Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
131


__ADS_3

"Aku akan jemput kamu.


"Aku sudah tahu kamu dimana.


"Kirim alamatmu.


"Aku akan datang dengan si kembar besok.


Banyak lagi pesan yang danil kirim pada Marni. Walau masih ceklist satu. Tapi Ridho yakin, beberapa jam lagi marni akan membuka pesan itu.


Dia tidak ingin marni tidak mengangkat telfon darinya besok.


Padahal jam masih menunjukan pukul sepuluh malam.


Sedangkan Marni masih dalam perjalanan dari Sumbar ke Riau.


Tadi siang setelah bermain setengah hari di kota bukittinggi. Mereka melanjutkan perjalanan ke payakumbuh. Untuk mengunjungi tempat wisata di sana.


Untung mereka merental mobil yang merupakan mobil travel dan angkutan sewa. yang biasa mondar mandir pekan baru bukittinggi. Juga supirnya orang asli bukittinggi.


Jadi mereka tinggal bilang kemana, sang supir sudah tahu lokasinya.


Ke ngalau indah, lembah harau kota payakumbuh, taram. Hibgga mereka sampai di kelok sembilan pukul delapan malam.


Mereka mampir untuk foto-foto.


"Kemaren kita lewat sini pukul tiga subuh. Semua pada tidur". Ucap sang supir.


"Iya. padahal aku ingin kita lewat siang hari atau sore. Pasti tempatnya cantik saat sunset". Ujar marni.


"Sangat cantik dan indah". Ucap sang supir.


Mereka hanya sebentar berada disana. Sekedar ngopi dan berfoto dengan latar jalan kelok yang indah karena lampu jalan dan lampu mobil.


karena mengejar sampai di pekan baru tengah malam, tidak subuh. Agar bisa istirahat. paginya mereka akan masuk bekerja kembali.


Tapi marni malah tidak bisa tidur.


Sebelum tidur tadi marni membuka pesan di aplikasi hijaunya. Dan membaca pesan dari Ridho. sang suami.


Dia mengatakan akan datang ke pelan baru dengan si kembar.


membuat marni sedikit takut dan galau.


Apakah anaknya masih ingat dengannya, atau sudah lupa. Marni pergi waktu itu saat si kembar masih berumur dua tahunan.


Pasti sekarang sudah empat tahun umurnya.


Hingga azan subuh marni tidak bisa tertidur. Dia kepikiran pesan dari suaminya Ridho.

__ADS_1


Maka setelah sholat subuh Marni tertidur. Untung teman kamar sebelah kosannya memanggil saat akan berangkat.


"Astaghfirullah telat aku". Ucap Marni.


Dia melihat jam didinding kamarnya. Sudah setengah tujuh.


Marni buru-buru mandi dan berangkat bekerja. Dan agak telat sedikit.


Untung tidak di tegur atasannya. Karena bosnya tahu, kalau dia baru saja datang dari liburan akhir pekan.


Juga, Marni selama bekerja tidak pernah ambil libur. Dan selalu lembur. Maka sang bos tidak mempermasalahkan untuk sekali ini.


.


"Marni, ada yang mencari". Panggil seorang satpam.


Marni yang dari pagi sibuk bekerja. Walau mata sedikit mengantuk. Tetap bersemangat bekerja. Karena sebentar lagi istirahat siang.


"Iya. Siapa ya pak?". Tanya Marni.


"Kurang tahu juga, dia sedang menunggu di loby". Jawab satpam itu.


Kantor perusahaan tempat marni berlantai dua. Dan ruangan dia berada di lantai satu.


"Mama!".


Deg..


Kedua putra kembarnya berlari mendekati marmi yang terdiam. Syok melihat kedatangan mereka.


"Mama". Peluk mereka berdua.


Marni yang kaget hanya menangis sambil memeluk dan meciumi putranya bergantian.


Tidak tahu kalau secepat ini suaminya menemukannya.


Padahal baru kemaren dia mengirim pesan, akan menjemputnya. Dan belum tengah hari dia dan si kembar sudah ada di tempat marni bekerja.


"Mama kemana saja. Abang kangen". Ucap putranya.


"Iya. Aku juga kangen". Jawab yang kedua.


Marni menangis memeluk mereka berdua.


Karyawan yang lain yang penasaran, mereka menuju ruang tempat marni bekerja.


Mereka terharu melihat marni dan anaknya berpelukan. Menangis.


Mereka memang tahu marni sudah menikah, tapi tidak menyangka kalau putranya sudah besar. Mungkin berusia empat atau lima tahun.

__ADS_1


"Anak marni kembar?


"Dengan siapa mereka datang?


"Apa suaminya juga datang.


Banyak lagi pertanyaan rekan kerja marni. Suasana kantor yang tadi damai dan sedikit sepi.


Berubah menjadi heboh. Karena kedatangan anak marni. Dan, suaminya.


"Beneran itu suaminya marni?


"Ganteng!


"Keren.


"Anaknya juga ganteng.


"Seperti bintang Film.


Bisik-bisik semua karyawan wanita yang menilai suami Marni.


"Marni". panggil Ridho.


Ridho akhirnya mendatangi ruang kerja marni. Yang mana didalam nya terdapat beberapa karyawan.


"Abang!". Gumam marni.


Melihat suaminya datang mengendong putri bungsunya.


Bahkan sang putri mengulurkan tangannya pada marni, minta digendong.


Sikembar menghindar, dan Ridho mendudukan putrinya di atas pangkuan marni.


Membuat tangis marni bertambah dengan isakan.


Semua terharu.


Karena tidak ingin menganggu pejerjaan yang lain. Marni mengajak anak dan suaminya menuju kantin.


dan dalam perjalanan menuju kantin, Ridho banyak di sapa teman Marni.


Ridho menjawab ramah semua yang menyapa dan menyalaminya.


Ternyata istrinya banyak teman dan bekerja dengan layak.


Padahal dari kemaren dia sedikit cemas, kalau istrinya itu bekerja di bagian produksi, yang dia tahu itu sangat berat bagi istrinya yang tidak biasa bekerja.


.

__ADS_1


.


__ADS_2