Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 19


__ADS_3

"Danil. dua hari lagi kita ada pertemuan dengan Perusahaan Gemilang. mereka minta dimajukan jadwalnya.


karena pimpinannya akan berangkat umroh minggu depan". jelas mario.


"Memangnya jadwal seharusnya kapan?". tanya danil.


"Jadwalnya awal minggu besok. tapi pimpinan perusahaan minta pertemuan jum'at ini.


Katanya jadwal umroh keluarganya dimajukan biro travel. karena ada beberapa orang yang berangkat minggu depan itu gagal berangkat.


dan keluarga pimpinan perusahaan gemilang yang jadi berangkat". jelas Mario.


"Baik. siapkan saja semua, agar kerja sama berjalan lancar . biar mereka tenang beribadah nantinya". jawab Danil.


"Baik". jawab mario.


Merkapun sibuk dengan pekerjaan mereka menjelang ashar.


Danil yang ingin pekerjaannya segera selesai, karena tadi istrinya ingin diajak jalan sore ke taman kota.


Tentu dia tidak ingin istrinya kecewa, kalau jalan sorenya kemalaman.


kan tidak lucu. mau jalan sore, tapi sampai di tamannya sudah hampir magrib. Pengunjung sudah mau pulang, kita baru sampai.


Maka danil bilang kalau dia akan selesai menjelang sholat ashar. dan setelah sholat ashar mereka akan berangkat ketaman.


Benar saja. saat azan ashar berkumandang, Danil menyelesaikan pekerjaanya. dan langsung pulang.


Ternyata istrinya sudah siap.


"Abang langsung berwudhu saja. biar langsung sholat". ucap istrinya yang sudah memakai mukena.


"Ok".


Selesai Sholat ashar, mereka berangkat ke taman untuk bermain. Taman sejuta umat, yang terletak di pusat ibukota.


Danil memakai pakaian santai. begitupun dengan fauziah. mereka hanya memakai training dan sepatu sport.


Fauziah ingin jalan sore di taman monas. ingin menikmati jalan sore. Padahal mereka sudah sering kesini.


Tapi fauziah ingin suasana biasa saja, dia ingin berkeliling dan terakhir ingin menikmati sore di puncak monas.


Danil ikut saja, dia juga ingin santai sejenak. Dia juga ingin berjalan santai dengan istrinya.


Entah sebuah keberuntungan bagi danil. istrinya tidak begitu mengidam dengan berbagai makanan. Apalagi makanan aneh.


Fauziah cuma ingin jalan sore ketempat yang juga tidak terlalu jauh atau sulit di tempuh.


Istrinya cuma ingin main ke taman, kekebun binatang, ke ancol, kota tua sekarang ingin ke monas. Juga belanja cemilan pada abang-abang.


Danil tidak melarang, dia ingin istrinya senang dengan apa yang dilakukan. Biasa saja seperti pada umumnya.


Waktu bermain yang diingini fauziah pun tidak begitu lama. sudah jalan sebentar, jajan dan makan duduk di taman. lalu pulang.


Belanja di mall atau makan di restoran pun tidak begitu diminati istrinya saat hamil ini.


"Kamu tidak capek jalannya?!". ucap danil saat mereka baru turun dari monas.


Apalagi tadi mereka berjalan dari gerbang sampai ke terowongan tempat membeli karcis untuk menuju puncak monas.

__ADS_1


Karena mereka mengikuti jalur umum, sebagai rakyat yang patuh peraturan. Sebenarnya danil bisa mengunakan kekuasaannya untuk hanya sekedar berkunjung. tapindia ingin yang biasa saja.


"Sayang, kamu mau makan apa ?!". tanya danil saat mereka sampai di parkiran.


Danil melihat banyak penjual jajanan. mana tahu istrinya ingin.


"Kita sholat magrib dulu bang. waktunya sebentar lagi. selesai sholat mau ke food court di pasar malam dekat perumahan **, disana ada penjual jajanan dan cemilan. kita lihat di sana saja". ucap fauziah.


"Ok, baik". ucap danil membukakan pintu mobil buat istrinya.


Dan mereka keluar parkiran.


"Kita sholat di Istiqlal?". Tanya danil.


"Di mesjid lain saja bang. Mesjid menjelang pasar malam saja nanti. Banyak kok mesjid yang akan di lewati". jawab Fauziah.


Danil mengemudikan mobilnya kedaerah selatan kota. karena food court yang diingini istrinya kearah sana.


Saat Azan magrib, danil membelokan mobilnya ke mesjid yang berada di dekat jalan utama. dan mereka sholat magrib berjamaah di mesjid tersebut.


selesai sholat, mereka menuju tempat yang diingini fauziah. dan tidak jauh dari nesjid yang mereka singgahi.


"Mau makan apa sayang?!". tanya danil berjalan sambil merangkul istrinya.


"Pengen asinan bogor bang. apa ada ya?!". ucap fauziah.


"Kita tanya dulu. mudah-mudahan ada". ucap danil menuju salah satu tenda penjual makanan.


"Bang boleh nanya?!". ucap Danil sopan.


"Iya boleh bang!". jawab penjual itu melihat danil dan fauziah yang sedang hamil.


"Ada bang, enam tenda dari sini. itu yang dekat ibu yang berbaju merah. disana juga ada jual rujak lengkap. mana tau mbaknya juga pengen rujak sekalian". tunjuknya kearah kanan tenda jualannya.


"Oh iya. terima kasih bang!". ucap danil tersenyum.


"Terima kasih".Fauziah pun menjawab tersenyum.


"Iya bang, mbak. sama-sama". jawabnya.


Danil membimbing istrinya menuju tempat yang di tunjukan penjual tadi. Ternyata ramai yang membeli rujak dan asinan.


Danil merapatkan tubuhnyapada istrinya, agar tidak tersenggol pembeli lain.


"Ramai bang!". bisik fauziah.


"Tanya dulu, apa masih ada tempat. atau kita duduk di warung sebelah saja kalau boleh". ucap danil.


"Warung soto makasar, boleh juga sekalian ingin makan soto". ucap fauziah.


"Ayo. masuk tenda sebelah dulu. nanti saja pesan asinannya". ucap danil.


Fauziah mengangguk.


"Hey Danil....". panggil seseorang yang sedang mengantar pesanan pembeli asinan dan rujak.


Karena ada dua gerobak yang berdiri di depan tenda itu. gerobak asinan dan gerobak rujak.


"Hey Yudha". jawab Danil.

__ADS_1


"Mau kemana. tidak mau beli rujak dan asinan di tempatku?!". tanya teman danil yang bernama Yudha.


"Iya. tapi masih ramai. jadi istriku ingin makan soto dulu". ucap danil menunjuk tenda soto makasar di samping tenda penjual asinan dan rujak.


Kenalkan istriku fauziah. Zi, kenalkan teman kosan abang dulu waktu kuliah". ucap danil.


Mereka bersalaman.


"Ini istrimu, lagi mengidam ya. Kamu masuk saja di sana dulu, nanti aku antar pesanan istrimu". jawab Yudha.


"mau pesan apa?!". tanya yudha lagi.


"Mau apa sayang?!". tanya danil pada istrinya.


"Asinan juga, rujak juga. pedes!".


"Tidak boleh pedas sayang!". jawab danil.


"Tapi kalau tidak pedas tidak asyik". jawab fauziah.


"Sedang saja pedasnya ya. biar aman. ok??".tanya danil.


Fauziah mengangguk pasrah saja.


"Mau asinan dan rujak satu-satu yudha. jangan pedas ya. kasihan nanti anakku kepedasan". ucap danil.


"Ok bro. kamu tunggu di dalam saja. nanti aku antar". ucap yudha.


Lalu danil mengajak istrinya ke tenda soto makasar.


"Silahkan duduk bang mbak. sebelah sini bisa buat abang berdua sama istrinya". ucap pelayan tenda soto makasar.


Mengarahkan ke tempat duduk di baguan belakang menghadap taman bermain. mambelakang ke penjual.


"Mau pesan apa bang?!". tanya pelayan tersebut.


"Sotonya dua ya bang. minumnya air hangat saja". ucap Danil.


"Baik bang, mbak di tunggu ya pesanannya. Sambil menunggu garengan dan kerupuk juga ada untuk di cicipi". ucapnya.


"Ok". jawab danil.


"Bang, apa teman abang tadi penjual asinan itu?". tanya Fauziah.


"Kurang tahu abang. tapi yang abang tahu si yudha itu bekerja di pemda. karena dia lolos cpns waktu itu". jawab Danil.


"Hmm. bisa jadi punya temanatau keluarganya. makanya dia ikut bantu". terka Fauziah.


"Bisa jadi". ucap danil mengambil sebungkus kerupuk ubi. membuka dan menyuapinya kemulut istrinya.


Saat bersamaan danil melihat Marni sedang makan rujak di tenda sebelah. mereka sama-sama melihat. Karena danil menghadap kearah tenda sebelah. yang mana istrinya duduk arah sana.


Tapi danil tidak menangapinya. tidak melihat lama pada marni.


.


.


.

__ADS_1


"


__ADS_2