
Sementara danil dan sang dokter keluar, beberapa orang memasuki lift. Ridho dan narni masih mendengar ucapan danil dan sang dokter.
Dan..
"Ganteng ya pak afda!. sayang sudah menikah, mana istrinya cantik lagi!". ucap salah satu perawat.
"Iya. ganteng bingit. Dia pengusaha muda lagi. Banyak usaha ayahnya yang ikut dia turun tangan menanganinya.
Aku dengar, rumah sakit ini juga punya ayahnya. yang seorang pengusaha daerah. tapi punya nama nasional, bahkan hingga keluar negri!". jelas yang satu.
"Iya. siapa yang tidak kenal nama Keluarga Zulkarnaen. keluarga sering membuat nama usaha mereka ada huruf Z nya. menandakan itu usaha keluarga zulkarnaen.
ZZ hospital, ZA klinik, AZ.. dan banyak lagi! yang juga di kelola omnya pak afda dan sepupunya.
". ucap yang lain lagi.
"Itu yang berlogo Z. belum lagi usaha hotel dan juga pusat perbelanjaan yang tidak memakai Z.
Katanya itu usaha khusus Pak Afda dan adik-adikya!". tambah yang lain.
Mereka terus membahas pak Afda, alias danil. sampai pintu lift terbuka dan keluar sambil berjalan. dan mesih terus berbincang tentang perusahaan Z.
Danil dan dan marni hanya diam mendengar ocehan para perawat. Hingga mereka menjauh dari danil dan marni.
'Sekaya itukah keluarga danil. kenapa aku tidak tahu dari dulu. Padahal dari awal aku kenal dengannya, dia biasa saja. tidak terlalu mencolok.
Walau dia tidak pernah kekurangan uang, dan juga dia tidak kos, dia itu juga tinggal di perumahan. yang bisa dibilang mewah untuk anak kuliah di perantauan.
Aku tahu kalau orang tuanya itu pengusaha toko bangunan. rumah orang tuanya juga termasuk mewah dan besar.
__ADS_1
Tapi aku tidak pernah dengar kalau orabg tuanya punya usaha di ibu kota negara ini. yang aku tahu hanya omnya yang seorang pimpinan perusahaan. itupun perusahaan AZ '. pikir Marni dalam hati.
"Mau abang gendong untuk pindah kemobil?!". ucap Ridho.
Mengejutkan marni yang sedang termenung. Ternyata sudah berada di loby runah sakit, di depan mobil yang menjemputnya.
"Hm...aku coba sendiri bang!". jawab marni.
Dia berusaha berdiri sendiri. Tapi suaminya membantu dengan memegang tangannya, untuk berdiri dari kursi rodanya.
Dan memapah marni untuk menuju mobil. membuka pintu belakang.
Dan
Marni hampir saja mundur, untuk tidak jadi menaiki mobil. yang ternyata disupiri oleh....
teman Ridho main padang- pedangan.
Hhfff..
Akhirnya marni menaiki mobil. mobil suaminya yang disupiri oleh teman..
Ah.. marni sangat malas memikirkannya.
Ridho ikut duduk di jok belakang, samping istrinya. bahkan ridho tanpa malu merangkul bahu marni. tidak lupa mengenggam jemari tangan istrinya.
Marni melihat sekilas ke teman suaminya yang sedang membawa mobil.
Tidak ada reaksi apa-apa darinya. tetap tenang membawa mobil menuju apartemen tempat tinggal marni dan suaminya.
__ADS_1
Tidak ada pembicaraan antara mereka bertiga. Saling diam. Hanya ada suara musik yang dihidupkan pelan.
Sesampai di apartemen, ridho membantu marni turun dari mobil.
mobil langsung berhenti di basment apartemen. yang di parkir tidak jauh dari lift. Agar marni tidak jauh berjalan.
marni di bimbing oleh ridho suaminya, menuju lift. tidak lama, datang mengiringi teman ridho yang membawa mobil tadi.
Saat memasuki lift, ternyata teman nya membawa sebuah kursi plastik. Dan ridho menyuruh istrinya duduk di kursi tersebut, saat di dalam lift.
Marni duduk di kursi selama lift berjalan. dan didampingi suami dan teman suaminya.
Sama seperti saat di mobil tadi. Diam.
Sesampai di lantai apartemen tempat tinggal mereka. Ridho membimbing istrinya, berjalan pelan sampai ke apartemen mereka.
"Duduklah. istirahat sebentar!". ajak ridho
Mengantarkan Marni duduk di sofa.
Ridho ikut duduk di samping istrinya. Dan teman suaminya duduk di sofa depan mereka.
"Selama kamu istirahat, kamu tidak boleh melakukan apapun. Semua pekerjaan dirumah akan ada asisten. yang akan datang setiap pagi memasak dan membersihkan rumah.
Apa yang kamu inginkan minta saja sama asisten, juga padaku. Kamu cukup istirahat saja. sampai kesehatan kamu pulih sempurna". ucap ridho.
Marni hanya mengangguk. karena fisik dan batinnya masih sakit. Sakit karena kehilangan calon bayinya, yang sebenarnya sudah dia ikhlaskan, untuk kembali kepada sang oencipta alam.
Saat ini, ditambah lagi sakit hati yang langsung di perlihatkan oleh suaminya. yang terang-terangan membawa teman bermain pedangnya kerumah.
__ADS_1
.
.