aku cuma ingin menghindar saja. agar papa tidak berbicara yang tidak akan mungkin lagi terjadi.
Aku sudah bahagia dengan keluarga kecilku.
Tapi papa selalu membahas dia, dia yang dianggab papa lebih. Makanya aku menghindar supaya tidak terjadi jesalah pahaman lagi". Jawab Marni.
Saat ini marni berada di kursi yang ada di luar kamar rawat papanya.
Pak Pendra sedang di periksa oleh dokter. Dan Ridho pun sudah pergi kekantor untuk bekerja.
__ADS_1
"Mama paham. Suamimu pasti sangat marah dan kecewa. Karena papamu selalu mencari kesempatan untuk bertemu dengan Danil.
Bahkan selalu membaca nama Danil jika sedang ada acara di luar maupun saat rapat dengan klien". Jawab mana Marni.
Marni mendengar saja. Apa selama dua tahun ini papanya juga sering membicarakan nama Danil, sang mantan atau tidak.
Karena marni tidak pernah menonton televisi. Membaca atau mendengar berita.
Papanya sering masuk berita, baik televisi atau online. Karena papanya pengacara terkenal.
Begitu juga Danil. Mantan marni. Danil juga sering masuk berita. Dia seorang pengusaha muda bertaraf nasional. yang banyak memimpin perusahaan, dan maju.
"Iya. Bang Ridho pernah menyinggung semua. dia merasa papa membandingkan dia dan danil.
Padahal bang Ridho juga cukup sukses karirnya. Walau tidak sekaya Danil. Tapi bang Ridho juga sudah punya rumah produksi sendiri". Jawab Marni.
"Ya. Mama tahu, itu sebabnya kalian tidak pernah mengunjungi mama dan papa.
Selain kecewa, mama paham suami kamu sibuk. Mendirikan perusahaan yang dia geluti". Jawab mama Marni.
'berarti bang Ridho juga tidak pernah mengunjungi papa dan mama.
Sudah dua tahun. Selama aku pergi'. Gumam Marni.
Paham dengan kekecewaan suaminya itu. Bahkan waktu itu, masalah kekecewaan pada sikap papanya, seolah membandingkan.
Membuat Ridho mengacuhkan istrinya. Karena terlalu kecewa.
Dan Marni yang tidak bisa menerima kalau suaminya mengacuhkan berniat untuk pergi membawa buah hatinya.
Hingga Ridho mengusir marni, dia marah. Seolah marni ingin pergi darinya. Beranggapan kalau marni fisuruh mertuanya untuk kembali pada sang mantan.
Karena kesalah pahaman itu, marni keluar dari rumah mertuanya tanpa membawa anak.
Yang dianggab Ridho pulang kerumah orang tuanya. Dan orang tua marni menganggab marni tidak pernah mengunjungi mereka karena dilarang suaminya. Ridho.
.
__ADS_1
.
.