Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 60


__ADS_3

Hari minggu ini masih sama seperti sebelumnya. Marni hanya mengurung diri di apartemennya.


Kehamilannya yang memasuki lima bulan.


Meskipun Ridho sang suami bilang senang dan bangga dengan kehamilannya, dan sudah sering menginap di apartemen. tapi marni tahu, suaminya masih suka mengunjungi teman g..nya.


Sekarang pun marni yakin, mereka pasti pergi berakhir pekan bersama. apalagi marni menginap dua hari di rumah orang tuanya.


Tidak berapa lama terdengar bunyi bel apartemennya.


"Pasti pesananku yang datang!". gumam Marni.


Marni tadi memesan makanan, karena marni sedang malas untuk memasak.


Ternyata benar, makanan yang marni pesan datang. tidak tanggung-tanggung, marni memesan beberapa jenis makanan untuknya.


Ada bubur ayam dan nasi uduk untuk sarapan yang sudah telat. Ada kerupuk, roti, gorengan, jus. bahkan dia meminta sang kurir membeli rujak.


"Terimakasih mas, sudah membelikan pesanan saya diluar orderan!". ucap marni.


"Tidak apa-apa mbak. saya senang membantunya!". jawab kurir.


"Ini uangnya!". ucap marni memberikan beberapa lembar uang merah.


"Naaf mbak. ini kebanyakan. belanja mbak dan ongkos tidak sampai tigaratus ribu!". ucap sang kurir memberikan catatan harga pada marni.


Bagaimana tidak kaget sang kurir. Marni memberi lima lembar uang merah.


"Tidak apa mas, anggab saja rezeki untuk keluarga mas.


Besok-besok kalau saya butuh untuk belanja. saya akan minta tolong sama mas, tanpa aplikasi. boleh kan?!". ucap marni.


"Boleh mbak, dengan senang hati saya akan bantu. Dan terima kasih dengan uang ini. Ini hampir dua kali lipat belanjaan mbak lo!". ucapnya memoerlihatjan uang yang di beri marni.

__ADS_1


"Ambil saja. saya iklas!". ucap marni.


"Terima kasih mbak. semoga rezkinya lancar. dan sehat mbak dan calon bayinya!". do'anya tulus.


"Aaminn..". jawab marni.


Marni membayar lebih kepada sang kurir. karena ada beberapa cemilan dan rujak yang dia suruh beli tanpa order.


Hfff....


'Sangat rakus!'. gumam marni saat membongkar pesanan yang di antar kurir di atas meja makan. penuh meja makan oleh makanan dan cemilan pesanannya.


Marni terlebih dahulu memakan bubur ayam. perutnya sudah kelaparan dari tadi. Dia malas untuk memasak. dan lebih banyak rebahan dari selesai sholat subuh tadi. hingga hampir jam sepuluh. makanya dia sangat kelaparan.


Berbeda dengan marni yang menikmati sarapan sendirian di apartemen.


Ridho malah sarapan telat karena pagi tadi masih mengempur kedua perempuan pangilan.


Kemaren sore setelah ridho memerawani tia dan roby memerawani lusi. malamnya mereka berganti pasangan


Makan malam baru mereka suruh tukang masak villa membuatnya. Padahal sudah pukul delapan. dan mereka belum makan malam, juga para wanita yang sedang kehabisan tenaga belum makan dari sore.


Ridho tadi sore selesai mandi dan berendam berdua dengan tia. karena dia minta dibangunkan pukul lima.


Tapi bukan hanya mandi. ridho malah kembali mengempur tia di dalam bathtub yang berisi air hangat. hingga tia menjerit nikmat di gempur senjata sang g..


Lain dengan roby, dia baru berhasil memerawani lusi menjelang matahari terbenam. itupun lusi yang berusaha duluan.


Hingga kedua wanita itu tertidur kelelahan. Apalagi tia, yang sudah dua kali di gempur ridho. bahkan dia tertidur tanpa pakaian, dengan rambut di gulung handuk.


Saat selesai mandi dia duduk ditepi ranjang, dan langsung rebah dan tertidur.


"Ternyata susah juga memerawani ya bang. hingga aku terpaksa menyuruh dia yang berusaha sendiri!". ucap roby menyeruput kopi panasnya.

__ADS_1


"Haha.... makanya kamu harus belajar bermain dengan wanita. sebab kamu akan menikah.


Pasti kamu tidak ingin malu saat menghadapi istrimu saat malam pertama!". ucap ridho.


"iya. Aku akan coba lagi!". ucapnya.


"Bagaimana rasanya perawan?!. secara pedangmu belum pernah menyelam!". ucap ridho.


"Nyut nyut gimana gitu. seperti.. ah. susah untuk du ungkapkan!". ucap roby.


"Pokoknya malam ini sampai besok sore kamu harus menikmati perkasanya senjata kamu. kita besok pukul tiga balik. biar tidak terlalu malam sampai di rumah!". ucap ridho.


"Akan aku coba!". ucap roby.


"Hmm. bagaimana kalau kita ganti pasangan, biar sensasinya berbeda. kamu malam ini dengan tia dan aku dengan temannya!". usul ridho.


"Boleh!". ucap roby.


"Sekarang kamu bangunkan dia, suruh dia mandi dan bersih-bersih. dan kita makan malam bersama sebentar lagi". ucap ridho.


"Baik!". ucap roby menghabiskan kopinya, dan masuk kekamar tempat dia dan lusi bertempur sore tadi.


Sedangkan ridho pergi kedapur, menyuruh tukang masak membuat segelas susu. dan dia membawa kekamar dengan tiga potong cake keju.


"Tia bangun!". ucap ridho menarik selimut tia.


Dan..


Tubuh polos tia dengan banyaknya gigitan yang ridho yakini itu adalah perbuatannya. sebab tadi sore tubuh mungil itu masih polos kulitnya, tanpa bercak sedikitpun.


Dan...


ridho mengempur tia lagi..

__ADS_1


.


__ADS_2